0
News
    Home ASDP Berita Featured Lebaran Mudik Pelabuhan Gilimanuk Spesial

    Apa Penyebab Antrean Panjang di Pelabuhan Gilimanuk? Ini Kata ASDP Indonesia Ferry - Kompas TV

    4 min read

     

    Apa Penyebab Antrean Panjang di Pelabuhan Gilimanuk? Ini Kata ASDP Indonesia Ferry

    Kondisi lalu lintas menuju Pelabuhan Gilimanuk di Jembrana, Bali pada Minggu (15/3/2026), dipantau dari Pos Komando Polda Daerah Bali. (Sumber: ANTARA/HO-Humas Polda Bali)

    JAKARTA, KOMPAS.TV - Corporate Secretary ASDP Indonesia Ferry, Windy Andale, mengatakan antrean panjang kendaraan di Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali pada arus mudik Lebaran 2026, terjadi karena banyak faktor. 

    "Kalau kami melihatnya dari ASDP, ada banyak faktor yang menyebabkan peningkatan dari angkutan mudik, khususnya dari Gilimanuk menuju Ketapang di tahun 2026 ini. Tentu saja yang paling utama adalah tingginya animo masyarakat untuk melakukan perjalanan mudik di tahun 2026," katanya dalam Breaking News KompasTVSelasa (17/3/2026). 

    Windy mengatakan faktor lainnya karena rencana penutupan pelabuhan saat Nyepi yang jatuh pada tanggal 19-20 Maret 2026. 

    "Sehingga prediksi dari kami para pengguna jasa ini melakukan percepatan dalam pelaksanaan mudiknya. Jadi memang mereka mudik lebih awal menghindari nantinya penutupan pelabuhan pada saat periodenya," ujarnya. 

    Windy menyebut dari H-10 sampai H-5 Idulfitri 2026 sudah ada peningkatan jumlah penumpang, khususnya di lintasan penyeberangan Gilimanuk-Ketapang. 

    Baca Juga: Update Terkini Pelabuhan Gilimanuk: Antrean Capai 20 Km, ASDP Tambah Operasional Kapal

    Pada periode tersebut, kata dia, terjadi peningkatan jumlah penumpang kapal sebesar 0,7 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. 

    Ia juga mengungkap adanya peningkatan jumlah kendaraan yang menyeberang pada masa arus mudik tahun ini. 

    "Adapun untuk kendaraan sendiri, jumlah kendaraan berhasil kami seberangkan dari H-10 sampai dengan H-5 adalah 97.787 kendaraan atau sebesar 2,8 persen peningkatannya dibandingkan tahun sebelumnya," jelasnya. 

    Windy mengatakan peningkatan jumlah kendaraan tahun ini didominasi bus dan truk logistik yang akan menyeberang. 

    "Ini merupakan salah satu contributing factors kami melihatnya karena saat ini adalah pembatasan truk yang belum optimal sehingga turut berkontribusi terhadap kepadatan yang terjadi," ungkapnya. 

    Windy menyebut kepadatan tertinggi pada arus mudik Lebaran 2026 terjadi di akhir pekan, khususnya hari Minggu. 

    Baca Juga: Gilimanuk Padat, Kemenhub Tambah Armada dan Percepat Rotasi Kapal

    "Di hari Minggu khususnya, itu lonjakan yang terjadi per hari adalah sampai dengan 33 persen. Sementara di periode sebelumnya mulai dari H-10 itu belum terlalu terjadi peningkatan yang signifikan," jelasnya. 

    Windy menyatakan pihaknya berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk percepatan proses operasional pelabuhan.

    "Berapa hal yang kami lakukan di antaranya adalah penambahan jumlah kapal operasi sampai dengan 35 kapal per harinya di Gilimanuk dan Ketapang dan juga kita berlakukan pola operasi TBB atau tiba, bongkar, berangkat," katanya. 

    Kata dia, dengan penetapan TBB, pihaknya bisa mengurangi total waktu yang dihabiskan kapal di area pelabuhan dan bisa lebih cepat melayani antrean penumpang yang terjadi di Gilimanuk. 

     


    Komentar
    Additional JS