0
News
    Home Amerika Serikat Berita Featured Prabowo Subianto Spesial

    Prabowo Undang Pengusaha AS Investasi di Indonesia: Kami Punya Banyak Cadangan Mineral - Kompas

    6 min read

     

    Prabowo Undang Pengusaha AS Investasi di Indonesia: Kami Punya Banyak Cadangan Mineral



    Robertus Belarminus

    Editor

    KOMPAS.com - Presiden Prabowo Subianto mengundang pengusaha-pengusaha Amerika Serikat untuk berbisnis dan berinvestasi di Indonesia.

    Undangan tersebut disampaikan Prabowo dalam pertemuan dengan Kamar Dagang Amerika Serikat (USCC), US-ASEAN Business Council (USABC), dan US-Indonesia Society (USINDO) di Gedung USCC, Washington DC, Amerika Serikat, Rabu (18/2/2026) sore waktu setempat.

    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

    Dalam pertemuan yang juga dihadiri oleh perwakilan dari Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dan beberapa menteri serta petinggi BUMN, Prabowo mengungkap ada sejumlah program-program prioritas yang saat ini dijalankan oleh pemerintah, khususnya 18 proyek hilirisasi.

    Prabowo juga memaparkan Indonesia berhasil menjaga stabilitas di berbagai sektor, mulai dari ekonomi, politik, dan telah membuat perubahan-perubahan menuju tata kelola pemerintahan yang bersih, serta memperkuat penegakan hukum untuk melawan korupsi dan kartel.

    Nenek Penjual Nasi Uduk Maafkan Pencuri Uangnya

    Baca juga: Prabowo Hadiri KTT Dewan Perdamaian Gaza di AS Hari Ini, Lalu Teken Tarif Trump

    "Kami terbuka, kami membutuhkan investasi, dan kami menginginkan lebih banyak investasi, dan kami yakin kami kompetitif, kami atraktif, dan kami punya banyak cadangan mineral yang dibutuhkan untuk produksi teknologi-teknologi baru," kata Prabowo di hadapan para pengusaha-pengusaha ternama AS dalam acara Business Summit di Gedung US Chamber of Commerce (USCC), Washington DC, Amerika Serikat, seperti dilansir dari Antara, Kamis (19/2/2026).

    "Jadi silakan datang ke Indonesia, terima kasih," ujar Prabowo, saat menutup pidatonya dalam acara tersebut.

    Prabowo berpidato selama kurang lebih 45 menit di hadapan para pengusaha asal AS.

    Beberapa hal yang diangkat seperti perjanjian perdagangan timbal balik (agreement on reciprocal trade/ART) yang akan segera ditandatangani, kemudian perkembangan situasi di Indonesia yang kondusif untuk investasi, kemudian peluang-peluang kerja sama, termasuk di bidang energi dan sumber daya mineral, khususnya mengenai cadangan mineral tanah jarang (rare earth).

    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

    Presiden juga membagikan capaian-capaian yang berhasil ditorehkan dalam periode setahun pemerintahannya, berikut program-program prioritas pemerintah.

    Baca juga: Prabowo Teken Kesepakatan Tarif Trump Besok, Istana Harap Angkanya Turun

    "Saya telah bertemu dengan banyak pemimpin perusahaan AS, bahkan dalam waktu saya yang singkat saat saya berada di sini. Saya bertemu dengan anda sekalian sekarang, dan saya merasa sangat optimistis. Kami ingin perusahaan-perusahaan AS menjadi mitra yang strategis," kata Prabowo, dalam kesempatan itu.

    Prabowo mengatakan, pemerintah Indonesia, dari masa ke masa hingga yang saat ini menjabat, selalu berusaha menjadi tuan rumah yang baik untuk para investor.

    "Saya kira banyak pemain lama dan mereka yang berpartisipasi dalam perekonomian kami akan mengakui pemerintah Indonesia, dan saya sendiri juga akan melanjutkan tradisi itu: Kami selalu berusaha melindungi investor-investor. Kami selalu berusaha menjadi tuan rumah yang baik, dan menciptakan iklim yang baik untuk para investor," ujar Prabowo.

    Baca juga: Prabowo Beri Bantuan Rp 72,75 Miliar untuk Pembelian Sapi ke 19 Daerah di Aceh

    Dalam pertemuan itu, yang merupakan agenda pertama Presiden Prabowo di Washington DC, Presiden didampingi oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani, CIO Danantara Pandu Sjahrir, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, dan Duta Besar Republik Indonesia untuk Amerika Serikat Dwisuryo Indroyono Soesilo.

    Kemudian, dari kalangan pengusaha, ada Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie, Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri, Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Tony Wenas, dan Chairman of the Board of Freeport-McMoRan Inc Richard C. Adkerson.

    KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

    Komentar
    Additional JS