0
News
    Home Berita Featured Lintas Peristiwa Spesial

    Breaking News: Kecelakaan Beruntun di Jalan Darmo Surabaya, Mobil Sport Rp 1 Miliar Ikut Rusak - Tribunnews

    10 min read

     

    Breaking News: Kecelakaan Beruntun di Jalan Darmo Surabaya, Mobil Sport Rp 1 Miliar Ikut Rusak

    Salah satu kendaraan yang terlibat adalah mobil sport putih Mazda MX-5 bernopol yang disebut bernilai hampir Rp 1 miliar.

    Ringkasan Berita:
    • Enam mobil terlibat kecelakaan beruntun di Jalan Raya Darmo Surabaya.
    • Toyota Vellfire sempat terguling, sopir mengalami luka ringan.
    • Polisi masih melakukan penyelidikan dan olah TKP.

    Laporan Wartawan TribunJatim.com, Luhur Pambudi

    TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Kecelakaan beruntun melibatkan enam mobil terjadi di kawasan Jalan Raya Darmo, Selasa (24/2/2026) sore.

    Salah satu kendaraan yang terlibat adalah mobil sport putih Mazda MX-5 bernopol L-1467-BAY yang disebut bernilai hampir Rp 1 miliar.

    Bahkan, satu mobil jenis MPV Toyota Vellfire bernopol L-1111-NG berpenumpang rombongan tamu sebuah kantor perusahaan agri-food di Kota Surabaya, sempat terguling dalam kecelakaan beruntun tersebut. 

    Namun, tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut. Hanya saja, sopir mobil MPV tersebut dikabarkan mengalami luka ringan yakni luka gores pada lengan tangan kanannya. 

    Pantauan TribunJatim.com di lokasi sekitar pukul 16.00 WIB, kondisi mobil MPV Toyota Vellfire tersebut sudah dibalikkan ke posisi semula, lalu diparkir sementara di sebuah bahu jalan tikungan dekat ruas jalan yang menjadi titik kecelakaan

    Belasan orang Polisi sudah berada di lokasi untuk melakukan olah TKP. Bahkan, petugas dinas perhubungan setempat juga sudah bersiap untuk menderek mobil Toyota Vellfire tersebut dengan mengangkat dua roda depannya menggunakan pengait. 

    Baca juga: Mobil Sport Gagal Ngedrift, Malah Menabrak Pedagang Kopi dan Pengemudi Ojek Online

    Kronologi Versi Sopir Vellfire

    Sopir mobil Toyota Vellfire Toyota Vellfire bernopol L-1111-NG, berinisial AS menceritakan, dirinya saat itu mengemudikan mobil bertransmisi matik ini dalam kategori kecepatan  cenderung pelan. 

    Mobilnya melintas di lajur ke-2 dari ruas jalan selebar sekitar lima meter tersebut, dari arah selatan kawasan Wonokromo menuju ke arah utara kawasan Tegalsari. 

    Sebelum tiba di persimpangan empat jalan depan Patung Komjen Pol M Jasin, sopir AS berupaya berpindah lajur ke sisi kanan, karena terpantau dari kaca spion dalam kondisi lengang dan kosong. 

    Belum juga berhasil bermanuver berpindah lajur secara sempurna. Dari arah yang sama atau arah belakang, terdapat mobil Toyota Innova berbodi warna cokelat yang tak diketahui identitas sopirnya.

    Baca juga: Kasus Robot Trading ATG, Pembeli Mobil Sport Wahyu Kenzo Kirim Perwakilan untuk Pemeriksaan

    Mobil Toyota Innova tersebut melaju cenderung berkecepatan kencang bermaksud memangkas lajur yang akan dilalui kendaraan. 

    Tak pelak, Sopir AS mengaku kaget dengan manuver tersebut, berupaya menghindarkan tabrak dengan membelokkan setir ke arah kiri secara cepat seraya menginjak pedal rem, dalam-dalam. 

    Nahas, jarak aman antar kendaraan yang terbilang pendek, membuat mobil Toyota Vellfire yang dikemudikan Sopir AS menabrak empat kendaraan yang berada di sisi depannya. 

    Empat Mobil Rusak, Satu Tinggalkan Lokasi

    Di antaranya yakni Mobil Mazda MX-5 bernopol L-1467-BAY hingga mengalami kerusakan pada velg roda belakang sisi kanan, penyok bodi belakang sisi kanan, dan kaca pecah pada bagian depan sisi kanan. 

