0
News
    Home Berita Dunia Internasional Featured Iran Spesial

    10 Negara dengan IQ Tertinggi di Dunia, Ada Iran dan Tetangga Indonesia - detik

    10 min read

     

    10 Negara dengan IQ Tertinggi di Dunia, Ada Iran dan Tetangga Indonesia



    Iran. Foto: NurPhoto via Getty Images/NurPhoto
    Jakarta -

    Hasil pengukuran IQ negara-negara di dunia ini menunjukkan hasil yang menarik. Pada 10 besar negara dengan IQ tertinggi di dunia, ada Iran yang kini sedang berperang dengan Israel dan Amerika Serikat (AS).

    Selain itu, dua tetangga Indonesia yang masih dalam satu organisasi ASEAN, ada di posisi 10 besar. Hasil pengukuran IQ ini didapat dari tes dalam laman International IQ Test.

    Peringkat IQ terbaru dirilis pada 1 Januari 2026. Sampel terdiri dari 1.212.714 orang yang melakukan tes IQ pada 2025. Simak bagaimana peringkat negara-negara dengan IQ tertinggi di dunia!

    10 Negara dengan IQ Tertinggi di Dunia

    1. Korea Selatan

    • Rerata IQ: 106,97
    • Partisipan: 26.996
    • Rerata IQ tahun sebelumnya: 106,43

    2. China

    • Rerata IQ: 106,48
    • Partisipan: 229.918
    • Rerata IQ tahun sebelumnya: 107.19

    3. Jepang

    • Rerata IQ: 106.3
    • Partisipan: 55.994
    • Rerata IQ tahun sebelumnya: 106.4

    4. Iran

    • Rerata IQ: 104.8
    • Partisipan: 10.538
    • Rerata IQ tahun sebelumnya: 106.3

    5. Australia

    • Rerata IQ: 104.45
    • Partisipan: 4.245
    • Rerata IQ tahun sebelumnya: 102.57

    6. Rusia

    • Rerata IQ: 103.78
    • Partisipan: 29.170
    • Rerata IQ tahun sebelumnya: 103.16

    7. Singapura

    • Rerata IQ: 103.56
    • Partisipan: 6.880
    • Rerata IQ tahun sebelumnya: 105.14

    8. Mongolia

    • Rerata IQ: 102.61
    • Partisipan: 2.437
    • Rerata IQ tahun sebelumnya: 102.86

    9. New Zealand

    • Rerata IQ: 102.35
    • Partisipan: 1.184
    • Rerata IQ tahun sebelumnya: 102.08

    10. Vietnam

    • Rerata IQ: 102.26
    • Partisipan: 14.915
    • Rerata IQ tahun sebelumnya: 100.12.

    Tes IQ di https://international-iq-test.com/ ini telah diikuti oleh lebih dari 16 juta orang dan dikalibrasi menggunakan metode psikometrik standar. Semua skor dalam peringkat di atas berasal dari orang-orang yang mengikuti tes IQ Internasional di situs web ini antara 1 Januari 2025 dan 31 Desember 2025.

    Tes ini terinspirasi oleh format Raven's Progressive Matrices, sebuah ukuran penalaran nonverbal yang dirancang agar lebih adil secara budaya daripada tes yang terlalu berfokus pada bahasa. Tes ini menghasilkan rata-rata 100 dan deviasi standar 15 selama tiga tahun berturut-turut, serta memiliki saturasi g internal sebesar 0,943 selama dua tahun berturut-turut.

    Limitasi

    Dijelaskan dalam situs resmi, keterbatasan utama dari pengukuran ini meliputi:

    1. Bias akses internet

    Semua peserta memiliki akses internet. Pada 2025, diperkirakan 74% populasi dunia memiliki akses internet, sehingga cakupannya tidak universal.

    2. Apa yang diukur oleh tes ini?

    Matriks bergaya Raven berfokus pada penalaran nonverbal dan pengenalan pola. Tes ini tidak mencakup setiap domain kecerdasan.

    3. Batasan tes daring

    Setiap tes IQ daring harus diperlakukan sebagai informasi, bukan diagnostik.

    Mengapa Skor IQ Rata-rata di Berbagai Negara Bisa Berbeda?

    Perbedaan rerata IQ antarnegara dapat mencerminkan banyak faktor. Para peneliti sering membahas indikator seperti:

    1. Beban kesehatan (termasuk paparan penyakit menular)

    Sebuah studi pada 2010 menemukan bahwa negara-negara dengan beban penyakit menular yang lebih tinggi seringkali memiliki skor lebih rendah pada tes kognitif, berpotensi melalui dampak pada pembangunan dan pendidikan. Afrika termasuk di antara wilayah yang paling terdampak oleh penyakit menular.

    2. Nutrisi dan ketahanan pangan

    Sebuah studi pada 2024 menunjukkan anak-anak dengan pola makan yang lebih sehat cenderung memiliki skor lebih tinggi pada tes IQ. Akibatnya, negara-negara dengan pola makan yang lebih sehat (dan kurangnya kerawanan pangan) dapat menunjukkan skor rata-rata yang lebih tinggi.

    3. Kesempatan belajar dan stimulasi kognitif

    Sebuah studi pada 2022 melaporkan bermain catur secara teratur dapat meningkatkan kinerja anak-anak pada pengukuran yang berkaitan dengan IQ.

    Sebuah studi pada 1962 menemukan bahwa anak-anak bilingual berkinerja lebih baik pada tes kecerdasan tertentu daripada anak-anak monolingual. Secara lebih luas, aktivitas yang merangsang kognitif yang dipraktikkan secara teratur dalam suatu budaya dapat dikaitkan dengan kinerja penalaran yang lebih kuat.

    4. Genetika (pengaruh dalam populasi)

    Sebuah studi kembar pada 2013 melaporkan perkiraan heritabilitas IQ seringkali berada dalam kisaran 50%-80%, tergantung pada usia dan populasi. (Yang penting, heritabilitas menggambarkan variasi dalam suatu populasi di bawah kondisi tertentu-heritabilitas itu sendiri tidak menjelaskan perbedaan antar negara.)

    Secara keseluruhan negara-negara dengan sistem kesehatan yang lebih kuat, nutrisi yang lebih baik, dan akses yang lebih luas ke pendidikan berkualitas tinggi dan lingkungan yang memperkaya kognitif, akan cenderung mendapatkan skor lebih tinggi pada tes berbasis penalaran.



    Simak Video "Video: 5 Negara dengan IQ Tertinggi di Dunia, RI Nomor Berapa?"

    (nah/nwk)

    Komentar
    Additional JS