0
News
    Home BPS Featured Spesial

    Ketimpangan Orang Miskin dan Kaya di Indonesia Capai 0,363, BPS: Turun 0,012 Poin - Viva .

    4 min read

     

    Ketimpangan Orang Miskin dan Kaya di Indonesia Capai 0,363, BPS: Turun 0,012 Poin

    Jakarta, VIVA – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti melaporkan, tingkat rasio gini alias ketimpangan pengeluaran penduduk Indonesia mencapai 0,363 pada September 2025, atau turun 0,012 poin dibandingkan Maret 2025.

    BPS: Konsumsi Rumah Tangga Masih Jadi Penopang Pertumbuhan Ekonomi RI 2025

    "Angka ketimpangan tercatat sebesar 0,363 pada September 2025, atau turun 0,012 basis poin dari Maret 2025," kata Amalia dalam telekonferensi pers di Jakarta, Kamis, 5 Februari 2026.

    GULIR UNTUK LANJUT BACA

    Dia merinci, tercatat bahwa ketimpangan di wilayah perkotaan mencapai sebesar 0,383, lebih tinggi dibandingkan dengan ketimpangan di wilayah pedesaan yang hanya sebesar 0,295.

    BPS Klaim Jumlah Pengangguran Turun Jadi 7,35 Juta Orang, Cek Datanya

    Gambar ilustrasi orang miskin

    Photo :
    • vstory

    "Ketimpangan di perkotaan pada September 2025 sebesar 0,383, lebih rendah 0,012 basis poin dibandingkan Maret 2025," ujarnya 

    Ekonomi Kuartal IV-2025 Tumbuh 5,39 Persen, BPS: Pertumbuhan Kuartal IV Tertinggi Sejak Pandemi

    "Sementara ketimpangan di pedesaan sebesar 0,295, atau lebih rendah 0,004 poin dibandingkan Maret 2025," kata Amalia.

    Terkait hal itu, Amalia juga melaporkan bahwa per September 2025, total jumlah penduduk miskin Indonesia mencapai sebanyak 23,36 juta orang atau sekitar 8,25 persen, turun 490 ribu orang dibandingkan periode Maret 2025.

    Dia juga merinci, pada periode tersebut tercatat bahwa tingkat kemiskinan perkotaan adalah sebesar 6,6 persen, turun 0,13 persen dibandingkan Maret 2025.

    GULIR UNTUK LANJUT BACA

    Sementara tingkat kemiskinan di wilayah pedesaan yakni sebesar 10,72 persen, atau turun 0,31 dibandingkan dengan Maret 2025.

    "Dengan demikian, tingkat kemiskinan mengalami penurunan baik di perkotaan maupun perdesaan," ujarnya.


    Komentar
    Additional JS