0
News
    Home Berita Emas Featured Ray Dalio Spesial

    Ray Dalio Ingatkan Bahaya di Depan Mata, Emas Kembali Jadi Andalan Investor - Viva

    4 min read

     

    Ray Dalio Ingatkan Bahaya di Depan Mata, Emas Kembali Jadi Andalan Investor

    Jakarta, VIVA – Harga emas kembali menarik perhatian investor global setelah mengalami rebound kuat pasca penurunan harga dalam aksi jual pasar yang lebih luas belakangan ini. Di tengah ketidakpastian ekonomi dan gejolak geopolitik, salah satu investor tersukses dunia, Ray Dalio, kembali menegaskan bahwa emas adalah tempat terbaik untuk menyimpan uang.

    KPK Sebut Pegawai Bea Cukai Punya 'Safe House' untuk Simpan Uang-Emas Hasil Suap

    Dalio, Chairman sekaligus Co-Chief Investment Officer Bridgewater Associates LP, menyampaikan pandangannya saat menghadiri World Governments Summit di Dubai, Uni Emirat Arab. 

    GULIR UNTUK LANJUT BACA

    Menurutnya, emas menawarkan stabilitas yang jarang ditemukan aset lain, terutama saat pasar bergejolak dari hari ke hari. “Emas naik sekitar 65 persen dari setahun yang lalu, dan turun sekitar 16 persen dari puncaknya. Dan saya pikir orang salah sangka saat bertanya, apakah harganya akan naik dan turun, dan apakah saya harus membelinya?” ujar Dalio, sebagaimana dikutip dari Live Mint, Jumat, 6 Februari 2026.

    KPK Sita Total Rp40,5 M di Kasus Impor Bea Cukai, Ada Emas hingga Uang Asing

    Ia menekankan bahwa alih-alih fokus pada fluktuasi harga jangka pendek, bank sentral dan dana kekayaan negara seharusnya bertanya lebih strategis seperti, berapa persentase portofolio yang sebaiknya dialokasikan untuk emas?

    “Karena emas adalah diversifier, ketika masa buruk datang, emas tampil unik dengan kinerja baik; dan saat masa baik, kurang begitu dominan, tapi tetap menjadi diversifier yang efektif untuk bagian portofolio lain yang kurang baik,” tambahnya.

    IHSG Ditutup Anjlok Imbas Harga Emas Turun tapi 3 Saham Unggulan Ini Tetap Perkasa

    Strategi alokasi bukan sekadar jargon investasi. Dalio menegaskan bahwa diversifikasi portofolio adalah hal paling penting untuk mengurangi risiko di tengah ketidakpastian ekonomi global.

    Situasi ini menjadi semakin relevan ketika ia memperingatkan dunia kini berada di ambang perang modal atau capital war, kondisi di mana ketegangan geopolitik dan volatilitas pasar perdagangan dapat memicu reaksi berantai yang memperburuk pasar keuangan.

    “Artinya bukan berarti kita sudah berada di dalam perang modal, tetapi kita cukup dekat, dan akan sangat mudah melewati ambang itu karena ketakutan bersama,” kata Dalio.

    Sinyal positif datang dari rebound harga emas yang berlanjut selama dua hari berturut-turut. Harga emas spot naik lebih dari 2 persen, mencapai US$5.044,74 per ounce setelah lonjakan hampir 6 persen sehari sebelumnya, perolehan harian terbesar sejak November 2008.

    Emas sempat mencapai level tertinggi sepanjang masa di US$5.594,82 per ounce, sementara kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman April juga naik signifikan.

    GULIR UNTUK LANJUT BACA

    Pandangan Dalio memberikan pelajaran berharga bagi investor individu maupun institusi. Emas, menurutnya, bukan sekadar alat lindung nilai namun juga komponen penting dalam manajemen risiko portofolio yang sehat.

    Daripada hanya berfokus pada fluktuasi harga harian, investor disarankan berpikir jangka panjang dan mempertimbangkan alokasi strategis emas sebagai bagian dari diversifikasi.


    Komentar
    Additional JS