0
News
    Home Aluminium Berita Featured Hilirisasi Spesial

    Proyek Hilirisasi Aluminium Dibangun, Bisa Serap 65.000 Tenaga Kerja - CNBC Indonesia

    5 min read

     

    Proyek Hilirisasi Aluminium Dibangun, Bisa Serap 65.000 Tenaga Kerja


    Foto: dok Istimewa

    Mempawah, CNBC Indonesia - Holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Industri Pertambangan MIND ID tengah membangun proyek hilirisasi bauksit-aluminium terintegrasi di Mempawah, Kalimantan Barat.

    Hal ini ditandai dengan acara peresmian peletakan batu pertama alias groundbreaking proyek Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) Fase 2 dan smelter kedua aluminium PT Inalum pada Jumat (6/2/2026) lalu. Kedua proyek ini diresmikan oleh Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara).

    Direktur Utama MND ID Maroef Sjamsoeddin mengatakan, proyek hilirisasi bauksit-alumina-aluminium terintegrasi ini akan menciptakan lapangan kerja hingga 65.000 orang.

    Adapun total investasi dari proyek terintegrasi ini, termasuk proyek SGAR Fase 1 yang telah beroperasi, SGAR Fase 2, smelter aluminium kedua Inalum, dan pembangkit listrik di Mempawah, Kalimantan Barat ini diperkirakan mencapai Rp 104,5 triliun.

    "Pembangunan dan operasi fasilitas dan peleburan alumina merupakan program strategis nilai investasi Rp 104,55 triliun atau setara dengan US$ 6,23 miliar," ungkapnya saat memberikan laporan kepada CEO Danantara Rosan Roeslani pada acara peresmian groundbreaking, Jumat (6/2/2026) di Mempawah, Kalimantan Barat.

    "Ini berperan strategis dalam memperkuat pasokan bahan baku mengurangi ketergantungan impor dan meningkatkan posisi Indonesia dalam pasokan global. Dapat menimbulkan multiplier effect yang dapat meningkatkan output ekonomi domestik, akan terdapat peningkatan PDB sekitar Rp 71,8 triliun per tahun," paparnya.

    "Selanjutnya proyek ini akan memperkuat penerimaan negara Rp 6,6 triliun per tahun. Menyerap 65 ribu tenaga kerja, baik secara langsung maupun tak langsung, dari konstruksi hingga sekitar pendukung," ujarnya.

    "Kami ucapkan terima kasih atas dukungan pemerintah pemangku kepentingan dan mitra yang telah berkontribusi dalam mewujudkan proyek strategis ini. Semoga Allah memberkahi apa yang kita rencanakan dan program hilirisasi ini sesuai harapan," tandasnya.

    Direktur Utama Inalum Melati Sarnita menjelaskan bahwa angka 65.000 tenaga kerja tersebut merupakan akumulasi dari dampak ekonomi yang tumbuh di area sekitar proyek, bukan hanya pekerja langsung di dalam pabrik.

    Untuk tenaga kerja langsung yang diserap oleh operasional perusahaan, jumlahnya mencapai sekitar 3.200 orang yang terbagi di dua fasilitas utama, yakni SGAR Fase 2 dan smelter aluminium.

    "Kalau kita bicara langsung, smelter itu sekitar 2.300. Kemudian untuk SGAR 2 sendiri sekitar hampir di 881 orang. Tapi kesempatan kerja itu kan nanti multiplier karena ada perekonomian yang tumbuh dengan adanya pabrik ini di area Kalimantan Barat," jelasnya.

    "Dan saya rasa ini akan memberikan dampak positif, terutama kepada masyarakat Kalimantan Barat," ujarnyai.

    Data Proyek

    Berdasarkan data MIND ID, berikut data proyek hilirisasi bauksit-aluminium terintegrasi yang dibangun MIND ID:

    Mulai pembangunan/ groundbreaking:

    SGAR Fase 2

    Investasi: Rp 14,8 triliun

    Kapasitas: 1 juta ton alumina per tahun

    Status: Groundbreaking

    SDM: Sekitar 878 tenaga kerja

    Smelter Aluminium ke-2 Inalum di Mempawah

    Investasi: Rp 40,6 triliun

    Kapasitas: 600 ribu ton aluminium per tahun

    Status: Groundbreaking

    SDM: Sekitar 1.370 tenaga kerja

    Pembangkit listrik di Mempawah

    Investasi: Rp 32,3 triliun

    Kapasitas: 1.250 MW

    Status: Groundbreaking

    SDM: Sekitar 1.500 tenaga kerja

    Proyek Existing:

    SGAR Fase 1

    Investasi: Rp 16,7 triliun

    Kapasitas: 1 juta ton alumina per than

    Status: Beroperasi

    SDM: Sekitar 881 tenaga kerja

    Smelter Aluminium pertama di Kuala Tanjung, Sumatra Utara

    Kapasitas: 275.000 ton aluminium per tahun

    Fase pertama aluminium sekunder: 30.000 ton per tahun

    Pembangkit listrik (PLTA) Asahan, Sumatra Utara

    PLTA Tangga: 317 MW

    PLTA Siguragura: 286 MW

    Total: 603 MW.

    (wia)

    Komentar
    Additional JS