Anggaran Pendidikan 2026 Naik, Mendikdasmen Pastikan Tidak Dipangkas untuk MBG - Kompas

Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Prof. Dr. Abdul Mu’ti memastikan bahwa Anggaran Pendidikan tahun 2026 naik dan tidak akan digunakan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurut Mu’ti, pihaknya tetap memiliki alokasi yang besar untuk peningkatan mutu pendidikan bagi anak-anak Indonesia.
"Tidak ada pengurangan dana dari pemerintah untuk peningkatan kualitas Pendidikan," kata Mu'ti, dalam Rapat Koordinasi Penyelenggaraaan Program MBG di Provinsi Jawa Timur, di Surabaya, dikutip dari siaran pers, Senin (20/2/2026).
Mu'ti memastikan, anggaran pendidikan di Kementeriannya tidak berkurang barang sepeser pun atau dipangkas untuk program MBG.
Baca juga: Saat Prabowo Curhat Dituduh Belanja Serampangan Pakai Hasil Efisiensi Anggaran untuk MBG
"Anggarannya malah lebih besar setelah ada MBG, karena akan ditambah Presiden. Makanya Kemendikdasmen mengajukan ABT (Anggaran Biaya Tambahan)," kata Mu’ti.
Anggaran Biaya Tambahan (ABT) adalah alokasi tambahan dalam APBN tahun berjalan yang bersifat mendesak.
Pada tahun ini, Kemendikdasmen sudah mengalokasikan anggaran untuk revitalisasi Satuan Pendidikan.
Saat ini, anggaran yang sudah tercantum di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp 14 triliun lebih, yang akan dialokasikan untuk 11.000 lebih Satuan Pendidikan.
Baca juga: Di Depan Pengusaha AS, Prabowo Cerita soal MBG, Danantara, hingga Pemberantasan Korupsi
Presiden Prabowo Subianto juga pernah mengatakan, akan ada tambahan anggaran revitalisasi untuk 60.000 Satuan Pendidikan.
"Sehingga total kalau sudah masuk ke dalam APBN, kami usulkan, tahun ini, kita akan ada revitalisasi untuk 71.000 sekian Satuan Pendidikan," kata Mu'ti.
Saat ini, kata Mu'ti, Satuan Pendidikan yang sudah selesai pembangunannya hingga 100 persen, sudah mencapai 93 persen.
Program kedua adalah Program Digitalisasi. Kemendikdasmen telah memberikan bantuan Interaktif Flat Panel (IFP) atau PID (Panel Interaktif Digital).
Baca juga: Purbaya Yakin Guru Honorer Kalah dalam Gugatan di MK Imbas MBG Pangkas Dana Pendidikan
IFP adalah teknologi pembelajaran interaktif yang digunakan untuk menulis, menggambar, berkolaborasi, serta terintegrasi dengan LMS dan sumber belajar digital.
"Tahun 2026, kami akan mendistribusikan IFP untuk lebih dari 325.000 Satuan Pendidikan," kata Sekretaris Umum PP Muhammadiyah itu.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang}