Terungkap, AS Belum Siap Menyerang Iran, Ini Alasannya - SindoNews
Terungkap, AS Belum Siap Menyerang Iran, Ini Alasannya
Makin mudah baca berita nasional dan internasional.
Selasa, 03 Februari 2026 - 18:23 WIB
Tentara Iran menggelar latihan militer. Foto/media negara iran
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) belum siap menyerang Iran karena perlu mengerahkan lebih banyak sistem pertahanan udara ke Timur Tengah agar mampu menangkis kemungkinan pembalasan. Kabar itu diungkap dalam laporan Wall Street Journal, mengutip pejabat Amerika yang tidak disebutkan namanya.
Selama beberapa pekan terakhir, Washington telah mengirimkan apa yang digambarkan Presiden AS Donald Trump sebagai "armada besar dan indah" ke Timur Tengah, yang dipimpin kapal induk USS Abraham Lincoln, untuk menekan Teheran agar menerima kesepakatan nuklir baru.
Meskipun telah dilakukan peningkatan kekuatan militer, serangan udara Amerika terhadap Iran "belum akan segera terjadi" karena Washington perlu memastikan Israel, sekutu Arabnya, dan pasukan AS di kawasan tersebut terlindungi dengan baik, menurut WSJ dalam artikel pada hari Minggu, mengutip sumber-sumbernya.
“Pentagon saat ini sedang memindahkan baterai Thaad dan sistem pertahanan udara Patriot tambahan ke pangkalan-pangkalan yang menampung pasukan Amerika di Yordania, Kuwait, Bahrain, Arab Saudi, Qatar, dan tempat lain,” kata para pejabat pertahanan kepada media tersebut.
Setelah AS dan Israel membom fasilitas nuklir Iran Juni lalu, Teheran membalas dengan serangan terhadap Israel serta dengan menyerang pangkalan udara Amerika al-Udeid di Qatar. Kerusakan pada fasilitas AS terbatas karena Iran memberikan peringatan terlebih dahulu kepada Washington.
Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, memperingatkan pada hari Minggu bahwa tindakan militer AS apa pun akan memiliki konsekuensi yang luas di seluruh Timur Tengah, dengan mengatakan, "Mereka harus tahu bahwa jika mereka memulai perang kali ini, itu akan menjadi perang regional."
Kemudian pada hari itu, Trump menolak pernyataan Khamenei, tetapi tetap membuka pintu untuk diplomasi. "Tentu saja dia akan mengatakan itu," kata presiden. "Semoga kita akan membuat kesepakatan. Jika kita tidak membuat kesepakatan, maka kita akan mengetahui apakah dia benar atau tidak."
Kepala Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani, yang mengadakan pembicaraan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskow pada hari Jumat, mengatakan kemajuan sedang dibuat menuju negosiasi dengan AS.
Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov juga mendesak dialog antara kedua pihak, menekankan, “Tindakan kekerasan apa pun hanya akan menciptakan kekacauan di kawasan itu dan menyebabkan konsekuensi yang sangat berbahaya.”
Baca juga: Laksamana Iran Peringatkan Serangan AS akan Picu Serangan ke Israel
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Infografis

Iran-Israel Perang, Ini Peta Pangkalan Militer AS di Timur Tengah