0
News
    Home Amerika Serikat Berita Dunia Internasional Featured Iran Spesial

    AS Siap Lanjutkan Perundingan Jika Iran Serahkan Proposal Nuklir dalam 48 Jam -Metrotvnews

    3 min read

     

    AS Siap Lanjutkan Perundingan Jika Iran Serahkan Proposal Nuklir dalam 48 Jam



    Washington: Amerika Serikat (AS) disebut siap menggelar putaran baru perundingan dengan Iran di Jenewa apabila Teheran menyerahkan proposal nuklir terperinci dalam waktu 48 jam ke depan. 

    Laporan tersebut disampaikan media Axios pada Minggu, 22 Februari 2026, dengan mengutip seorang pejabat senior AS.

    Dilansir dari Anadolu Agency, Senin, 23 Februari 2026, menurut pejabat tersebut, pengajuan proposal yang konkret dari Iran dapat membuka jalan bagi “perundingan rinci” menuju kesepakatan nuklir. Ia juga menyebut kemungkinan adanya kesepakatan sementara sebelum tercapai perjanjian komprehensif.

    Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengatakan kepada CBS bahwa proposal tersebut masih dalam tahap finalisasi. Ia menyebut kedua pihak tengah menyusun unsur-unsur yang akan “mengakomodasi kekhawatiran dan kepercayaan kedua belah pihak.”

    Ia menambahkan bahwa pimpinan Iran belum memberikan persetujuan akhir, namun ia optimistis kemajuan dapat dicapai ketika kedua pihak bertemu.

    Araghchi juga menyebut pertemuan di Jenewa kemungkinan berlangsung Kamis, berbeda dari laporan yang menyebut Jumat. Ia mengatakan kedua pihak dapat “mengerjakan unsur-unsur tersebut, menyiapkan teks yang baik, dan bergerak dengan cepat,” serta menegaskan solusi diplomatik masih “sangat mungkin.”

    Saat ditanya apakah ancaman militer dari Presiden AS Donald Trump merupakan ancaman nyata atau sekadar tekanan, Araghchi mengatakan ia tidak dapat menilainya, namun menegaskan bahwa “satu-satunya cara” menyelesaikan isu nuklir adalah melalui diplomasi. Ia menambahkan tidak diperlukan penumpukan militer dan langkah tersebut tidak akan memberi tekanan kepada Iran.

    Terkait cakupan negosiasi, Araghchi juga menolak tuntutan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio agar kesepakatan mencakup rudal balistik serta dukungan Iran terhadap kelompok proksi regional. Menurutnya, “saat ini kami hanya bernegosiasi mengenai nuklir, tidak ada topik lain.”

    Pejabat senior AS memperingatkan upaya diplomatik saat ini mungkin menjadi kesempatan terakhir sebelum Washington memberi lampu hijau bagi operasi militer gabungan skala besar dengan Israel, yang menurut laporan berpotensi menargetkan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.

    Peringatan itu muncul di tengah peningkatan kehadiran militer AS di Timur Tengah. Kelompok tempur kapal induk USS Abraham Lincoln bersama tambahan jet tempur telah tiba di kawasan, sementara kapal induk USS Gerald R. Ford sedang menuju wilayah tersebut.

    Sebelumnya bulan ini, perundingan kembali dimulai di Muscat dengan mediasi Oman, lalu dilanjutkan putaran kedua di Jenewa Selasa lalu. Wakil Presiden AS JD Vance menyebut pertemuan Jenewa “produktif hanya dalam beberapa hal,” menyoroti penolakan Teheran membahas sejumlah “garis merah” Presiden Trump.

    Sebaliknya, Araghchi menilai nada pembicaraan tersebut “lebih konstruktif.”

    Trump pada Kamis menetapkan tenggat sekitar 10 hingga 15 hari agar negosiasi menunjukkan hasil sebelum opsi militer dipertimbangkan. Ia kembali menegaskan ancaman itu pada Jumat, termasuk mempertimbangkan serangan terbatas untuk menekan Iran agar mencapai kesepakatan yang serius.

    Baca juga:  Khamenei Siapkan Rencana Suksesi Jika Dirinya Tewas dalam Serangan AS atau Israel


    Komentar
    Additional JS