0
News
    Home Amerika Serikat Berita Featured Hilirisasi Spesial

    Wamen Investasi Tegaskan AS Tetap Harus Investasi di Proyek Hilirisasi Mineral RI - Viva

    5 min read

     

    Wamen Investasi Tegaskan AS Tetap Harus Investasi di Proyek Hilirisasi Mineral RI

    Jakarta, VIVA – Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM, Todotua Pasaribu menegaskan, terkait dengan perjanjian perdagangan dengan Amerika Serikat (AS) dalam Agreement on Reciprocal Trade (ART), Indonesia tetap berpegang pada aturan yang melarang ekspor bahan mentah tanpa pengolahan.

    Karena itu, Todotua menegaskan bahwa setiap investor yang masuk ke sektor mineral, wajib menanamkan modal dalam proses pengolahan di dalam negeri.

    GULIR UNTUK LANJUT BACA

    “Sepanjang itu dilakukan aturan bahwa kalau mereka mau masuk, mereka harus berinvestasi dalam processing-nya. Karena negara kita secara undang-undang tidak mengizinkan terhadap raw material-nya kita yang keluar. Ada prosesnya, hilirisasinya, investasinya, mereka boleh masuk,” kata Todotua di Jakarta, Kamis, 26 Februari 2026.

    img_title

    Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/ BKPM, Todotua Pasaribu

    Photo :
    • Pertamina

    Dengan skema tersebut, pemerintah memastikan kerja sama yang terbangun bersifat setara dan saling menguntungkan. “Itu just normal business to business aja sebenarnya,” ujarnya.

    img_title

    Todotua mengatakan, akses AS terhadap mineral kritis Indonesia dalam kerangka kesepakatan dagang, tetap mensyaratkan investasi dan proses hilirisasi di dalam negeri.

    “Intinya permintaan AS untuk memberikan para pelaku usaha Amerika diberikan akses terhadap sektor-sektor mineral kita dan salah satunya rare earth, itu gak ada masalah sebenarnya," kata Todotua.

    Lebih lanjut, Todotua menjelaskan bahwa pemerintah telah menetapkan target realisasi investasi tahunan dan mendorong sektor prioritas berbasis hilirisasi, dengan total nilai penanaman modal di dalam negeri mencapai Rp 13.000 triliun dalam lima tahun ke depan.

    “Kita sudah punya planning besar terhadap investasi. Ada angka target investasi yang harus kita capai setiap tahunnya. Ada sektor-sektor prioritas yang kita dorong khususnya bicara kaitannya dengan konsep downstream,” ujarnya.

    Todotua menilai, hilirisasi memberikan pertumbuhan signifikan sekaligus memastikan sumber daya alam diproses di dalam negeri, sehingga menciptakan nilai tambah dan memperkuat ekosistem industri nasional.

    GULIR UNTUK LANJUT BACA

    Menurutnya, negosiasi dagang dan investasi bukan hanya dilakukan dengan AS, melainkan juga dengan Eropa dan negara mitra lainnya. Namun prinsip fundamentalnya tetap sama, yakni akses diberikan sepanjang ada komitmen investasi dan pengolahan di Indonesia.

    “Kita siap, mereka minta akses masuk, oke boleh. Sepanjang mereka melakukan investasi di hilirisasi, di-processing-nya kita berikan akses. It's equal trade,” ujarnya. (Ant).


    Komentar
    Additional JS