0
News
    Home Amerika Serikat DOGE Featured Prabowo Subianto Spesial

    Prabowo Pamer Sudah Hemat Anggaran Negara 18 Miliar Dollar: Mirip dengan DOGE AS - Kompas

    6 min read

     

    Prabowo Pamer Sudah Hemat Anggaran Negara 18 Miliar Dollar: Mirip dengan DOGE AS



    Fika Nurul Ulya,
    Dani Prabowo

    Tim Redaksi

    JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Prabowo Subianto memamerkan keberhasilannya mampu menghemat anggaran negara senilai 18 miliar dollar AS dalam beberapa bulan sejak ia memimpin negara.

    Uang hasil penghematan itu kini diarahkan untuk berbagai program yang dirasakan masyarakat. Hal ini dikatakan Prabowo dalam acara Business Summit di US Chamber of Commerce, Washington DC, AS, Rabu (18/2/2025) waktu setempat.

    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

    "Dalam beberapa bulan pertama memimpin administrasi ini, saya telah menghemat anggaran negara sekitar 18 miliar dollar AS secara tunai. Penghematan ini berasal dari inefisiensi dan proyek-proyek yang tidak produktif," kata Prabowo dikutip dari tayangan Kompas TV, Kamis (19/2/2025).

    Baca juga: Di Depan Pengusaha AS, Prabowo Cerita soal MBG, Danantara, hingga Pemberantasan Korupsi

    Prabowo mengungkapkan, penghematan ini persis seperti yang dilakukan pemerintah AS melalui Department of Government Efficiency (DOGE). Bedanya, Indonesia menerapkannya lebih dahulu dibanding AS.

    Prabowo Hadiri KTT Board of Peace, Puan: Untuk Kemerdekaan Palestina

    "Mungkin ini mirip dengan apa yang sedang diupayakan di Amerika Serikat melalui DOGE (Department of Government Efficiency). Namun, harus saya katakan bahwa saya memulainya lebih dulu beberapa bulan sebelumnya, dan saya merasa berhasil. Saya merasa diberdayakan," ucap dia.

    Atas prestasinya itu, Prabowo merasa menjadi salah satu dari sedikit Presiden Indonesia yang mampu menghemat 18 miliar dollar AS secara tunai dalam tiga bulan pertama pemerintahannya.

    Ia mengakui, ada banyak program yang harus ia batalkan untuk penghematan itu.

    Baca juga: Prabowo Yakinkan Pebisnis Amerika, Perjanjian Dagang Besar RI-AS Bakal Diselesaikan

    Salah satunya pengeluaran yang tidak perlu seperti upacara atau seremoni di berbagai institusi pemerintah.

    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

    "Jika itu adalah budaya kita, kita harus mengakui bahwa itu adalah kelemahan; kita menghabiskan banyak uang untuk hari ulang tahun. Setiap kementerian punya hari ulang tahun, setiap pemerintah provinsi, setiap kabupaten memiliki hari ulang tahun," ujar Prabowo.

    "Bisa Anda bayangkan berapa ratus upacara yang kita adakan setiap minggu dan setiap bulan di seluruh Indonesia? Jadi, saya batalkan saja itu semua," imbuhnya.

    Kepala Negara meminta, acara yang tidak perlu itu dirayakan secara sederhana.

    Jika pun acara ulang tahun, agenda itu cukup dirayakan di dalam kantor dengan makan siang kecil atau makanan bungkus saja, untuk menjaga rasionalitas.

    Ia ingin uang negara digelontorkan hanya untuk kepentingan rakyat.

    "Mari kita pikirkan apa yang bisa kita lakukan untuk rakyat. Itulah pendekatan saya. Saya bertekad dan saya memang telah menghemat banyak uang," jelas Prabowo.

    Baca juga: Di Depan Pengusaha Amerika, Prabowo Jamin Iklim Investasi RI Kondusif

    Pangkas Uang Perjalanan Dinas

    Selain upacara seremoni, mantan Menteri Pertahanan (Menhan) ini juga memutuskan untuk memangkas biaya perjalanan dinas luar negeri dari institusi pemerintah yang mencapai miliaran dollar.

    Sebelum kebijakan diberlakukan, banyak institusi pemerintah yang melakukan perjalanan dinas ke luar negeri hanya untuk studi banding.

    Padahal menurut Prabowo, masalah di dalam negeri sudah sangat jelas tanpa perlu studi banding berlebihan.

    Ia bahkan menemukan kasus studi banding soal pengentasan kemiskinan di Australia. Padahal negara itu adalah salah satu dari sepuluh negara terkaya di dunia.

    "Dan lucunya, saat mereka mengirim tim ke sana, saya dengar dari teman-teman saya di Australia, saat itu sedang musim Paskah. Orang Australia sedang libur, jadi tidak ada orang yang bisa diajak diskusi! Hal-hal seperti ini terjadi, dan saya bertekad untuk bersikap rasional," tandas Prabowo.

    KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

    Komentar
    Additional JS