    Kemudian, Mobil Daihatsu Sigra bernopol L-1790-ACL yang mengalami kerusakan pada bagian bodi sisi belakang, dan bagian moncong bodi kap depan. 

    Lalu, Mobil Mitsubishi Xpander bernopol L-1120-AEF  yang mengalami kerusakan penyok bagian bodi sisi belakang. 

    Dan, terdapat mobil Toyota Innova berbodi warna hitam lain, yang terpantau terlebih dahulu sudah pergi meninggalkan lokasi sebelum petugas Polisi tiba. 

    Bahkan, bodi mobil yang dikemudikannya sempat terpelanting dan terguling ke sisi kanan, hingga membuat kaca depan sisi kanan pecah dan melukai lengan tangan kanannya. 

    "Mobil itu sebelah kiri, jalur 2 juga, tapi sebelah saya. Karena sebelah kanan kosong, saya masuk ke kanan, lah yang kanan tadi innova cokelat enggak mau berhenti, lanjut, akhirnya saya ngerem enggak nututi natap sigra, akhirnya jempalik. Sigra di depan di samping kiri," ujarnya saat ditemui TribunJatim.com di lokasi. 

    Kemudian, pengemudi Mitsubishi Xpander, Abi menceritakan, Mobil Toyota Vellfire menjadi pemicu kecelakaan beruntun yang melibatkan empat mobil lain termasuk mobilnya. 

    Mobil Toyota Vellfire berada di jalur kanan. Sedangkan, mobil Mitsubishi Xpander yang dikemudikannya, beserta beberapa kendaraan lain korban tabrakan, berada di jalur kiri atau tepatnya lajur tengah. 

    "Jadi urutannya saya (Xpander), Sigra, Mazda. Vellfire sing menabrak. Vellfire itu, di sisi kanan. Kami ada di jalur tengah-tengah," ujar perempuan berambut panjang yang dikunci ke belakang itu, saat ditemui TribunJatim.com di lokasi. 

    Sebenarnya, di depan mobilnya masih terdapat kendaraan lain yakni jenis MPV diduga Toyota Innova berbodi warna hitam. 

    Namun, Abi mengungkapkan, mobil yang berada di ujung terdepan rentetan kecelakaan beruntun tadi, tiba-tiba pergi meninggalkan lokasi, tanpa sebab. 

    "Saya kadung sibuk ngecek kondisi mobil, mobil itu ilang," pungkasnya. 

    Sementara itu, Anggota Unit Laka Satlantas Polrestabes Surabaya Ipda Ngadianto mengatakan, terdapat sekitar enam mobil yang terlibat kecelakaan beruntun di dalam kota. 

    Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Cuma satu orang sopir Toyota Vellfire berinisial AS mengalami luka ringan pada lengan tangan kanannya. 

    "Sementara itu dulu, kami masih melakukan penyelidikan di lokasi dan olah TKP," ujar Ngadianto saat ditemui awak media di lokasi. 

    Sekadar diketahui, Satlantas Polrestabes Surabaya melansir data jumlah kecelakaan beserta fatalitasnya, dalam Analisa dan Evaluasi Kamtibmas Kota Surabaya Tahun 2025, pada Rabu (31/12/2025). 

    Bahwa jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan sepanjang tahun 2025 sejumlah 180 orang. Kemudian, korban luka berat sejumlah 12 orang. 

    Data tersebut menunjukkan tren penurunan fatalitas kecelakaan sekitar satu persen dibandingkan tahun 2024, yakni jumlah korban meninggal dunia 182 orang. 

    Namun, mengenai data kejadian kecelakaan pada sepanjang tahun 2025 cenderung meningkat dalam persentase 18 persen, dibanding setahun lalu. 

    Catatannya, tahun 2025 jumlah kecelakaan 1.762 kasus, sedangkan tahun 2024 sejumlah 1.488 kasus. 

    "Kami mengedepankan (penindakan pelanggaran melalui) E-TLE. Demikian terhadap pelanggaran lalu lintas cukup fatal kami lakukan penilangan," ujar Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Luthfie Sulistiawan di Mapolrestabes Surabaya, pada Rabu (31/12/2025). 


    Komentar
    Additional JS