0
News
    Home Berita Cacar Monyet Dunia Internasional Featured Kesehatan Spesial WHO

    WHO Konfirmasi Varian Rekombinan Cacar Monyet, Risiko Publik Tetap Rendah, - KABARMEGAPOLITAN

    4 min read

     

    WHO Konfirmasi Varian Rekombinan Cacar Monyet, Risiko Publik Tetap Rendah


    ILustrasi cacar monyet /Dok/Pixabay

    KABARMEGAPOLITAN.com - Pada 15 Februari, kantor berita Xinhua News Agency melaporkan bahwa World Health Organization (WHO) telah menerima laporan terkait kemunculan strain rekombinan virus cacar monyet (mpox).

    Dalam buletin tertanggal 14 Februari, WHO menyebut dua pasien terkonfirmasi terinfeksi strain baru hasil rekombinasi antara cabang Ib dan IIb.

    Meski demikian, WHO menegaskan bahwa risiko infeksi bagi masyarakat umum tanpa faktor risiko khusus tetap rendah.

    WHO menjelaskan bahwa rekombinasi virus merupakan proses biologis alami yang sudah dikenal dalam virologi.

    Proses ini terjadi ketika dua virus yang berkerabat dekat menginfeksi satu inang (host) yang sama secara bersamaan, lalu terjadi pertukaran materi genetik. Hasilnya adalah strain baru dengan kombinasi genetik berbeda.

    Baca Juga: Kasus Cacar Monyet Meluas, Pemerintah Lakukan Upaya Pencegahan di Bandara Soekarno-Hatta 

    Kasus pertama infeksi strain rekombinan ini dilaporkan di Inggris — menjadi yang pertama di dunia. Pasien tersebut memiliki riwayat perjalanan ke negara-negara Asia Tenggara.

    Kasus kedua ditemukan di India, dengan riwayat perjalanan ke negara-negara di kawasan Semenanjung Arab.

    Analisis genom virus menunjukkan bahwa kedua pasien — yang tanggal timbul gejalanya terpaut beberapa minggu — terinfeksi strain rekombinan yang sama. Hal ini mengindikasikan kemungkinan jumlah kasus sebenarnya lebih tinggi dari yang terlaporkan.

    Kabar baiknya, berdasarkan informasi klinis, tidak ada pasien yang mengalami kondisi berat. Gejala yang muncul serupa dengan infeksi cacar monyet dari cabang lain.

    Otoritas kesehatan di negara terkait juga telah menyelesaikan pelacakan kontak dan pemeriksaan terhadap kontak erat. Hingga saat ini, belum ditemukan kasus penularan lanjutan (secondary cases).

    Berdasarkan bukti yang ada, WHO tetap mempertahankan penilaian risiko kesehatan masyarakat secara keseluruhan: tingkat risiko untuk populasi umum masih tergolong rendah.

    Cacar monyet adalah penyakit zoonosis — artinya dapat menular dari hewan ke manusia — yang disebabkan oleh virus monkeypox.

    Baca Juga: Muncul Varian Baru, Status Penyakit Cacar Monyet Jadi Darurat Kesehatan Global 

    Penularan utamanya terjadi melalui kontak dekat dengan penderita. Gejala umum meliputi:

    Ruam kulit yang terasa nyeri

    Pembengkakan kelenjar getah bening

    Demam

    Sakit kepala

    Nyeri otot

    Saat ini, virus cacar monyet terbagi menjadi dua cabang utama, yaitu cabang I dan cabang II, yang kemudian berkembang lagi menjadi subvarian seperti Ia, Ib, IIa, dan IIb.

    Munculnya strain rekombinan memang patut dipantau, namun berdasarkan data saat ini, belum ada indikasi peningkatan risiko luas bagi masyarakat.

    Tetap waspada, tapi tidak perlu panik.***


    Komentar
    Additional JS