0
News
    Home Berita Donald Trump Dunia Internasional Featured Iran Spesial

    Memanas! Trump Pertimbangkan Serangan Terbatas ke Iran - detik

    5 min read

     

    Memanas! Trump Pertimbangkan Serangan Terbatas ke Iran

    Presiden Amerika Serikat Donald Trump (Foto: REUTERS/Kevin Lamarque)
    Jakarta -

    Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan ia sedang mempertimbangkan serangan terbatas terhadap Iran. Trump sebelumnya telah memerintahkan peningkatan besar-besaran kekuatan angkatan laut Amerika Serikat di Timur Tengah, yang bertujuan untuk menekan Teheran agar mencapai kesepakatan untuk mengendalikan program nuklirnya.

    Ancaman terbaru ini muncul setelah menteri luar negeri Iran mengatakan draf proposal untuk kesepakatan dengan Washington akan siap dalam beberapa hari, setelah negosiasi antara kedua pihak di Jenewa, awal pekan ini.

    Trump sebelumnya mengisyaratkan pada hari Kamis (19/2) bahwa "hal-hal buruk" akan terjadi, jika Teheran tidak mencapai kesepakatan dalam waktu 10 hari, yang kemudian diperpanjangnya menjadi 15 hari.

    Dilansir kantor berita AFP, Sabtu (21/2/2026), ketika ditanya oleh seorang reporter pada hari Jumat (20/2) apakah ia sedang mempertimbangkan serangan militer terbatas, Trump menjawab: "Yang paling bisa saya katakan - saya sedang mempertimbangkannya."

    Setelah pembicaraan di Jenewa, Teheran mengatakan kedua pihak telah sepakat untuk menyerahkan draf perjanjian potensial, yang menurut Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi kepada media AS, akan menjadi "langkah selanjutnya."

    "Saya yakin dalam dua atau tiga hari ke depan, itu akan siap, dan setelah konfirmasi akhir dari atasan saya, itu akan diserahkan kepada Steve Witkoff," katanya, merujuk pada negosiator utama Trump untuk Timur Tengah.

    Araghchi juga mengatakan bahwa negosiator AS tidak meminta Teheran untuk mengakhiri program pengayaan nuklirnya, bertentangan dengan pernyataan dari para pejabat Amerika.

    "Kami belum menawarkan penangguhan apa pun, dan pihak AS belum meminta nol pengayaan," katanya dalam sebuah wawancara yang dirilis hari Jumat (20/2) oleh jaringan TV AS, MS NOW.

    "Yang sedang kita bicarakan sekarang adalah bagaimana memastikan bahwa program nuklir Iran, termasuk pengayaan, bersifat damai dan akan tetap damai selamanya," tambahnya.

    Komentarnya bertentangan dengan informasi yang disampaikan oleh para pejabat tinggi AS, termasuk Trump, yang berulang kali mengatakan bahwa Iran tidak boleh diizinkan untuk memperkaya uranium pada tingkat apa pun.

    Negara-negara Barat menuduh Republik Islam itu berusaha untuk memperoleh senjata nuklir. Hal ini telah dibantah Teheran, meskipun bersikeras pada haknya untuk melakukan pengayaan uranium untuk tujuan sipil.

    Iran, di sisi lain, berupaya untuk menegosiasikan penghentian sanksi-sanksi Barat yang terbukti sangat menghambat perekonomiannya.

    Kesulitan ekonomi tersebut memicu protes pada bulan Desember lalu, yang berkembang menjadi gerakan anti-pemerintah nasional bulan lalu. Aksi demo besar-besaran itu memicu tindakan keras dari otoritas Iran, yang menyebabkan ribuan orang tewas, menurut kelompok-kelompok hak asasi manusia.

    Tonton juga video "Trump: Iran Bodoh Jika Tak Bikin Kesepakatan soal Nuklir dengan AS"

    (ita/ita)

    Komentar
    Additional JS