Demo Ricuh, Ini Detik-detik Massa Jebol Pagar Polda DIY - Beritasatu
Demo Ricuh, Ini Detik-detik Massa Jebol Pagar Polda DIY
Sleman, Beritasatu.com – Situasi demonstrasi yang dipicu dugaan penganiayaan terhadap seorang remaja 14 tahun oleh oknum anggota Brimob di Maluku yang berujung kematian di Mapolda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) berakhir dengan bentrokan. Akibatnya, polisi menutup akses menuju Condongcatur dan sekitarnya.
Situasi sempat tegang ketika terdengar suara letusan dari arah depan Mapolda DIY. Sumber suara tersebut belum diketahui. Dentuman itu membuat massa yang semula bertahan mendadak berlarian menjauh dari halaman markas.
Aparat kepolisian segera menindaklanjuti dengan pengetatan pengamanan. Akses lalu lintas di perempatan Condongcatur ditutup sementara, dan jalan menuju Mapolda DIY disterilkan dari kendaraan warga untuk mengantisipasi eskalasi kericuhan.
Sebelumnya, ratusan warga menggelar aksi unjuk rasa di depan Markas Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta (Mapolda DIY) pada Selasa (24/2/2026) malam. Aksi ini dipicu dugaan penganiayaan terhadap seorang bocah berusia 14 tahun oleh oknum anggota Brimob di Maluku, yang berujung pada kematian korban.
Sejak sore, suasana di sekitar Mapolda DIY di kawasan Condongcatur, Sleman, sudah berbeda. Aparat kepolisian bersiaga dengan memasang kawat berduri di depan gerbang utama sisi timur untuk mengantisipasi potensi kericuhan.
Massa mulai berdatangan dan memadati halaman depan Mapolda DIY. Aksi ini berlangsung spontan, tanpa panggung orasi maupun tuntutan resmi yang dibacakan. Peserta berdiri bergerombol di depan kawat pembatas, mengekspresikan kekecewaan mereka terhadap kepolisian.
Kerumunan sempat memanas ketika beberapa orang merusak pagar pembatas hingga roboh. Teriakan protes dan kekecewaan terhadap institusi kepolisian terdengar bergemuruh.
Seorang peserta aksi menyatakan bahwa kehadiran mereka adalah bentuk solidaritas terhadap bocah malang tersebut.
Ia menambahkan, kasus kekerasan yang melibatkan aparat semakin memperlebar jarak antara masyarakat dan penegak hukum.
“Ini bentuk kekecewaan kami. Di tengah isu reformasi Polri, justru ada kejadian seperti ini. Kepercayaan masyarakat makin luntur,” ujarnya.
Hingga malam, aparat masih bersiaga penuh di sekitar lokasi. Belum ada keterangan resmi dari kepolisian terkait suara letusan maupun langkah penanganan terhadap massa aksi.