Prabowo Konfirmasi Perjanjian Dagang Indonesia AS Saling Menguntungkan dengan Trump- Merdeka
Prabowo Konfirmasi Perjanjian Dagang Indonesia AS Saling Menguntungkan dengan Trump
Presiden Prabowo Subianto menegaskan hasil positif dari pertemuan dengan Presiden Donald Trump, menandai tercapainya perjanjian dagang Indonesia AS yang saling menguntungkan setelah negosiasi panjang.

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengonfirmasi hasil yang saling menguntungkan dari pertemuan terbarunya dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Pertemuan ini menandai terwujudnya perjanjian dagang Indonesia AS yang telah lama dinantikan.
Kedua pemimpin berfokus pada negosiasi panjang mengenai tarif timbal balik selama sesi tiga puluh menit di Washington, D.C., pada Kamis, 19 Februari. Diskusi intensif ini akhirnya membuahkan kesepakatan penting bagi kedua negara.
"Negosiasi telah berlangsung cukup lama. Kami akhirnya mencapai titik saling menguntungkan dan saling menghormati. Saya pikir ini adalah hasil yang baik," ujar Prabowo kepada wartawan di Washington, D.C., pada Sabtu pagi. Kesepakatan ini diharapkan memperkuat hubungan ekonomi bilateral.
Terobosan Negosiasi Perdagangan Jangka Panjang
Indonesia telah terlibat dalam salah satu negosiasi perdagangan dan tarif terpanjang dengan Amerika Serikat. Proses ini membutuhkan waktu dan upaya signifikan dari kedua belah pihak untuk mencapai titik temu yang adil.
Meskipun demikian, Presiden Prabowo menekankan bahwa pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan yang positif. Hal ini menunjukkan komitmen kuat dari kedua negara untuk menemukan solusi yang dapat diterima bersama.
Inti dari diskusi tersebut tetap pada upaya mencapai perjanjian dagang yang adil serta saling menguntungkan bagi Indonesia dan Amerika Serikat. Kesepakatan ini diharapkan membuka peluang baru bagi pertumbuhan ekonomi.
Detail Kesepakatan Tarif dan Investasi Signifikan
Dalam kesepakatan baru ini, kedua negara menyetujui tarif timbal balik sebesar 19 persen untuk impor dari Indonesia. Ini menjadi langkah konkret dalam menciptakan kondisi perdagangan yang lebih seimbang.
Selain itu, Indonesia dan Amerika Serikat juga menyepakati komitmen perdagangan dan investasi senilai 38,4 miliar dolar AS di berbagai sektor. Angka ini menunjukkan potensi besar kerja sama ekonomi di masa depan.
Kesepakatan-kesepakatan penting ini diformalkan pada Konferensi Tingkat Tinggi Bisnis AS-Indonesia 2026 di Washington, D.C., pada Rabu, 18 Februari. Acara tersebut menjadi platform penting untuk meresmikan kemitraan strategis.
Peran Strategis Indonesia dalam Pertemuan Bilateral
Indonesia merupakan satu-satunya anggota Board of Peace (BoP) yang mengadakan pertemuan bilateral dengan Presiden Trump di sela-sela pertemuan pertama dewan tersebut. Ini menunjukkan posisi diplomatik yang kuat.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya sebelumnya menyatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto adalah satu-satunya kepala negara yang mengadakan pertemuan bilateral dengan Presiden AS Donald Trump. Pertemuan ini berlangsung selama KTT BoP di Washington, D.C.
Fakta ini menggarisbawahi pentingnya Indonesia sebagai mitra strategis bagi Amerika Serikat. Diskusi yang berfokus pada perjanjian dagang Indonesia AS yang adil menjadi prioritas utama.
Sumber: AntaraNews