0
News
    Home Berita Featured Juara Kisah Inspirasi Kisah Inspiratif Spesial

    Cerita Natasya, Mahasiswa S3 Indonesia Juara Kompetisi Riset Dunia 2025 - Kompas

    7 min read

     

    Cerita Natasya, Mahasiswa S3 Indonesia Juara Kompetisi Riset Dunia 2025

    Melvina Tionardus,
    Mahar Prastiwi

    Tim Redaksi

    KOMPAS.com - Prestasi atas nama Indonesia kembali direngkuh di kancah dunia lewat mahasiswa Natasya Salsabila yang menjadi juara pertama Young Persons’ World Lecture Competition (YPWLC) 2025.

    YPWLC merupakan kompetisi riset internasional yang mempertemukan peneliti muda dari berbagai negara untuk memaparkan gagasan riset bidang material kepada audiens non-ahli.

    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

    Ajang ini diselenggarakan Institute of Materials, Minerals & Mining (IOM3) yang berbasis di Inggris. Natasya merupakan alumni Institut Teknologi Sumatera (Itera) Program Studi Teknik Elektro Itera angkatan 2019 yang lulus pada Januari 2023.

    Saat ini, ia tengah menempuh studi doktor berbasis riset di Universiti Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM).

    Pecah Rekor! Temuan Ular Sanca Kembang Terpanjang di Dunia Ada di Maros, Sulawesi Selatan

    Baca juga: Krisis Ekologi Meningkat, Jagat Satwa Nusantara Edukasi Siswa lewat Cerdas Cermat

    Natasya sebelumnya menamatkan pendidikan magister di magister di UTHM juga.

    Ia merupakan penerima beasiswa Malaysian Technical Cooperation Programme (MTCP) yang disponsori Pemerintah Malaysia melalui Kementerian Luar Negeri Malaysia.

    Melalui seleksi ketat

    Dikutip situs Itera, Kamis (29/1/2026) YPWLC memiliki proses seleksi ketat karena pesertanya merupakan perwakilan institusi atau negara masing-masing.

    Baca juga: Dosen Geologi UGM: Lubang Raksasa di Aceh Tengah Kembaran Ngarai Sianok

    Natasya awalnya mengikuti seleksi internal di Fakultas Teknik Mesin dan Manufaktur UTHM pada Agustus 2025 dan bersaing dengan peserta dari berbagai fakultas.

    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

    Seleksi di tingkat nasional Malaysia diselenggarakan Institute of Materials Malaysia (IMM) bekerja sama dengan Curtin University pada sebulan kemudian. Diikuti 13 peserta dari berbagai perguruan tinggi di Malaysia.

    Dari situ Natasya terpilih untuk melaju ke tingkat internasional. Babak internasional digelar secara daring oleh IOM3 pada 27 November 2025 dengan empat finalis yakni dari Malaysia, Inggris, Tiongkok, dan Hong Kong.

    Baca juga: Misteri Bayu Sigit dan Iwan Banderas, Diduga Penyidik KPK yang Peras Rp 10 M

    Optimisasi material aluminium nitrida

    Natasya mempresentasikan riset mengenai optimisasi material aluminium nitrida untuk aplikasi transistor berperforma tinggi.

    Penelitiannya dilatarbelakangi oleh pesatnya pengembangan transistor berbasis galium nitrida yang memiliki efisiensi tinggi dan mampu bekerja pada kondisi ekstrem.

    Di satu sisi, material tersebut tidak dapat langsung ditumbuhkan di atas wafer silikon yang umum digunakan di industri, sehingga memerlukan lapisan penyangga.

    Baca juga: UNJ Jaring Industri, Atasi Gap Kompetensi di Dunia Kerja

    Aluminium nitrida dipilih karena sifatnya yang stabil dan relatif mudah diproduksi.

    “Fokus penelitian saya adalah mengoptimalkan kualitas aluminium nitrida pada skala industri untuk mendukung pengembangan transistor galium nitrida secara lebih efisien,” ujar Natasya, dikutip dari situs Itera.

    Transistor ini banyak digunakan pada perangkat elektronik berdaya dan frekuensi tinggi.

    “Dalam penelitian ini, saya menggunakan wafer 8 inci dengan mesin sputtering berbasis industri. Dengan pendekatan tersebut, produksi aluminium nitrida dapat meningkat sekitar 25–40 persen dalam satu kali proses,” tuturnya.

    Pendekatan skala industri menjadi keunggulan riset Natasya.

    Baca juga: Ranking Universitas Rentan Manipulasi, Pakar Ungkap Cara Nilai Kualitas Sebenarnya

    Penelitian sejenis selama ini mayoritas dilakukan pada skala laboratorium dengan wafer berukuran 2 hingga 4 inci.

    Pendekatan ini dinilai lebih efisien dan berpeluang menekan biaya produksi.

    KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

    Komentar
    Additional JS