0
News
    Home Berita Featured Prabowo Subianto Spesial

    Prabowo Sebut Lebih Takut pada Birokrat Korup Ketimbang Kuntilanak - SindoNews

    6 min read

     

    Prabowo Sebut Lebih Takut pada Birokrat Korup Ketimbang Kuntilanak


    Makin mudah baca berita nasional dan internasional.


    Jum'at, 13 Februari 2026 - 18:10 WIB


    Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pernyataan bernada satire terkait tantangan reformasi birokrasi di Tanah Air di depan para ekonom. Foto: Tangkapan layar

    JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pernyataan bernada satire terkait tantangan reformasi birokrasi di Tanah Air di depan para ekonom. Dalam acara Indonesia Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (13/2/2026), Prabowo mengaku lebih khawatir menghadapi birokrat yang korup dibandingkan sosok gaib seperti kuntilanak.

    Awal mulanya, Prabowo menyinggung persoalan efisiensi, kebocoran anggaran, hingga praktik korupsi yang dinilainya masih marak. Ia menegaskan perlunya komitmen bersama untuk membersihkan berbagai bentuk penyelewengan.

    “Saudara-saudara, efisiensi dan tidak ada masalah banyak kawan-kawan luar negeri. Kita tidak perlu malu kalau kita punya kekurangan. Korupsi masih terlalu banyak. Kita harus habiskan korupsi dari bumi Indonesia. Segala kebocoran, segala penyelewengan, segala manipulasi ya semua tingkatan. Saya kumpulkan pengusaha-pengusaha yang sebagian besar adalah kawan saya sendiri, saya sampaikan sudahlah, kalian sudah besar, sudah kaya, patuhi peraturan,” kata Prabowo.

    Baca juga: Prabowo Tegaskan Hukum Tak Boleh Jadi Alat Politik: Saya Berani Berikan Abolisi dan Amnesti

    Prabowo kemudian menyoroti kecenderungan sebagian pihak yang dinilainya mencari celah untuk mengakali aturan. Apalagi, kata Prabowo, orang-orang yang berada di sistem birokrasi tersebut harus benar.

    “Kalian pinter-pinter, tapi di Indonesia ini orang pinter itu pinternya pinter mencari peluang mengatasi peraturan. Benar? Ini dari sekolah kita belajar. Iya kan? Ini hilangkan budaya itu ya. Tapi masalahnya pemerintah birokrasi juga harus bener. Kadang-kadang birokrasi yang tidak bener. Iya kan?” katanya.

    Prabowo menyinggung sebuah kutipan yang dikaitkan dengan tokoh Inggris, Winston Churchill, yang disebut lebih takut kepada birokratnya sendiri dibandingkan kepada Adolf Hitler. Ia mengaku tidak memastikan kebenaran kutipan tersebut, namun menangkap semangat pesannya.

    “Ada yang sampaikan ke saya bahwa Winston Churchill pernah mengatakan ‘I am more afraid of my bureaucrats than I am afraid of Adolf Hitler’, katanya. Tapi kita nggak tahu apa bener atau tidak dia mengatakan begitu. Tapi kira-kira semangatnya seperti itulah ya. Ya saya juga begitu. Mungkin dirubah deh, aku yang ngomong ya ‘I am more afraid of my own bureaucrats than I am afraid of siapalah, kuntilanak atau apa gitu’,” ujar Prabowo yang disambut tawa para hadirin.

    Pada kesempatan itu, Prabowo pun menyerukan pentingnya membangun “The New Indonesia” yang bersih dari praktik korupsi. “So, kita harus bersihkan ya. Kita harus ada The New Indonesia. The New Indonesia harus tidak boleh, tidak boleh ada korupsi!” kata Prabowo.

    Kemudian, Prabowo menegaskan bahwa sistem demokrasi menjadi faktor utama yang mengantarkannya menduduki kursi Presiden. Ia menyebut, tanpa demokrasi, dirinya tidak mungkin bisa terpilih sebagai kepala negara.

    “Untung kita masih negara apa itu kita masih, kita negara demokrasi kan? Bener? Demokrasi apa, agak demokrasi ya. Agak ya, lumayan lah demokrasi kita kan? Kalau nggak ada demokrasi gue nggak jadi Presiden loh saudara-saudara. Iya kan? Bener nggak?” kelakarnya.

    Prabowo juga menanggapi tudingan sejumlah pihak yang menyebut dirinya cenderung otoriter. “Jadi jangan ini loh ada apa tuh, kelompok-kelompok yang selalu mengeluh, Indonesia beginilah, Prabowo otoriter lah, bener nggak?”

    Meski demikian, Prabowo mengakui ada pandangan di masyarakat yang menginginkan langkah tegas dalam memberantas korupsi.

    “Tapi kalau ditanya rakyat, jangan-jangan perlu juga sedikit-sedikit otoriter, jangan-jangan, untuk melawan koruptor-koruptor itu. Tapi kita demokratis, jadi kita masih moderat ya,” ujarnya.

    Ia pun membandingkan dengan sejumlah negara lain yang sistem pemerintahannya berubah-ubah. “Banyak negara lain nggak tahu dah, hari ini ada, besoknya nggak ada. Iya kan? Jangan-jangan efektif yang itu, jangan-jangan.”

    Namun, di akhir pidatonya, terlebih saat menyadari kehadiran wartawan dan para duta besar negara sahabat, Prabowo kembali menegaskan komitmennya terhadap demokrasi.

    “Waduh ini ada banyak wartawan ya. Waduh ada lagi banyak duta besar nih, negara Barat lagi waduh gue. I am completely democratic. Completely,” kelakarnya disambut tawa oleh para hadirin.

    (rca)

    wa-channel

    Follow WhatsApp Channel SINDOnews untuk Berita Terbaru Setiap Hari

    Follow

    Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!

    Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya

    Infografis

    Kaleidoskop 2025: 6...

    Kaleidoskop 2025: 6 Program Utama Pemerintahan Prabowo-Gibran

    Komentar
    Additional JS