Viral Video Beredar, Ponpes Nuril di Mojokerto Disapu Angin Kencang - beritajatim
Mojokerto (beritajatim.com) – Cuaca ekstrem disertai angin kencang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Mojokerto pada, Sabtu (31/1/2026) sore. Tak hanya menyapu rumah warga dan fasilitas umum (fasum), angin kencang juga menyapu bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Islam (Nuris) di Desa Jabontegal, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto.
Dari video yang beredar di media sosial (medsos), hujan turun dengan deras disertai angin kencang terjadi di halaman asrama putra. Saat kejadian, bertepatan dengan sambang wali santri. Di video yang beredar, tampak para santri dan wali santri panik dan berhampuran menyelamatkan diri dari amukan angin kencang.
Bahkan, tenda yang berada di halaman asrama putra tersapu angin hingga terbang dan rusak. Video yang lain memperlihatkan kerusakan yang ditimbulkan oleh angin kencang pasca kejadian. Video memperlihatkan di halaman asrama putri dengan beberapa sepeda motor tampak roboh dan tenda perak poranda. Papan di halaman roboh.
Bendahara Yayasan Ponpes Nuris Mojokerto, H. Muhammad Ikhsan mengatakan, angin kencang terjadi sekira pukul 16.00 WIB. “Angin puting beliung terjadi sekitar setengah jam. Saat itu, ada agenda wali santri jenguk santri di pondok pesantren. Warga sekitar juga merasakan dampaknya,” ungkapnya, Minggu (1/2/2026).
Meski video yang beredar di masyarakat membuat panik, namun ia menegaskan, dampak yang dialami Ponpes Nuris tidak besar. Meski sempat disapa angin kencang namun agenda sambang wali santri tidak berdampak, semua santri maupun wali santri dalam kondisi baik-baik saja.
“Alhamdulillah dampaknya hanya genting rusak dan pagi tadi sudah kita tangani. Kemarin juga pasca kejadian, semua juga baik-baik saja. Wali santri maupun para santri dalam kondisi baik, seluruhnya aman dan tidak ada korban,” tegasnya.
Berdasarkan data rekapitulasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto, kerusakan tersebar di empat dusun, yakni Dusun Jogodayoh, Bekatul, Jabon, dan Guwo. Total terdapat 39 rumah warga dan fasilitas umum yang terdampak akibat kejadian tersebut. [tin/aje]