JAKARTA, UJUNGJARI.COM – Menteri Agama Nasaruddin Umar menyatakan bahwa Kementerian Agama (Kemenag) akan bekerja sama dengan berbagai sektor ekonomi untuk memaksimalkan potensi zakat dan wakaf di Indonesia.

Langkah tersebut dilakukan tidak hanya untuk meningkatkan perolehan dana sosial keagamaan, tetapi juga untuk membantu pemerintah dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang merupakan program unggulan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Menurut Nasaruddin, optimalisasi zakat dan wakaf menjadi bagian dari tanggung jawab Kemenag dalam memperkuat sistem sosial keagamaan yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.

“Ini adalah tugas Kemenag, bagaimana kita bisa menciptakan sistem yang mampu membantu pemerintah, khususnya dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Potensi zakat dan wakaf sangat besar, dan jika dioptimalkan, bisa menjadi solusi atas berbagai permasalahan sosial dan ekonomi di Indonesia,” ujar Nasaruddin dalam acara sosialisasi Asta Protas (8 Program Prioritas) 2025–2029 Kementerian Agama di Jakarta, Rabu (18/2).

Ia menegaskan, sinergi lintas sektor menjadi kunci dalam mengelola dana zakat dan wakaf secara lebih profesional, transparan, dan produktif.

Dengan tata kelola yang baik, dana tersebut tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga dapat dikembangkan untuk pemberdayaan ekonomi umat.

Program MBG sendiri dirancang untuk memastikan pemenuhan gizi masyarakat, khususnya anak-anak dan kelompok rentan, sehingga berdampak pada peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Kemenag berharap kolaborasi dengan berbagai pelaku ekonomi, termasuk lembaga keuangan syariah dan dunia usaha, mampu memperkuat ekosistem pengelolaan zakat dan wakaf agar lebih terintegrasi dengan program-program strategis pemerintah.  (**)