Viral Video Ukhti Mukena Pink Tanpa Sensor, Publik Dibuat Penasaran - Radar Bangkalan
RadarBangkalan.id - Istilah “ukhti mukena pink tanpa sensor” mendadak viral di berbagai platform media sosial pada awal Ramadan. Kata kunci seperti “ukhti mukena pink”, “ukhti mukenah pink asli”, hingga “ukhti mukenah pink viral terbaru” bahkan masuk daftar trending di platform seperti X, TikTok, serta pencarian populer di Google Trends sejak Rabu malam, 25 Februari 2026.
Baca Juga: Cara Tukar Uang Lewat Pintar.bi.go.id Tanpa Antre, Simak Panduan Lengkapnya
Viralnya video tersebut bukan karena promosi atau penjualan mukena yang meningkat saat Ramadan, melainkan karena adanya bagian video yang ditutup sensor berupa persegi putih di area dada perempuan dalam rekaman. Bagian yang disensor inilah yang memicu rasa penasaran publik.
Fakta Video Ukhti Mukena Pink
Konten video memperlihatkan seorang perempuan muda mengenakan mukena berwarna pink bermotif geometri, terlihat sedang berdoa atau bersiap salat. Namun, perhatian publik justru tertuju pada bagian yang disensor.
Baca Juga: Viral Pencarian Video 23 Detik Pelajar Karangasem, Warganet Diminta Waspada Jebakan Phishing
Potongan video berdurasi singkat itu diunggah ulang oleh berbagai akun, sehingga penyebarannya berlangsung sangat cepat. Akibatnya, frasa-frasa pencarian terkait versi “tanpa sensor” ikut melonjak dan menjadi trending.
Hingga kini, belum ada konfirmasi resmi mengenai keberadaan versi panjang atau versi asli tanpa sensor sebagaimana diklaim sejumlah akun anonim. Sebagian besar konten yang beredar hanya berupa potongan pendek tanpa informasi jelas soal waktu, lokasi, maupun identitas pihak dalam video.
Baca Juga: Inter Milan Tersingkir dari Liga Champions Usai Dikalahkan Bodo/Glimt 1-2
Ramai Permintaan Link, Muncul Risiko Penipuan
Seiring meningkatnya atensi publik, kolom komentar di berbagai platform dipenuhi permintaan tautan video lengkap. Sejumlah unggahan bahkan menggunakan narasi provokatif untuk menarik klik, dengan janji akses eksklusif terhadap video “asli”.
Baca Juga: Juventus Tersingkir Dramatis, Galatasaray Bungkam Comeback 10 Pemain di Liga Champions
Fenomena ini memicu kekhawatiran karena banyak tautan yang beredar tidak memiliki sumber jelas. Beberapa di antaranya diduga mengarah pada situs phishing atau mengandung malware yang berpotensi mencuri data pribadi pengguna.
Pihak platform media sosial umumnya memiliki mekanisme pelaporan untuk konten menyesatkan dan tautan mencurigakan. Namun, penyebaran yang cepat sering kali membuat pengguna terlanjur mengakses link berbahaya sebelum dilakukan penindakan.
Baca Juga: Hasil Real Madrid vs Benfica: Vinicius Jr Jadi Penentu, El Real Melaju ke Babak 16 Besar
Pakar Keamanan Siber: Jangan Sembarangan Klik Link
Pakar keamanan digital mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur klaim sensasional, terutama jika disertai tautan yang tidak diverifikasi. Link semacam itu diduga merupakan modus phishing, yakni upaya pencurian data pribadi seperti akun media sosial hingga informasi perbankan.