0
News
    Home Berita Featured Lampung Lintas Peristiwa Spesial Tol Bakauheni

    Santri Tewas Tertabrak Mobil Saat Nyeberang Tol Bakauheni Lampung - Kumparan

    5 min read

     

    Santri Tewas Tertabrak Mobil Saat Nyeberang Tol Bakauheni Lampung

    Rekaman CCTV memperlihatkan korban terjatuh saat menyeberang di tol. dok Istimewa

    Seorang pejalan kaki tewas tertabrak Toyota Avanza B 2308 TRR di ruas Tol Bakauheni-Terbanggi Besar (Bakter) KM 122+800 A, wilayah Gunung Sugih, Kabupaten Lampung Tengah, Lampung, Senin (16/2/2026) pukul 15.03 WIB.

    Korban yang berstatus pelajar itu diketahui bernama Zainal Arifin (16), warga Kampung Bulusari, Kecamatan Bumiratu Nuban, Lampung Tengah.

    Dalam rekaman CCTV terlihat korban berlari bersama rekannya menyeberang dari jalur B ke A. Saat berada di tengah jalan, korban terjatuh.

    Tak lama kemudian, datang mobil Avanza yang dikendarai Puryono (42) dari arah Bandar Lampung menuju Terbanggi Besar. Karena jarak sudah dekat, pengemudi tak sempat menghindar dan menabrak korban.

    Mobil tersebut sempat berhenti beberapa meter setelah kejadian, dan pengemudi langsung memberi pertolongan. Akibat peristiwa itu, korban mengalami luka berat di bagian kepala, tangan, dan kaki. Ia sempat dilarikan ke RS Harapan Bunda, namun nyawanya tidak tertolong.

    Santri Mau Cari Kayu Bakar

    Saat dikonfirmasi, Kasat Lantas Polres Lampung Tengah, Glend Felix Siagian, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia mengatakan korban merupakan santri di wilayah Gunung Sugih.

    “Korban ini siswa Pondok Pesantren Markaban Sidorejo, Kecamatan Gunung Sugih. Jadi memang santri, bukan warga yang tinggal di sekitar tol,” kata dia.

    Ia menambahkan, berdasarkan pengakuan dua rekan korban, mereka nekat menyeberang tol untuk mencari kayu bakar.

    “Menurut pengakuan mereka, mau mencari kayu bakar. Satu terjatuh saat melintas,” jelasnya.

    Menurut Glend, saat ini pihaknya masih mendalami kronologi lengkap terkait peristiwa tersebut.

    Sementara itu, Direktur PT Bakauheni Terbanggi Besar Toll, I Wayan Mandia, menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya korban.

    “Kami menyampaikan belasungkawa yang setulus-tulusnya. Peristiwa ini menjadi duka bagi kita semua, dan kami turut merasakan kehilangan yang mendalam. Semoga keluarga diberi ketabahan,” kata dia.

    Ia memastikan petugas tol langsung turun membantu penanganan di lokasi, termasuk memfasilitasi ambulans hingga pengantaran jenazah ke rumah duka dan proses pemakaman sebagai bentuk empati perusahaan.

    “Kami memastikan petugas segera melakukan penanganan dan membantu evakuasi. Kami juga memfasilitasi ambulans hingga pengantaran jenazah. Ini bentuk tanggung jawab moral kami kepada keluarga korban,” tambahnya.

    Wayan menegaskan pihaknya rutin menggelar sosialisasi setiap bulan ke desa-desa sekitar ruas tol dan mengimbau masyarakat tidak beraktivitas di jalan tol.

    “Kami mengimbau kembali bahwa jalan tol bukan untuk pejalan kaki. Aktivitas seperti menyeberang sangat berbahaya karena kendaraan melaju dengan kecepatan tinggi. Mari patuhi aturan demi keselamatan bersama,” pungkasnya.

    Komentar
    Additional JS