0
News
    Home Amerika Serikat Berita Dunia Internasional Featured Iran Nuklir Spesial

    Diancam Diserang AS, Iran Bentengi Situs Nuklir dan Militernya - SindoNews

    8 min read

      

    Diancam Diserang AS, Iran Bentengi Situs Nuklir dan Militernya


    Makin mudah baca berita nasional dan internasional.


    Kamis, 19 Februari 2026 - 15:38 WIB

    Iran bentengi situs nuklir dan militernya dengan perisai beton di tengah ancaman serangan AS. Foto/Planet Labs PBC/Vantor

    TEHERAN - Citra satelit menunjukkan bahwa Iran baru-baru ini membangun perisai beton di atas fasilitas baru di situs militer yang sensitif dan menutupinya dengan tanah. Upaya perlindungan ini dilakukan di tengah ancaman serangan Amerika Serikat yang telah dilontarkan Presiden Donald Trump.

    Gambar-gambar dari satelit juga menunjukkan bahwa Iran telah mengubur pintu masuk terowongan di lokasi nuklir yang dibom oleh AS selama perang 12 hari Israel dengan Iran pada Juni lalu. Pangkalan rudal Iran yang terkena dampak serangan juga diperbaiki.

    Baca Juga: 7 Hal yang Akan Terjadi Jika Iran Tenggelamkan Kapal Induk AS

    Gambar-gambar tersebut memberikan gambaran sekilas tentang aktivitas Iran di beberapa lokasi yang menjadi pusat ketegangan dengan Israel dan AS, sementara Washington berupaya untuk menegosiasikan kesepakatan dengan Teheran tentang program nuklirnya sambil mengancam tindakan militer jika pembicaraan gagal.


    Situs-situs Iran yang Dibentingi

    1. Kompleks Militer Parchin

    Sekitar 30 km (20 mil) tenggara Teheran, kompleks Parchin adalah salah satu lokasi militer Iran yang paling sensitif. Intelijen Barat telah mengindikasikan bahwa Teheran melakukan uji coba yang relevan dengan peledakan bom nuklir di sana lebih dari dua dekade lalu.

    Iran selalu membantah berupaya mengembangkan senjata atom.

    Israel dilaporkan menyerang Parchin pada Oktober 2024.

    Citra satelit yang diambil sebelum dan sesudah serangan itu menunjukkan kerusakan luas pada bangunan persegi panjang di Parchin, dan rekonstruksi yang tampak dalam citra dari 6 November 2024.

    Citra dari 12 Oktober 2025 menunjukkan perkembangan di lokasi tersebut, dengan kerangka struktur baru yang terlihat dan dua struktur yang lebih kecil di sebelahnya. Kemajuan terlihat jelas dalam citra dari 14 November, dengan apa yang tampak seperti atap logam yang menutupi struktur besar tersebut.

    Namun citra dari 13 Desember 2025 menunjukkan fasilitas tersebut sebagian tertutup. Pada 16 Februari, fasilitas tersebut sama sekali tidak terlihat, tersembunyi oleh apa yang menurut para pakar adalah struktur beton.

    Institute for Science and International Security (ISIS), dalam analisis citra satelit pada 22 Januari, menunjukkan kemajuan dalam pembangunan "sarkofagus beton" di sekitar fasilitas yang baru dibangun di lokasi tersebut, yang diidentifikasi sebagai Taleghan 2.

    ISIS melaporkan pada bulan November bahwa citra menunjukkan konstruksi yang sedang berlangsung dan keberadaan sesuatu yang tampak menyerupai ruang silindris panjang, mungkin bejana penampung bahan peledak tinggi, kemungkinan berukuran sekitar 36 meter panjang dan 12 meter diameter, ditempatkan di dalam sebuah bangunan.

    "Bejana penampung bahan peledak tinggi sangat penting untuk pengembangan senjata nuklir," imbuh laporan ISIS. "Tetapi juga dapat digunakan dalam banyak proses pengembangan senjata konvensional lainnya," imbuh ISIS, seperti dikutip dari Reuters, Kamis (19/2/2026).

    William Goodhind, seorang analis citra forensik di Contested Ground, mengatakan atap tersebut memiliki warna yang mirip dengan area sekitarnya. "Kemungkinan besar telah ditutupi dengan tanah untuk menyamarkan warna beton," katanya.

