tirto.id - Putri pemimpin tertinggi Korea Utara, Kim Jong Un yang bernama Kim Ju Ae telah ditunjuk sebagai pelaksana tugas (Plt) direktur jenderal (dirjen) urusan rudal di negara tersebut. Hal ini menjadi sorotan dunia karena usia Ju Ae yang masih 13 tahun.

Informasi mengenai hal ini berasal dari sumber otoritas intelijen Korea Selatan yang menyebut mendapatkan laporan bahwa putri Kim kini berperan sebagai “direktur jenderal rudal” di Korea Utara.

Posisi ini dianggap sangat strategis karena berkaitan langsung dengan program nuklir dan misil negara tersebut.

Berdasarkan analisis intelijen Korsel, seperti diberitakan TV Chosun, meskipun secara resmi jabatan direktur jenderal rudal dipegang oleh Jang Chang Ha, putri Kim diduga menerima laporan langsung dari para jenderal dan bahkan memberikan arahan tertentu.

Kim Ju Ae Disiapkan Jadi Penerus Kim Jong Un?

Kim Jong Un secara konsisten mengajak putrinya dalam banyak acara kenegaraan termasuk tampil di parade militer yang foto-fotonya yang dirilis media pemerintah pada hari ini.

Kim Jong Un dan dan putrinya mengenakan jaket kulit yang memperlihatkan keduanya berdiri berdampingan menyaksikan barisan besar militer di Lapangan Kim Il Sung, Pyongyang, dalam rangka penutupan kongres Partai Buruh Korea (Workers’ Party of Korea).

Penampilan kompak ayah dan anak ini memicu spekulasi luas bahwa Ju Ae sedang dipersiapkan sebagai calon penerus kepemimpinan. Para analis menilai keputusan mengenakan busana identik dengan putrinya bukan kebetulan, melainkan pesan politik yang disengaja.

Kim Jong Un bersama Kim Ju-ae

Pemerintah Korea Utara ini menunjukkan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, kanan, dan putrinya di lokasi peluncuran rudal di Bandara Internasional Pyongyang di Pyongyang, Korea Utara, Jumat, November 18, 2022. Kantor Berita Pusat Korea/Layanan Berita Korea melalui AP

Ju Ae juga terlihat berjalan di karpet merah di samping ayahnya saat menerima penghormatan dari para jenderal militer. Badan intelijen Korea Selatan sebelumnya menyatakan bahwa Ju Ae tampak telah “ditunjuk” sebagai penerus, meski sebagian pakar menilai usianya yang masih remaja membuatnya belum mungkin memegang jabatan resmi partai.

"Dalam simbolisme politik Korea Utara, penampilan itu memiliki bobot—terkait dengan citra pemimpin sebagai penjamin utama keamanan nasional dan kemakmuran masa depan. Jadi, ketika pakaian simbolis yang sama dikenakan pada putrinya yang masih muda, sulit untuk menganggapnya sebagai kebetulan," ujar Analis Lim Eul Chul dikutip laman CNA.

Ju Ae pertama kali diperkenalkan ke publik internasional pada 2022 ketika mendampingi ayahnya dalam uji coba rudal balistik antarbenua. Pemerintah Korea Utara tidak pernah mengumumkan usia pasti Ju Ae, namun para analis memperkirakan ia masih awal remaja.

Kim Jong Un Ancam Akan Hancurkan Korsel

Di tengah spekulasi suksesi ini, Kim Jong Un juga menyampaikan sikap politik dan militernya. Ia menegaskan tidak akan membuka dialog dengan Korea Selatan dan bahkan menyatakan militernya mampu “menghancurkan sepenuhnya” negara tetangganya itu.

Terhadap Amerika Serikat, ia mengatakan hubungan bisa membaik jika Washington menghentikan kebijakan yang dianggap “bermusuhan” terhadap Pyongyang dan mengakui status Korea Utara sebagai negara bersenjata nuklir.

“(Jika Washington) menghormati status negara kita saat ini sebagaimana diatur dalam Konstitusi … dan menarik kebijakan permusuhannya … tidak ada alasan mengapa kita tidak dapat bergaul dengan baik dengan Amerika Serikat”, kata Kim dikutip Al Jazeera.

Kim juga menyerukan pengembangan sistem persenjataan baru, termasuk rudal balistik antarbenua yang bisa diluncurkan dari bawah laut dan perluasan senjata nuklir taktis untuk memperkuat daya gentar militernya.

Menurut laporan media resmi dan kantor berita Korea Selatan, kongres Partai Buruh yang diadakan lima tahun sekali itu dihadiri sekitar 5.000 perwakilan dan ditutup dengan parade militer besar-besaran.

Pasukan berseragam kamuflase dan perlengkapan tempur khusus berbaris di bawah sorotan lampu, dan pesawat tempur melakukan atraksi terbang rendah.

Walau tidak jelas persenjataan apa saja yang dipamerkan, kehadiran Ju Ae di podium kehormatan bersama ayahnya semakin menguatkan dugaan bahwa ia sedang diproyeksikan sebagai bagian dari kelanjutan dinasti “garis keturunan Paektu” yang telah memerintah Korea Utara selama beberapa dekade.