0
News
    Home Amerika Serikat Berita Dunia Internasional Featured Iran Konflik Timur Tengah Spesial

    AS Akui 200 Tentaranya Terluka akibat Serangan Iran di 7 Negara Timur Tengah - SindoNews

    5 min read

     

    AS Akui 200 Tentaranya Terluka akibat Serangan Iran di 7 Negara Timur Tengah


    Makin mudah baca berita nasional dan internasional.


    Selasa, 17 Maret 2026 - 07:41 WIB

    Militer AS akui sekitar 200 tentara mereka terluka akibat serangan Iran di tujuh negara Timur Tengah sejak perang dimulai 28 Februari. Foto/Tasnim News Agency/Amin Ahouei

    WASHINGTON - Militer Amerika Serikat (AS) telah mengakui bahwa sekitar 200 tentara mereka terluka akibat serangan Iran di tujuh negara di Timur Tengah sejak perang pecah 28 Februari. Angka ini sama dengan data yang disampaikan pihak Teheran sebelumnya.

    "Sebagian besar cedera ini ringan, dan lebih dari 180 tentara telah kembali bertugas, sementara 10 dikategorikan sebagai luka serius," kata juru bicara Komando Pusat (CENTCOM) AS Kapten Tim Hawkins, seperti dikutip dari AFP, Selasa (17/3/2026).

    Menurut Hawkins, ratusan tentara tersebut cedera saat bertugas di sekitar kawasan Timur Tengah, yakni di Bahrain, Irak, Israel, Yordania, Kuwait, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.

    Baca Juga: Para Penasihat Trump Menyesal AS Perang Melawan Iran, Terlalu Remehkan Rezim Teheran

    Pentagon, pada 10 Maret, mengumumkan jumlah tentara AS yang terluka sekitar 140 orang. Sedangkan jumlah tentara AS yang tewas sebanyak 13 orang—tujuh orang akibat serangan Iran dan enam akibat kecelakaan pesawat di Irak.

    Pada awal bulan ini, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengatakan pihak militer AS menderita 200 "korban jiwa" dalam serangan balasan Iran terhadap pangkalan-pangkalan Amerika di seluruh Timur Tengah.

    “Akibat serangan rudal terhadap pangkalan-pangkalan Amerika, setidaknya 200 personel militer AS tewas dan terluka,” tulis kantor berita Tasnim, mengutip pernyataan IRGC.

    Mengomentari serangan balasan Iran, petinggi IRGC Jenderal Ebrahim Jabbari memperingatkan Presiden AS Donald Trump bahwa Republik Islam memiliki kemampuan canggih dan siap untuk konflik yang berkepanjangan.

    “Pada awal perang, kami akan menyerang semua yang kami miliki dalam persediaan kami,” kata Jabbari, seraya berjanji akan meluncurkan rudal-rudal paling ampuh nanti.

    “Apa yang belum kami tunjukkan sampai sekarang, dan apa yang, seperti yang kami orang Iran katakan, kami ‘simpan dalam air garam', akan kami ungkapkan dalam beberapa hari mendatang,” imbuh dia.

    Serangan balasan Iran menargetkan beberapa fasilitas militer AS di Timur Tengah, termasuk pusat dukungan Armada Kelima di Bahrain, pangkalan di Kurdistan Irak, Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar, Pangkalan Udara Ali Al Salem di Kuwait, Pangkalan Udara Al Dhafra di Uni Emirat Arab, Pangkalan Udara Muwaffaq Al Salti di Yordania, dan Pangkalan Udara Prince Sultan di Arab Saudi.

    (mas)

    wa-channel

    Follow WhatsApp Channel SINDOnews untuk Berita Terbaru Setiap Hari

    Follow

    Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!

    Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya

    Infografis

    Ahmad Vahidi, Panglima...

    Ahmad Vahidi, Panglima Baru IRGC di Tengah Perang Lawan AS-Israel

    Komentar
    Additional JS