0
News
    Home Berita Featured Kesehatan Kesehatan Mental KPAI Spesial

    KPAI Prihatin Kasus Bunuh Diri Anak Indonesia Tertinggi Se-Asia Tenggara - Kompas

    2 min read

     

    KPAI Prihatin Kasus Bunuh Diri Anak Indonesia Tertinggi Se-Asia Tenggara

    Lonely girl sitting on the floor
    Foto: Getty Images/D-Keine
    Balikpapan -

    Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Diyah Puspitarini, mengungkapkan Indonesia menempati urutan tertinggi kasus bunuh diri anak di kawasan Asia Tenggara. KPAI juga mencatat ada kenaikan pada tren kasus bunuh diri anak.

    Diyah menyatakan keprihatinan mendalam atas peristiwa tersebut. Menurutnya, anak seharusnya mendapatkan hak atas pendidikan, termasuk fasilitas dasar penunjang belajar.

    "Kami sangat prihatin. Anak seharusnya mendapatkan hak atas pendidikan, termasuk fasilitas dasar penunjang belajar. Ketika hak tersebut tidak terpenuhi, dampaknya bisa sangat serius bagi kondisi psikologis anak," kata Diyah, dikutip dari detikHealth.

    KPAI mencatat pada 2023 ada 46 kasus bunuh diri anak, 43 kasus pada 2024, dan 26 kasus sepanjang 2025. Memasuki awal 2026, sudah ada tiga laporan kasus bunuh diri, termasuk peristiwa di Ngada.

    "Ini tidak bisa kita normalisasi. Secara garis besar Indonesia berada pada kondisi yang darurat anak mengakhiri hidup," tegasnya.

    KPAI menilai situasi ini sudah masuk tahap darurat dan membutuhkan penanganan luar biasa dari semua pihak, mulai dari keluarga, sekolah, hingga pemerintah.

    Diyah menegaskan, kasus di Ngada tidak bisa hanya dipandang sebagai persoalan kemiskinan. Ada kemungkinan persoalan pola pengasuhan dan faktor lingkungan sekolah yang turut berperan.

    Menurut catatan KPAI, faktor terbesar yang mendorong anak mengakhiri hidup adalah perundungan (bullying), diikuti pola pengasuhan, tekanan ekonomi, pengaruh game online, serta persoalan asmara.

    "Kami berharap masyarakat juga tidak menganggap remeh sinyal-sinyal krisis psikologis pada anak. Perlindungan anak adalah tanggung jawab bersama," pungkas Diyah.


    Komentar
    Additional JS