0
News
    Home Berita DPR Featured Menteri Pariwisata Spesial

    Anggota DPR Beri Nilai 50 ke Menteri Pariwisata gegara Banyak Habiskan Anggaran di Seminar - Viva

    4 min read

     

    Anggota DPR Beri Nilai 50 ke Menteri Pariwisata gegara Banyak Habiskan Anggaran di Seminar


    Jakarta, VIVA – Anggota Komisi VII DPR RI, Yoyok Sudibyo memberikan nilai 50 terhadap kinerja Menteri Pariwisata RI, Widiyanti Putri Wardhana. 

    Kemendagri Ingatkan Pengelolaan Anggaran By Design

    Penilaian itu disampaikan menyusul kebijakan pariwisata yang dinilai belum mampu menjadi mesin penggerak ekonomi hingga ke pelaku wisata di tingkat bawah.

    GULIR UNTUK LANJUT BACA

    “Kalau saya boleh menilai 100, nilai secara ujian bener semua kan 100, saya menilai Ibu masih 50,” kata Yoyok dalam rapat kerja Komisi VII bersama Menteri Pariwisata di Gedung DPR RI, dikutip Kamis, 5 Februari 2026.

    Anggota DPR: Hak Kesehatan Tak Boleh Kalah oleh Prosedur Administratif

    Yoyok mengakui pariwisata kerap diklaim sebagai penyumbang devisa dan penyerap tenaga kerja besar.

    Namun, menurutnya, kebijakan yang diambil sepanjang tahun lalu masih memiliki banyak celah.

    Dikasih Nilai 50, Menpar: Subjektif Itu, Hasil Kerja Kami di 2025 Sangat Baik

    “Kebijakan-kebijakan yang Ibu ambil tahun kemarin itu kan masih banyak celah dan bolongnya,” ujarnya.

    Ia menekankan, kebijakan pariwisata ke depan seharusnya benar-benar diposisikan sebagai mesin ekonomi. Karena itu, penyerapan anggaran harus menyentuh langsung pelaku wisata di lapangan, bukan justru habis di internal kementerian.

    “Penyerapan anggaran yang akan datang ini harus benar-benar sampai ke pelaku wisata ke bawah. Jangan sampai malah habis anggaran yang digunakan ke dalam kementerian Ibu sendiri atau seminar sana-seminar sini,” tegas Yoyok.

    Yoyok juga mengkritik arah kebijakan Kementerian Pariwisata yang dinilainya lebih menonjolkan penyelenggaraan acara ketimbang penguatan sektor dasar pariwisata.

    “Jangan pula kementerian Ibu itu malah justru kayak sebagai EO aja. Luar biasa gemanya, cuma nggak sampai lagi ke pelaku-pelaku wisata yang ada di bawahnya,” katanya.

    Ia menyinggung banyaknya objek wisata daerah dan desa wisata yang bangkrut meski dibangun menggunakan uang negara.

    “Ibu tahu nggak data Pemda yang punya objek wisata yang pada bangkrut? Duit negara lho itu. Ibu tahu nggak desa wisata yang dibuat oleh dana desa yang habis?” ucapnya.

    Yoyok mencontohkan Umbul Ponggok sebagai model pengelolaan wisata desa yang berhasil dan seharusnya dijadikan rujukan nasional.

    GULIR UNTUK LANJUT BACA

    “Umbul Ponggok, satu objek wisata bisa ngasih dividen seluruh KK yang ada di desa itu,” ujarnya.

    Selain soal anggaran, Yoyok menyoroti mahalnya harga tiket dan kondisi infrastruktur menuju objek wisata yang dinilai masih banyak bermasalah.


    Komentar
    Additional JS