    Pendiri ISIS, David Albright, menulis di X: "Menunda negosiasi memiliki manfaatnya: Selama dua hingga tiga minggu terakhir, Iran sibuk mengubur fasilitas Taleghan 2 yang baru...Lebih banyak tanah tersedia, dan fasilitas tersebut mungkin segera menjadi bunker yang sama sekali tidak dapat dikenali, memberikan perlindungan signifikan dari serangan udara."

    2.Situs Nuklir Isfahan

    Kompleks Isfahan adalah salah satu dari tiga pabrik pengayaan uranium Iran yang dibom oleh Amerika Serikat pada bulan Juni.

    Selain fasilitas yang merupakan bagian dari siklus bahan bakar nuklir, Isfahan mencakup area bawah tanah tempat para diplomat mengatakan sebagian besar uranium yang diperkaya Iran telah disimpan.

    Citra satelit yang diambil pada akhir Januari menunjukkan upaya baru untuk mengubur dua pintu masuk terowongan di kompleks tersebut, lapor ISIS pada 29 Januari. Dalam pembaruan 9 Februari, ISIS mengatakan pintu masuk ketiga juga telah ditimbun dengan tanah, yang berarti semua pintu masuk ke kompleks terowongan sekarang "benar-benar terkubur".

    Gambar 10 Februari, kata Goodhind, menunjukkan ketiga terowongan tersebut terkubur.

    ISIS melaporkan pada tanggal 9 Februari bahwa pengurugan pintu masuk terowongan akan membantu meredam potensi serangan udara dan juga mempersulit akses darat dalam serangan pasukan khusus untuk merebut atau menghancurkan uranium yang sangat diperkaya yang mungkin disimpan di dalamnya.

    3. Kompleks Dekat Situs Natanz

    ISIS melaporkan bahwa citra satelit menunjukkan upaya yang sedang berlangsung sejak 10 Februari untuk "memperkuat dan memperkuat pertahanan" dua pintu masuk ke kompleks terowongan di bawah gunung sekitar 2 km (1,2 mil) dari Natanz—situs yang menampung dua pabrik pengayaan uranium Iran lainnya.

    "Citra menunjukkan aktivitas yang sedang berlangsung di seluruh kompleks terkait dengan upaya ini, yang melibatkan pergerakan banyak kendaraan, termasuk truk pengangkut, pengaduk semen, dan peralatan berat lainnya," tulis ISIS.

    Rencana Iran untuk fasilitas tersebut, yang disebut Gunung Pickaxe, masih belum jelas, kata ISIS.

    4. Pangkalan Rudal Shiraz Selatan

    Sekitar 10 km (6 mil) selatan Shiraz di Iran selatan, ini adalah salah satu dari 25 pangkalan utama yang mampu meluncurkan rudal balistik jarak menengah, menurut Alma Research and Education Center, sebuah organisasi Israel. Alma menilai situs tersebut mengalami kerusakan ringan di permukaan tanah dalam perang tahun lalu.

    Perbandingan gambar yang diambil pada 3 Juli 2025 dan 30 Januari 2026 menunjukkan upaya rekonstruksi dan pembersihan di kompleks logistik utama dan kemungkinan kompleks komando di pangkalan tersebut, kata Goodhind.

    "Kesimpulan utamanya adalah bahwa kompleks tersebut belum kembali ke kapasitas operasional penuhnya seperti sebelum serangan udara," paparnya.

    5. Pangkalan Rudal Qom

    Sekitar 40 km di utara kota Qom, pangkalan ini mengalami kerusakan sedang di atas permukaan tanah, menurut Alma.

    Menurut Goodhind, perbandingan gambar yang diambil antara 16 Juli 2025 dan 1 Februari 2026 menunjukkan atap baru di atas bangunan yang rusak. Perbaikan atap tampaknya dimulai pada 17 November dan kemungkinan besar selesai 10 hari kemudian.

    (mas)

    wa-channel

    Follow WhatsApp Channel SINDOnews untuk Berita Terbaru Setiap Hari

    Follow

    Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!

    Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya

    Infografis

    3 Alasan Greenland Jadi...

    3 Alasan Greenland Jadi Kunci AS untuk Perang Nuklir Melawan Rusia

    Komentar
    Additional JS