Dampak Banjir, Persediaan Daging untuk Tradisi Meugang di Aceh Utara Anjlok - Kompas
Dampak Banjir, Persediaan Daging untuk Tradisi Meugang di Aceh Utara Anjlok
ACEH UTARA, KOMPAS.com - Dinas Perkebunan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Aceh Utara mencatat stok ternak untuk tradisi meugang Ramadhan tahun ini 3.573 hewan ternak.
Angka ini anjlok drastis dibanding sebelum bencana banjir pada November 2025 lalu sebanyak 6.121 hewan ternak.
Dengan rincian sapi jantan 2.202 ekor, sapi betina tidak produktif 499 ekor, sapi australia 283 ekor, kerbau jantan 393 ekor, kerbau betina tidak produktif 196 ekor. Jadi total keseluruhan 3.573 ekor.
Baca juga: Pascabanjir Aceh Utara, Warga 5 Desa Direlokasi ke Lokasi Aman dari Bencana
Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Perkebunan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Aceh Utara Cut Teti Udiati menyebutkan, bencana banjir menyebabkan ribuan hewan ternak mati.
Sehingga petani tidak memiliki persediaan mencukupi. Hal ini disampaikan Cut Teti kepada Kompas.com melalui sambungan telepon, Minggu (8/2/2026).
"Jumlahnya memang anjlok. Umumnya, petani lokal kita juga melebihi stok daging meugang,” kata Cut Teti.
Baca juga: Desa Lhok Puuk Aceh Utara Terbelah Jadi 10 Muara, Warga Terisolasi, Hanya Bisa Menunggu Relokasi
Meski begitu, dia memperkirakan jumlah 3.000 hewan ternak itu mencukupi untuk kebutuhan meugang tahun ini. Timnya pun sudah memeriksa kesehatan hewan seperti sapi, kambing, dan kerbau.
Saat ditanya stimulus untuk hewan ternak yang mati saat banjir, Cut Teti menyatakan menunggu keputusan Kementerian Pertanian RI. Namun, hingga saat ini, bantuan itu belum ada.
“Kita tunggu aja bantuan apa yang diberikan, kami sekarang mendorong agar petani terus beternak lagi. Bangkit dari keterpurukan pascabanjir,” katanya.
Baca juga: Pembangunan Huntara Korban Banjir Aceh Utara Terkendala Material, Warga Desak Dipercepat
Upaya yang dilakukan yaitu meningkatkan kesehatan hewannya, melakukan perkawinan ternak tidak alami.
"Dengan demikian jumlah ternak kita kembali meningkat seperti sebelumnya, sehingga perekonomian masyarakat segera berangsur pulih seperti sedia kala. Kalau soal harga sepertinya masih seperti tahun lalu, namun berdasarkan hasil survei di lapangan berpotensi daya beli masyarakat kemungkinan berkurang," ucapnya.
" Insya Allah daging kita aman untuk dikonsumsi dan pasokan terkendali," imbuhnya.
Baca juga: Akses Jalan Bener Meriah–Aceh Utara dapat Dilewati, namun Ekstra Hati-hati
Sekadar diketahui, meugang tradisi masyarakat Aceh mengonsumsi daging sehari sebelum Ramadhan, Idul Fitri dan Idul Adha.
Sebelumnya, tradisi ini diberlakukan masa Kerajaan Aceh Darussalam, dimana raja membagikan daging pada seluruh rakyat.
Ulurkan tanganmu membantu korban banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Di situasi seperti ini, sekecil apa pun bentuk dukungan dapat menjadi harapan baru bagi para korban. Salurkan donasi kamu sekarang dengan klik di sini