Bak Gengster, 2 Kelompok Remaja Bawa Sajam Tawuran di Sawangan Depok, 1 Ditangkap Warga - Liputan6
Bak Gengster, 2 Kelompok Remaja Bawa Sajam Tawuran di Sawangan Depok, 1 Ditangkap Warga
Tawuran itu terjadi pada Minggu (8/2/2026) saat sebagian warga bersiap istirahat. Meeka lebih dulu janjian di medsos.
Jadi Intinya
- Seorang ABH dibawa ke Polsek Bojongsari usai tawuran di Depok.
- Warga bubarkan tawuran remaja bersenjata tajam, temukan pisau di tas.
- ABH luka di kepala, mengaku pelajar SMP dan baru pertama kali tawuran.
Liputan6.com, Jakarta - Seorang anak berhadapan hukum (ABH) terpaksa di bawa ke Polsek Bojongsari usai terlibat tawuran. Peristiwa ribut antar remaja itu terjadi di Jalan H Sulaiman, Sawangan, Depok, pada Minggu (8/2/2026) malam.
Mahfudin, warga setempat mengatakan tawuran antar remaja maupun sekolah kerap terjadi di lingkungannya.
“Saat dengar ada tawuran, saya sama warga lainnya langsung keluar rumah,” ujar Mahfudin.
Warga berusaha membubarkan tawuran antar remaja yang menggunakan senjata tajam. Warga berhasil melerai remaja yang terlibat tawuran dan satu orang diamankan.
“Satu orang tertangkap, enggak tau dari kelompok remaja mana,” jelas Mahfudin.
Warga yang menangkap remaja tersebut, sempat memeriksa sejumlah barang yang ditemukan pada lokasi tawuran. Terdapat sebuah tas ransel putih berisikan pisau, diduga akan digunakan saat terjadi tawuran.
“Ada satu bilah pisau tersimpan di dalam tas yang tertinggal saat tawuran,” terang Mahfudin.
Remaja yang tertangkap usai terlibat tawuran, sempat mengalami luka sobek pada bagian kepala dan beberapa bagian tubuh lainnya. Diduga luka sobek remaja yang tertangkap, terkena senjata tajam lawannya.
“Tadi kepalanya sempat ada darah tapi tidak parah, kayaknya terkena senjata tajam lawannya,” ucap Mahfudin.
Klaim Baru Satu Kali Ikut Tawuran
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5496792/original/079181800_1770604645-Screenshot_20260209_082916_Gallery.jpg)
Sementara, remaja yang terlibat tawuran atau ABH hanya bisa pasrah saat diamankan warga. ABH yang diamankan di pos kamling warga, mengaku sebelumnya janjian lewat media sosial sebelum melakukan tawuran.
“Janjian, tawurannya pakai barang (senjata tajam), cuma saya enggak punya, saya gini aja (tangan kosong),” ungkap ABH.
ABH mengakui, aksi tawuran yang terjadi di Jalan Sulaiman, merupakan tawuran antar kelompok remaja bukan antar sekolah. ABH mengakui masih berstatus pelajar SMP Negeri di wilayah Depok.
“Saya SMP Negeri kelas tiga, ini pertama kali ikut tawuran,” pungkas ABH.