4 Negara yang Dukung Serangan Israel-Amerika Serikat ke Iran - Tribunnews
4 Negara yang Dukung Serangan Israel-Amerika Serikat ke Iran
TRIBUNJATIM.COM - Tindakan Amerika Serikat (AS) dan Israel yang melakukan serangan ke Iran pada Sabtu (28/2/2026), didukung sejumlah negara.
Israel dan AS menyerang sejumlah kota di Iran, termasuk Ibu Kota Teheran, dalam operasi militer gabungan yang disebut sebagai Operasi Tempur Besar.
Serangan terjadi di tengah negosiasi program nuklir dan rudal balistik Iran setelah berminggu-minggu ketegangan dan ancaman dari Washington.
Baca juga: 4 Negara yang Kecam Serangan Israel-Amerika Serikat ke Iran selain Rusia & China
Media Bulan Sabit Merah Iran menyebut, sedikitnya 201 orang tewas, 747 luka-luka, dalam serangan AS-Israel di Iran.
Iran kemudian membalas dengan meluncurkan rudal ke Israel utara dan pangkalan militer AS di Timur Tengah.
Sementara itu, dalam pernyataannya, Presiden AS Donald Trump mengaku, tujuan operasi militer AS adalah untuk menghancurkan misil Iran dan melumpuhkan industri misil negara tersebut.
Ia menyebut, operasi tersebut sebagai serangan masif yang masih berlangsung, dengan tujuan menghilangkan ancaman dari pemerintah Iran.
Lantas, negara mana saja yang mendukung tindakan Israel dan AS terhadap Iran?
Dikutip dari berbagai sumber via Kompas.com, berikut adalah negara-negara yang mendukung serangan yang dilakukan Israel-AS terhadap Iran:
Pada pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB di New York, Sabtu, Duta Besar AS Mike Waltz mengatakan, serangan AS-Israel ke Iran memiliki tujuan yang spesifik dan strategis.
Ia mengatakan serangan tersebut berguna untuk melumpuhkan kemampuan rudal yang mengancam sekutu dan melemahkan aset angkatan laut yang digunakan untuk mengacaukan perairan internasional.
"Serangan itu juga untuk mengganggu mekanisme yang mempersenjatai milisi proksi dan untuk memastikan rezim Iran tidak akan pernah dapat mengancam dunia dengan senjata nuklir," kata Walts, dilansir dari BBC, Minggu (1/3/2026).
2. Israel
Sependapat denga pernyataan Amerika Serikat, Duta Besar Israel Danny Dannon mengatakan, serangan tersebut bertujuan untuk menghentikan ancaman terhadap Israel dan menjaga stabilitas global.
"Israel bersama dengan Amerika Serikat bertindak untuk menghentikan ancaman eksistensial terhadap sekutu kami, dan stabilitas global," kata Donnan.
"Ketika sebuah rezim meneriakkan 'matilah Israel,' 'matilah Amerika', kami menanggapinya dengan serius. Kami mempercayai mereka dan kami bertindak. Tujuan kami jelas," lanjutnya.
3. Australia
Australia menyatakan dukungannya terhadap tindakan AS terhadap Iran dan mengatakan hal itu untuk mencegah Iran memperoleh senjata nuklir serta mengancam perdamaian dan keamanan internasional.
"Kami mendukung tindakan Amerika Serikat untuk mencegah Iran memperoleh senjata nuklir dan untuk mencegah Iran terus mengancam perdamaian dan keamanan internasional," kata Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, dilansir dari The Guardian, Sabtu (28/2/2026).
Meski begitu, Departemen Luar Negeri Australia (DFAT) tetap memperingatkan risiko serangan balasan dan eskalasi lebih lanjut di seluruh Timur Tengah setelah serangan tersebut.
Albanese juga mengatakan bahwa Australia berdiri bersama rakyat Iran dalam perjuangan melawan penindasan.
Menurutnya, rezim penguasa Iran telah menjadi kakekuatan yang mendestabilisasi selama puluhan tahun melalui program rudal balistik dan nuklirnya.
Albanese mengatakan, Iran melancarkan setidaknya dua serangan di wilayah Australia pada 2024 lalu yang menargetkan komunitas Yahudi, yang dimaksudkan untuk menciptakan ketakutan, memecah belah masyarakat, dan menantang kedaulatan.
Ia juga menyoroti penindakan brutal rezim Iran terhadap rakyatnya sendiri, yang menyebabkan ribuan warga sipil Iran tewas.
"Rezim yang mengandalkan penindasan dan pembunuhan terhadap rakyatnya sendiri untuk mempertahankan kekuasaan tidak memiliki legitimasi,” kata Albanese.
4. Kanada
Perdana Menteri Mark Carney mengatakan dalam pernyataan di akun media sosial X pada Sabtu (28/2/2026), bahwa Kanada mendukung tindakan AS.
"AS bertindak untuk mencegah Iran memperoleh senjata nuklir dan untuk mencegah rezimnya mengancam perdamaian dan keamanan internasional lebih lanjut," kata Carney, dilansir dari Time, Minggu.
"Posisi Kanada tetap jelas, Republik Islam Iran adalah sumber utama ketidakstabilan dan teror di seluruh Timur Tengah, ia memiliki salah satu catatan hak asasi manusia terburuk di dunia dan tidak boleh diizinkan untuk memperoleh atau mengembangkan senjata nuklir," lanjutnya.