Ogah Dijodohkan, Perempuan ini Tipu Keluarga dan Warga Sekampung dengan Pura-Pura Jadi Ular - Merdeka
Ogah Dijodohkan, Perempuan ini Tipu Keluarga dan Warga Sekampung dengan Pura-Pura Jadi Ular
Reena, seorang wanita yang telah dijodohkan, diharapkan menjalani pernikahan pada 9 Februari 2026, namun tiba-tiba menghilang tanpa jejak.

Berbagai kisah penolakan perjodohan sering kita dengar, tetapi cerita seorang wanita asal India yang berpura-pura berubah menjadi ular adalah sesuatu yang jarang terdengar. Menurut laporan dari Says pada Sabtu (21/2/2026), warga desa di India dikejutkan oleh hilangnya seorang wanita muda.
Perempuan bernama Reena ini diharapkan menjalani pernikahan hasil perjodohan, namun ia menghilang tanpa jejak pada 9 Februari 2026, seperti yang dilaporkan oleh Times of India.
Ketika penduduk desa di distrik Auraiya, India utara, mencari di rumah Reena, mereka menemukan pakaian dan perhiasan berserakan di tempat tidurnya. Yang mengejutkan, mereka juga menemukan kulit ular sepanjang 1,5 meter dan liang ular di lantai, bersamaan dengan patung dewa setengah manusia berbentuk ular yang dibawanya dari kuil.
Penduduk desa meyakini bahwa Reena telah berubah menjadi ular, dan menganggapnya sebagai seorang nagin, sosok mitos yang memiliki bentuk setengah manusia dan setengah ular.
Desa itu dilanda kepanikan, dengan banyak warga berkerumun di rumah tempat kulit ular ditemukan. Anggota keluarga Reena menyatakan bahwa sebelum perubahan itu terjadi, ia sempat bermimpi tentang seekor ular yang mengunjunginya saat tidur.
Mimpi tersebut mendorongnya untuk membawa pulang patung dewa setengah ular itu. Namun, setelah dilakukan penyelidikan, pihak kepolisian menyatakan bahwa semua itu adalah rekayasa. Mereka menduga Reena ingin menipu penduduk desa dan mengulur waktu untuk menghindari pernikahan yang tidak diinginkannya.
Keterangan Polisi

"Gadis itu merekayasa drama ini untuk menyesatkan orang. Tidak ada transformasi yang terjadi, hanya pelarian yang sangat terencana," kata Inspektur Kota Phaphund, Ajay Kumar.
Polisi berhasil melacak jejak Reena melalui ponselnya dan mengungkap bahwa dia telah berkomunikasi dengan pria lain dari desa tersebut yang menjadi kekasihnya. Dalam situasi yang kacau ini, dia berhasil melarikan diri dan menikah secara sembunyi-sembunyi dengan sang kekasih.
Reena dilaporkan muncul dalam sebuah video mengenakan pakaian pernikahan tradisional sambil berdampingan dengan pasangan pilihannya. Setelah pernikahan, Reena mengungkapkan rasa puas atas keputusan yang diambilnya dan meminta kepada publik untuk tidak mengganggu keluarganya.
Dalam upaya menjaga keselamatan mereka, tiga tim telah dibentuk untuk mencari Reena dan pasangannya.
Perjodohan di India

Berita mengenai calon pengantin yang menolak perjodohan sering kali menjadi sorotan utama di India. Terdapat sebuah tempat penampungan yang dioperasikan oleh Love Commandos, sebuah organisasi yang membantu masyarakat India untuk menghindari perjodohan, seperti yang dilaporkan oleh NPR.
Organisasi ini bahkan memberikan dukungan kepada mereka yang ingin kawin lari dengan pasangan pilihan mereka sendiri. Pada awal tahun 2019, Sanjoy Sachdev, pendiri Love Commandos, ditangkap karena tuduhan pemerasan terhadap pasangan yang berada di bawah perlindungannya, meskipun ia membantah semua tuduhan tersebut.
Di India, lebih dari 90 persen pernikahan dilakukan melalui proses perjodohan, dan survei menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat merasa puas dengan sistem ini. Namun, bagi mereka yang memilih untuk melawan tradisi, ancaman fisik sering kali mengintai, terutama dari anggota keluarga sendiri.
Hal ini menunjukkan adanya ketegangan antara keinginan individu untuk memilih pasangan dan norma sosial yang telah ada sejak lama.
Cinta Menjadi Dasar Pernikahan

India merupakan salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di dunia. Dengan semakin meningkatnya kekayaan negara tersebut, banyak perempuan yang melanjutkan pendidikan, memasuki dunia kerja formal, dan berinteraksi dengan orang-orang di luar lingkup keluarga serta kepercayaan yang mereka anut.
Dalam konteks ini, adalah hal yang wajar jika banyak di antara mereka merasakan jatuh cinta. Namun, sejak pembukaan ekonomi India pada awal tahun 1990-an, data mengenai pernikahan yang didasarkan pada cinta tidak menunjukkan perubahan signifikan. Fenomena ini masih tergolong langka.
Apakah ini dapat dianggap sebagai sebuah paradoks? Bagi masyarakat India, jawabannya adalah tidak. Sebagian dari mereka berpendapat bahwa pembangunan tidak harus identik dengan pengadopsian nilai-nilai Barat.
India adalah sebuah kekuatan global yang sedang berkembang, namun tetap mempertahankan tradisi yang kuat—sebagai contoh modernitas yang tidak terpengaruh oleh Barat.