0
News
    Home Berita Featured Kesehatan Spesial Tips & Tricks Virus Nipah

    Ramai Virus Nipah, Begini Tahapan Gejala yang Muncul dari Hari ke Hari - detik

    3 min read

     

    Ramai Virus Nipah, Begini Tahapan Gejala yang Muncul dari Hari ke Hari


    Jakarta -

    Virus Nipah kembali muncul di India, teridentifikasi di Benggala Barat. Virus ini menular dari hewan ke manusia, terutama kelelawar buah.

    Penularan bisa terjadi lewat makanan yang terkontaminasi, seperti getah kurma mentah, maupun melalui kontak dari manusia ke manusia. Saat sudah menyebar antarmanusia, virus ini dapat berkembang dengan cepat dan berujung fatal.

    Dengan tingkat kematian yang dilaporkan mencapai 40-75 persen, kemunculan satu kasus saja sudah cukup membuat banyak negara meningkatkan kewaspadaan.

    SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

    Apa yang Membuat Virus Nipah Begitu Berbahaya?

    Berbeda dengan banyak infeksi umum lain, hingga kini belum tersedia obat antivirus maupun vaksin khusus yang digunakan secara luas. Selain itu, gejalanya juga kerap sulit dikenali sejak awal.

    "Virus Nipah dianggap sangat berbahaya karena tingkat kematiannya yang tinggi, yang berkisar antara 40-75 persen. Ada kasus di mana para penyintas melaporkan komplikasi neurologis jangka panjang," jelas ahli anestesi dan perawatan klinis di Rumah Sakit Kailash Deepak, India, Dr Ashutosh Kumar Garg.

    "Saat ini, tidak ada pengobatan antivirus atau vaksin khusus yang tersedia untuk virus Nipah, dan perawatan medis sebagian besar bersifat suportif, berfokus pada manajemen gejala dan perawatan intensif bila diperlukan," sambungnya, dikutip dari Times of India.

    Ia menjelaskan virus Nipah tidak langsung menimbulkan gejala setelah seseorang terinfeksi. Masa inkubasi umumnya berlangsung antara 4-14 hari.

    "Kadang-kadang virus ini dapat tetap tidak aktif hingga 45 hari. Ini adalah 'periode diam' yang berbahaya karena Anda mungkin merasa baik-baik saja, sementara virus tersebut sedang berinkubasi di dalam tubuh," terang konsultan neurologi di Rumah Sakit Yashoda, Hyderabad, India.

    "Setelah aktif, penyakit ini sering berkembang dalam dua fase yang berbeda, yaitu 'fase seperti flu' dan 'fase parah'," tambahnya.

    Gejala Infeksi Virus Nipah

    Dr Bharat menjelaskan bahwa pada fase pertama, infeksi virus Nipah kerap menyerupai penyakit umum. Tahapannya seperti flu biasa.

    Orang yang terinfeksi dapat mengalami demam tinggi mendadak, sakit kepala parah, nyeri otot, sakit tenggorokan, muntah, dan mual.

    "Selama tahapan ini, sering kali disalahartikan sebagai influenza atau COVID-19," kata Dr Bharat.

    Kondisi seseorang dapat memburuk saat memasuki fase kedua. Fase ini merupakan zona berbahaya karena pasien mulai menunjukkan beberapa tanda masalah neurologis.

    "Tahapan ini menjadi berbeda dan berbahaya. Virus Nipah memiliki kemampuan yang kuat untuk menyerang otak dan dapat menyebabkan ensefalitis, yaitu peradangan otak," tegasnya.

    Menurut Dr Bharat, di fase ini pasien bisa mengalami pusing, rasa mengantuk berlebihan, penurunan kesadaran, hingga kebingungan terhadap orang, waktu, atau tempat. Gangguan pernapasan seperti pneumonia juga bisa saja terjadi.

    "Orang yang terinfeksi pada tahap 2 mungkin juga mengalami kejang atau konvulsi yang tidak terkontrol. Dalam kasus yang parah, pasien juga bisa mengalami koma, dalam waktu 24-48 jam setelah gejala neurologis mulai muncul," tegasnya.

    (sao/sao)

    Komentar
    Additional JS