0
News
    Home Bencana Berita Featured Gunung Semeru Lintas Peristiwa Spesial

    Semeru Erupsi Luncurkan Awan Panas 6 Kilometer, Kolom Abu Capai 2.000 Meter - Kompas TV

    4 min read

     

    Semeru Erupsi Luncurkan Awan Panas 6 Kilometer, Kolom Abu Capai 2.000 Meter

    Gunung Semeru erupsi dengan letusan setinggi 2 km disertai luncuran awan panas guguran sejauh 6 km pada Sabtu (14/2/2026) pagi. (Sumber: ANTARA/HO-PVMBG)

    LUMAJANG, KOMPAS.TV — Gunung Semeru kembali menunjukkan aktivitas tinggi pada Sabtu (14/2/2026) pagi dengan meluncurkan awan panas sejauh enam kilometer dari puncak kawah. 

    Erupsi tersebut terjadi pada pukul 05.54 WIB dan mengarah ke sektor tenggara atau Besuk Kobokan, salah satu jalur utama aliran material vulkanik dari gunung tertinggi di Pulau Jawa itu.

    Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian menyebutkan erupsi pertama berupa awan panas guguran dengan jarak luncur sekitar enam kilometer. 

    Baca Juga: Tanggul Jebol Diterjang Banjir Lahar Hujan Semeru, Jalur Antar Dusun di Lumajang Terputus

    “Terjadi erupsi pada pukul 05.54 WIB dan erupsi berupa awan panas guguran dengan jarak luncur enam kilometer mengarah ke sektor tenggara (Besuk Kobokan), sebaran abu teramati mengarah ke timur laut-utara,” ujarnya dikutip dari Antara.

    Tinggi kolom letusan pada erupsi tersebut teramati sekitar 2.000 meter di atas puncak atau mencapai 5.676 meter di atas permukaan laut (mdpl). 

    Kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan bergerak ke arah utara serta timur laut. 

    Erupsi itu terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 25 mm dan durasi 238 detik.

    Tak lama berselang, Gunung Semeru kembali erupsi pada pukul 07.25 WIB.

    Pada kejadian kedua ini, tinggi kolom letusan teramati sekitar 1.500 meter di atas puncak atau 5.176 mdpl. 

    Kolom abu kembali terpantau berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan bergerak ke arah utara serta timur laut. 

    “Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 20 mm dan durasi 275 detik,” kata Sigit.

    Baca Juga: Tanggul Jebol, Begini Perjuangan Warga Lumajang Seberangi Banjir Lahar Gunung Semeru | KOMPAS SIANG

    Gunung yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, tersebut saat ini berada pada status aktivitas vulkanik Level III (Siaga).

    Dengan status itu, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan sejumlah rekomendasi bagi masyarakat di sekitar kawasan rawan.

    PVMBG melarang masyarakat melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi. 

    Di luar jarak tersebut, masyarakat juga diminta tidak beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.

    Selain itu, masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar. 

    Warga juga diminta mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, serta lahar di sepanjang aliran sungai dan lembah yang berhulu di puncak Semeru.

    Terutama di Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, Besuk Sat, serta sungai-sungai kecil yang menjadi anak Sungai Kobokan.

    PVMBG terus melakukan pemantauan intensif terhadap aktivitas Gunung Semeru dan mengimbau masyarakat untuk mengikuti perkembangan informasi dari sumber resmi. 

    Baca Juga: Warga Nekat Terjang Banjir Lahar Semeru Demi Antar Siswa ke Sekolah | BU


    Komentar
    Additional JS