0
News
    Home Berita Cibinong Featured Kasus Spesial Tekno

    Maling Bobol SDN Karadenan 01 Cibinong Pakai Bahan Kimia, 60 Tablet dan 24 Komputer Raib - Kompas

    4 min read

     

    Maling Bobol SDN Karadenan 01 Cibinong Pakai Bahan Kimia, 60 Tablet dan 24 Komputer Raib



    Putra Ramadhani Astyawan,
    Irfan Maullana

    Tim Redaksi

    BOGOR, KOMPAS.com - Kawanan maling membobol Sekolah Dasar Negeri (SDN) Karadenan 01, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor. Dalam aksi pencurian tersebut, pihak sekolah mengalami kerugian yang ditaksir mencapai ratusan juta rupiah akibat hilangnya puluhan perangkat elektronik.

    Kasat Reskrim Polres BogorAKP Anggi Eko Prasetyo, mengatakan bahwa pihaknya menerima laporan pencurian tersebut pada Senin (16/2/2026). Menindaklanjuti laporan itu, polisi segera bergerak ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

    Diduga kuat, para pelaku menjalankan aksinya dengan cara merusak gerbang sekolah, pintu ruang guru, serta ruang komputer menggunakan cairan bahan kimia untuk menghancurkan gembok.

    "Karena di area pintu gerbang depan pintu, gerbang dekat lapangan olahraga dan di depan pintu ruang guru ditemukan gembok yang rusak dan beberapa serpihan isian dari gembok," kata Anggi dalam keterangannya, Selasa (17/2/2026).

    AS Beri "Deadline", Israel Ancam Proksi Saat Iran-Rusia Pamer Mesin Perang

    Baca juga: Maling Kembali Incar Sekolah di Ponorogo, SMKN 2 Ponorogo Kehilangan Uang Tunai Rp 66 Juta

    Terekam CCTV Gunakan Penutup Wajah

    Berdasarkan hasil pemeriksaan rekaman kamera pengawas (CCTV) milik sekolah, terlihat para pelaku beraksi lebih dari satu orang. Untuk menutupi identitasnya, kawanan maling tersebut menggunakan penutup wajah saat menguras barang-barang berharga di dalam sekolah.

    Barang-barang milik sekolah yang raib dibawa kabur pelaku di antaranya adalah 24 unit komputer, 60 unit tablet, sound systeminfocus, tabung gas, hingga magicom.

    "Kami masih melakukan mengumpulkan keterangan dan lainnya," ujar Anggi terkait perkembangan kasus tersebut.

    Saat ini, pihak Satreskrim Polres Bogor masih terus melakukan proses penyelidikan lebih lanjut dan mengumpulkan bukti-bukti di lapangan untuk memburu kawanan pelaku yang meresahkan dunia pendidikan tersebut.

    KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

    Komentar
    Additional JS