0
News
    Home BBM Berita BPH Migas Featured Jawa Tengah Romadhon Spesial

    BPH Migas Pastikan Pasokan BBM Jawa Tengah Aman Jelang Ramadhan 1447 H - Merdeka

    6 min read

     

    BPH Migas Pastikan Pasokan BBM Jawa Tengah Aman Jelang Ramadhan 1447 H

    Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) memastikan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Jawa Tengah dalam kondisi aman menjelang Ramadhan 1447 Hijriah, dengan stok yang mencukupi dan sistem distribusi yang terintegrasi untuk menjaga ketersedia

    Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) memastikan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Jawa Tengah dalam kondisi aman menjelang Ramadhan 1447 Hijriah, dengan stok yang mencukupi dan sistem distribusi yang terintegrasi untuk menjaga ketersedia
    Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) memastikan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Jawa Tengah dalam kondisi aman menjelang Ramadhan 1447 Hijriah, dengan stok yang mencukupi dan sistem distribusi yang terintegrasi untuk menjaga ketersedia (AntaraNews)

    Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) telah memastikan pasokan serta distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi dan kompensasi di Jawa Tengah (Jateng) berada dalam kondisi aman menjelang Ramadhan 1447 Hijriah. Kesiapan ini menjadi krusial untuk menjamin kebutuhan energi masyarakat terpenuhi selama periode peningkatan aktivitas.

    Pengawasan menyeluruh dilakukan mulai dari Integrated Terminal (IT) hingga Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Proses ini juga mencakup evaluasi sistem digital yang bertujuan untuk memastikan penyaluran BBM tepat sasaran kepada pihak yang berhak.

    Langkah proaktif BPH Migas ini diambil untuk mengantisipasi lonjakan permintaan BBM yang biasa terjadi menjelang dan selama bulan suci Ramadhan serta perayaan Idul Fitri. Tujuannya adalah untuk mencegah kelangkaan dan menjaga stabilitas pasokan di seluruh wilayah Jawa Tengah.

    Kesiapan Integrated Terminal Semarang Hadapi Lonjakan Permintaan

    Anggota Komite BPH Migas, Erika Retnowati, menyampaikan bahwa berdasarkan hasil monitoring di Integrated Terminal (IT) Semarang, stok gasoline dipastikan mencukupi hingga sekitar 20 hari, sementara stok gasoil berada di atas 15 hari. Angka ini menunjukkan kapasitas penyimpanan yang memadai untuk menghadapi peningkatan konsumsi.

    Sebagai tulang punggung distribusi BBM di wilayah Jawa Tengah bagian utara, IT Semarang telah menyiapkan berbagai skema pasokan. Ini termasuk penambahan armada, serta mitigasi darurat untuk mengantisipasi potensi lonjakan permintaan maupun gangguan operasional yang mungkin terjadi, seperti cuaca ekstrem atau banjir.

    Erika menambahkan, mengacu pada realisasi Ramadhan dan Idul Fitri tahun 2022-2025, estimasi throughput untuk tahun 2026 diperkirakan akan meningkat sekitar 5 persen. Jika terjadi gangguan operasional, distribusi dapat dialihkan melalui terminal BBM lain seperti Tegal, Boyolali, dan Tuban, memastikan pasokan tetap terjaga.

    Digitalisasi dan Pengawasan Penyaluran BBM Bersubsidi

    Dalam upaya memastikan penyaluran BBM subsidi tepat sasaran, BPH Migas juga beraudiensi dengan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tegal, Amir Makhmud, terkait implementasi aplikasi XStar. Aplikasi ini berfungsi untuk penerbitan surat rekomendasi BBM subsidi, dan hingga 1 Februari, sebanyak 214 kabupaten/kota telah menerapkan XStar secara penuh, dengan target Kabupaten Tegal tuntas pada April 2026.

    Menurut Erika, aplikasi XStar merupakan sistem terintegrasi antara BPH Migas, Pemerintah Daerah, dan Pertamina Patra Niaga. Data yang tercatat melalui aplikasi ini menjadi dasar pengajuan kuota dan realokasi antar sektor jika diperlukan, sehingga semua proses tercatat dan dapat dipantau secara transparan.

    Selain itu, monitoring juga dilakukan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) Tegalsari, Kota Tegal, di mana ditemukan prosedur yang belum sesuai regulasi terkait penggunaan surat kuasa oleh kelompok nelayan dalam pengambilan BBM. BPH Migas telah meminta pengelola untuk memastikan penerima surat kuasa adalah nelayan yang berhak, serta memperbaiki aspek kebersihan dan fasilitas.

    Pengawasan juga diperluas ke SPBU di rest area KM 338 Tol Trans Jawa dan SPBU Jalan Tegal-Cilacap. Di KM 338, penyaluran BBM tercatat hampir 100 KL per hari untuk seluruh produk, dengan solar menjadi penjualan tertinggi. Erika memberikan catatan terkait penyesuaian posisi Closed-Circuit Television (CCTV) guna meningkatkan pengawasan di lokasi tersebut.

    Komitmen Daerah dan Kesiapan Pertamina Patra Niaga

    Manager IT Semarang, Judha Widjayanto, menegaskan kesiapan operasional terminal yang dipimpinnya. Ia menyatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan skenario normal, termasuk pengalihan suplai, penambahan mobil tangki, hingga monitoring stok real time, dengan prinsip utama bahwa distribusi BBM ke masyarakat tidak boleh terhenti.

    Diskusi juga dilakukan dengan Sales Area Manager Regional Tegal Pertamina Patra Niaga, Aris Ilmi, terkait kesiapan penerapan asersi nozzle. Hampir seluruh penyalur di Jawa Tengah telah siap untuk asersi nozzle, kecuali penyalur di Karimun Jawa dan SPBU Nelayan yang masih memerlukan peningkatan sarana prasarana digitalisasinya.

    Sementara itu, Sekda Kabupaten Tegal, Amir Makhmud, menegaskan komitmen daerahnya untuk menggunakan aplikasi XStar 100 persen. Ia menekankan pentingnya sosialisasi agar masyarakat paham dan tidak ada kendala di lapangan, karena keberhasilan implementasi terletak pada kelancaran operasional tanpa hambatan.

    Kegiatan monitoring dan koordinasi ini turut dihadiri oleh Tenaga Ahli Menteri ESDM Bidang Infrastruktur dan Pengembangan Teknologi Hilir Migas Abdul Halim dan Ketua Dewan Pimpinan Daerah Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia Jawa Tengah Riswanto, menunjukkan dukungan lintas sektor dalam menjaga pasokan BBM.

    Sumber: AntaraNews


    Komentar
    Additional JS