Istana Sebut Board of Peace Bagian dari Komitmen Perjuangan RI untuk Kemerdekaan Rakyat Palestina - Viva
Jakarta, VIVA – Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) RI, Prasetyo Hadi mengatakan Indonesia berkomitmen dalam memperjuangan kemerdekaan Palestina. Salah satu bentuk komitmen Indonesia yaitu menjadi bagian dari Dewan Perdamaian atau Board of Peace.
Pras sapaan akrab Prasetyo menjelaskan Indonesia berpartisipasi membantu masyarakat Gaza, Palestina dengan bergabung dalam Dewan Perdamaian yang digagas Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
Presiden RI Prabowo Subianto menghadiri pembentukan Dewan Perdamaian Gaza
- Tangkapan layar YouTube Associated Press
"Yang pasti adalah, berkenaan dengan masalah Board of Peace beserta dengan seluruh turunan teknisnya, ini kan bagian dari komitmen bangsa kita untuk, yang pertama tentu kita menghendaki pengakuan kemerdekaan kepada bangsa Palestina," ucap Prasetyo kepada wartawan di Stasiun Gambir, Jakarta, pada Selasa, 10 Februari 2026.
Di sisi lain, Pras menyebut ada delapan negara muslim yang memutuskan bergabung ke dalam board of peace, termasuk Indonesia. Hal itu bertujuan untuk mewujudkan kemerdekaan Palestina.
Adapun delapan negara mayoritas Muslim yang memutuskan bergabung Dewan Perdamaian yaitu Indonesia, Turkiye, Mesir, Yordania, Pakistan, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.
"Makanya yang kemudian, kita Indonesia beserta dengan tujuh negara Muslim yang lain memutuskan untuk bergabung di Board of Peace tersebut," katanya.
Pras berharap agar delapan negara mayoritas muslim yang tergabung dalam board of peace bisa mengurangi eskalasi konflik di Gaza.
Setidaknya itu kita berharap akan mengurangi eskalasi konflik yang terjadi sehingga kita saudara-saudara kita berkurang penderitaannya," ucap Pras.
"Dengan sekarang, proses tersebut bantuan-bantuan makanan bisa masuk ke Gaza, ini kita berharap bisa meringankan beban saudara-saudara kita," imbuhnya.
Diketahui, Presiden Prabowo Subianto turut menandatangani piagam Dewan Perdamaian (Board of Peace) untuk Gaza, di sela-sela acara World Economic Forum (WEF) 2026 di Congress Hall, Davos, Swiss, Kamis (22/1) siang waktu setempat.
Presiden RI Prabowo Subianto meneken dokumen komitmen Indonesia gabung Dewan Perdamaian Gaza
- Tangkapan layar YouTube The White House
Sementara itu, dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa, 27 Januari 2026, Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono menyatakan tidak ada kewajiban bagi negara anggota untuk membayar dana iuran sekitar 1 miliar dolar AS (Rp16,82 triliun). Menlu menegaskan bahwa negara yang diundang dapat menjadi anggota Dewan Perdamaian selama tiga tahun.
“Jadi kalau misalnya (satu negara) ikut berpartisipasi (membayar dana), itu artinya dia (anggota) permanen,” ujarnya.