0
News
    Home Berita DPR Dunia Internasional Featured Iran Israel Konflik Timur Tengah Spesial

    AS dan Israel Serang Iran, DPR: Waspadai Perang Regional - SindoNews

    5 min read

     

    AS dan Israel Serang Iran, DPR: Waspadai Perang Regional


    Makin mudah baca berita nasional dan internasional.


    Sabtu, 28 Februari 2026 - 15:50 WIB

    Kantor pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei jadi target serangan Israel dan AS. Foto/X/@QudsNen

    JAKARTA - Wakil Ketua Komisi I DPR RI Sukamta menilai tindakan Amerika Serikat (AS) dan Israel yang membombardir Iran merupakan serangan serius dan mengganggu proses diplomasi yang tengah berlangsung. Menurutnya, serangan itu berpotensi memunculkan perang regional.

    "Ini serangan serius dan berpotensi mengganggu proses diplomasi yang berlangsung," ujar Sukamta saat dihubungi, Sabtu (28/2/2026).

    Legislator dari Fraksi PKS ini memperkirakan sejumlah kemungkinan dampak serangan AS dan Israel ke Iran . Menurutnya, Iran berpotensi membalas serangan rudal AS.

    Baca Juga: Israel dan AS Lancarkan Serangan ke Iran

    "Bisa diduga Iran akan membalas, tapi bentuk dan intensitasnya belum jelas. Balasan bisa berupa serangan misil, drone, atau operasi proxy melawan kepentingan Israel dan sekutunya," ujar Sukamta.

    Menurut Sukamta, perlu diwaspadai potensi meluasnya konflik. Ia memperkirakan, konflik bisa berkembang menjadi perang regional.

    "Yang perlu diwaspadai, kemungkinan eskalasi lebih luas. konflik ini bisa berkembang menjadi perang regional jika negara lain (baik sekutu Iran maupun sekutu Israel) terlibat secara langsung," ucap Sukamta.

    Jika perang regional terjadi, kata Sukamta, pasti akan berdampak pada ekonomi global. "Setiap ketegangan di Timur Tengah bisa berdampak pada pasar energi dunia, investor global, dan jalur perdagangan."

    Sukamta mengatakan, Indonesia bersama OKI perlu mencegah meluasnya konflik. Ia juga mengimbau seluruh pihak menahan diri, terkhusus Israel.

    "RI bersama OKI perlu mencegah terjadinya eskalasi supaya tidak menjadikan ini konflik lebih luas. Sebaiknya semua pihak menahan diri, Israel perlu menghentikan agresivitasnya," tegas Sukamta.

    Diketahui, AS-Israel melancarkan serangan ke Teheran, Iran, Sabtu (28/2/2026). Kepulan asap terlihat membubung di pusat kota tersebut. Media Iran melaporkan, serangan pertama menargetkan lokasi di Kantor Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.

    Seorang pejabat Amerika Serikat (AS) mengatakan serangan terhadap Iran merupakan operasi militer gabungan AS dengan Israel. Militer Israel menyatakan keadaan darurat dan meminta warga untuk segera menuju tempat perlindungan.

    (zik)

    wa-channel

    Follow WhatsApp Channel SINDOnews untuk Berita Terbaru Setiap Hari

    Follow

    Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!

    Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya

    Infografis

    Ancaman Perang Kian...

    Ancaman Perang Kian Nyata, 8 Negara Minta Warganya Tinggalkan Iran

    Komentar
    Additional JS