0
News
    Home Airlangga Hartarto Berita l Featured Keuangan OJK Spesial

    Menko Airlangga Buka Pintu, Siapapun Bisa Duduki Kursi Ketua OJK - Merdeka

    5 min read

     

    Menko Airlangga Buka Pintu, Siapapun Bisa Duduki Kursi Ketua OJK



    Terkait dengan panitia seleksi disebutnya dibuat oleh Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa.

    Menko Airlangga Buka Pintu, Siapapun Bisa Duduki Kursi Ketua OJK

    Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto memastikan, siapa pun bisa menggantikan posisi yang ditinggalkan pejabat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan melalui tahap seleksi.

    Hal itu disampaikannya usai Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 di Sentul Internasional Convention Center (SICC) Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2).

    Diketahui, ada empat pejabat OJK dan Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman yang mundur dari jabatannya.

    "Semua terbuka (siapapun bisa masuk)," kata Airlangga kepada wartawan.

    Kemudian, terkait dengan panitia seleksi disebutnya dibuat oleh Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa.

    "Ya pertama akan segera berproses, Menteri Keuangan akan segera membuat Pansel (Panitia Seleksi). Dan sesudah Pansel itu nanti akan diproses selanjutnya," ujarnya.

    Pemerintah bergerak cepat menyikapi kekosongan jabatan di tubuh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan panitia seleksi (pansel) telah dibentuk untuk mencari pengganti empat pejabat OJK yang mengundurkan diri.

    Langkah ini diambil menyusul mundurnya sejumlah petinggi lembaga pengawas sektor keuangan tersebut, termasuk Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman. Purbaya menegaskan, proses seleksi sudah mulai berjalan.

    "Ada (pansel), sudah kita mulai. Kita mulai prosesnya hari ini," kata Purbaya kepada wartawan usai Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah di Sentul International Convention Center (SICC) Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2).

    4 Pejabat OJK Mundur

    Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atau Ketua OJK Mahendra Siregar, resmi mengumumkan pengunduran dirinya dari jabatan. Pengunduran diri ini terjadi pada Jumat, 30 Januari 2026, bersamaan dengan dua pejabat tinggi OJK lainnya. Keputusan ini diambil di tengah gejolak signifikan yang melanda pasar modal Indoneia.

    Dua pejabat OJK yang turut mengundurkan diri adalah Inarno Djajadi, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK (KE PMDK), serta Deputi Komisioner Pengawas Emiten, Transaksi Efek, Pemeriksaan Khusus, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK (DKTK) I. B. Aditya Jayaantara.

    Mahendra Siregar menuturkan, keputusan pengunduran diri bersama KE PMDK dan DKTK merupakan bentuk tanggung jawab moral. Langkah tersebut diambil untuk mendukung terciptanya langkah pemulihan yang diperlukan di sektor jasa keuangan Indonesia.

    Setelah pengumuman pengunduran diri Ketua DK OJK Mahendra Siregar, tak lama kemudian, Wakil Ketua DK OJK Mirza Adityaswara mengumumkan mundur dari jabatannya.

    Pengunduran diri telah disampaikan secara resmi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan akan diproses lebih lanjut sesuai mekanisme yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan sebagaimana telah diperkuat oleh Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Penguatan dan Pengembangan Sektor Keuangan (UU P2SK).

    Dirut BEI Iman Rachman Mundur

    Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman resmi mengundurkan diri dari jabatannya. Ia menyatakan keputusan tersebut diambil sebagai bentuk tanggung jawab atas tekanan yang terjadi di pasar modal dalam dua hari terakhir.

    Iman menyampaikan langsung pengunduran dirinya dalam keterangan singkat kepada media di Gedung BEI, Jumat (30/1/2026), tanpa membuka sesi tanya jawab.

    Menurut dia, langkah mundur ini diharapkan bisa memberi dampak positif bagi stabilitas dan kepercayaan investor di pasar modal Indonesia.

    “Hari ini saya akan menyampaikan satu statement, teman-teman juga udah ngikutin 2 hari terakhir bagaimana kondisi market kita 2 hari terakhir, walaupun kondisi kita pagi hari ini membaik, saya ingin menyampaikan statement dan ini tidak ada tanya jawab bahwa saya sebagai Direktur dan Utama Bursa Efek Indonesia dan sebagai bentuk tanggung jawab saya terhadap apa yang terjadi 2 hari kemarin menyatakan mengundurkan diri sebagai Direktur Utama Bursa Efek Indonesia,” ujar Iman kepada wartawan.

    Ia menilai, meski perdagangan pada pagi hari menunjukkan tanda perbaikan, keputusan pengunduran diri tetap diambil demi kebaikan jangka panjang pasar modal.

    “Saya berharap ini yang terbaik buat pasar modal, semoga dengan pengunduran saya ini pasar modal kita jadi lebih baik,” katanya.


    Komentar
    Additional JS