0
News
    Home Berita Featured Hoegeng Jenderal Hoegeng Meriyati Roeslani Hoegeng Spesial

    Meriyati Roeslani Akan Dimakamkan di Sebelah Makam Jenderal Hoegeng - SindoNews

    5 min read

     

    Meriyati Roeslani Akan Dimakamkan di Sebelah Makam Jenderal Hoegeng


    Makin mudah baca berita nasional dan internasional.

    Selasa, 03 Februari 2026 - 18:02 WIB

    Hoegeng Iman Santoso bersama Meriyati Roeslani. Foto/Dok.Keluarga Hoegeng

    JAKARTA - Istri Hoegeng Iman Santoso, Meriyati Roeslani Hoegeng wafat di usianya yang ke-100, Selasa (3/2/2026). Meriyati direncanakan akan dimakamkan di sebelah makam mantan Kapolri Jenderal Hoegeng Iman Santoso.

    Putra Hoegeng, Aditya Soetanto mengungkapkan Eyang Meri Akan dimakamkan pada Rabu (4/2/2026) besok. Upacara pemakaman direncanakan dilakukan sebelum azan zuhur berkumandang.

    "Almarhumah nanti di samping makam dari Almarhum Bapak. Di pemakaman Giritama, daerah Tonjong, Parung. Insyaallah besok sebelum zuhur kita sudah bisa lakukan pemakaman Almarhumah," kata Aditya saat ditemui di rumah duka Perumahan Pesona Kayangan, Depok, Selasa (3/2/2026).

    Meriyati Roeslani Akan Dimakamkan di Sebelah Makam Jenderal Hoegeng

    Aditya Soetanto

    Baca juga: Jenazah Meriyati Roeslani Istri Jenderal Hoegeng Tiba di Rumah Duka

    Aditya menyebut pemakaman bersebelahan ini merupakan salah satu cita-cita dari Jenderal Hoegeng atau ayahnya. Sebab, kata dia, sedari dulu Jenderal Hoegeng memang meminta tidak dimakamkan di Taman Makam Pahlawan agar istrinya bisa berada di sisinya.

    "Justru kenapa Bapak tidak mau dimakamkan di Makam Pahlawan, pesan Bapak adalah 'kalau saya dimakamkan di Makam Pahlawan, Ibumu tidak bisa ada di sebelah saya'. Karena jatahnya kan cuman untuk Almarhum, Ibu tidak ada jatah. Jadi memang pilihan dua beliau lah untuk dimakamkan di Tonjong itu," ungkap dia.

    Adapun dalam kesempatan ini, Aditya juga mengungkapkan ibundanya tidak mengidat sakit khusus sebelum wafat. Aditya hanya mengatakan bahwa ibundanya menjalani perawatan pada Oktober 2025 dan Januari 2026 sebelum akhirnya kondisinya semakin menurun.

    "Jadi Ibu dua kali dirawat. Jadi satu minggu pertama itu di pertengahan Oktober. Lalu sudah dinyatakan boleh pulang, tapi dua hari di rumah, Ibu sudah tidak mau makan, jadi kita kesulitan," ungkap dia

    "Jadi akhirnya kita bawa lagi Ibu ke rumah sakit untuk yang kedua kalinya, dari tanggal 26 sampai hari ini kondisinya terus menurun," sambungnya.

    (rca)

    wa-channel

    Follow WhatsApp Channel SINDOnews untuk Berita Terbaru Setiap Hari

    Follow

    Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!

    Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya

    Infografis

    10 Paspor Terkuat di...

    10 Paspor Terkuat di Dunia pada 2026, Juaranya Tetangga Indonesia

    Komentar
    Additional JS