0
News
    Home Amerika Serikat Benjamin Netanyahu Berita Donald Trump Dunia Internasional Featured Iran Israel Konflik Timur Tengah Netanyahu Spesial

    AS dan Israel Mulai Beda Sikap soal Perang Iran, Trump Ingin Selesai, Netanyahu Maunya Lanjut - Tribunnews

    6 min read

     

    AS dan Israel Mulai Beda Sikap soal Perang Iran, Trump Ingin Selesai, Netanyahu Maunya  Lanjut

    AS dan Israel Mulai Beda Sikap soal Perang Iran, Trump Ingin Selesai, Netanyahu Maunya  Lanjut

    WARTAKOTALIVE.COM — Perbedaan pandangan mulai terlihat antara Amerika Serikat dan Israel terkait arah dan durasi konflik bersenjata dengan Iran.

     Di tengah eskalasi ketegangan yang telah berlangsung hampir dua pekan di kawasan Timur Tengah, Washington dikabarkan menginginkan perang segera diakhiri, sementara Tel Aviv justru mempertimbangkan untuk melanjutkan operasi militer terhadap Teheran.

    Laporan harian bisnis Amerika Serikat, Wall Street Journal, mengungkapkan adanya perbedaan pendekatan strategis antara kedua sekutu tersebut.

    Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dilaporkan hampir setiap hari berkomunikasi sejak konflik memanas.

    Namun, di balik komunikasi intens tersebut, sejumlah pejabat di Gedung Putih disebut mulai mengkhawatirkan ambisi Israel yang dinilai ingin memperluas dan memperpanjang operasi militer terhadap Iran.

    Pemerintahan Washington menilai konflik yang berkepanjangan berpotensi memperbesar risiko ketidakstabilan regional serta menyeret lebih banyak pihak ke dalam konfrontasi terbuka.

    Sumber yang mengetahui pembicaraan internal di Gedung Putih menyebutkan bahwa Amerika Serikat lebih mendorong pendekatan yang bertujuan menghentikan eskalasi secepat mungkin.

    Pemerintah AS disebut melihat momentum saat ini sebagai peluang untuk mengakhiri konfrontasi sebelum konflik berkembang menjadi perang yang lebih luas di kawasan.

    Di sisi lain, Israel dilaporkan memiliki kalkulasi yang berbeda.

    Pemerintah Israel diyakini ingin memanfaatkan momentum militer untuk melemahkan kemampuan strategis Iran, terutama yang berkaitan dengan fasilitas militer dan program persenjataan yang selama ini dianggap menjadi ancaman langsung bagi keamanan negara tersebut.

    Perbedaan pandangan ini mencerminkan dilema klasik dalam hubungan kedua sekutu lama itu.

    Amerika Serikat selama ini menjadi pendukung utama Israel dalam aspek diplomatik maupun militer. 

    Namun dalam sejumlah konflik regional, Washington kerap mengambil posisi yang lebih berhati-hati untuk mencegah meluasnya perang di Timur Tengah.

    Situasi ini juga terjadi di tengah meningkatnya ketegangan regional yang melibatkan sejumlah aktor lain di kawasan.

    Para analis menilai, jika operasi militer terus berlanjut tanpa batas waktu yang jelas, konflik dapat memicu keterlibatan kelompok bersenjata pro-Iran di berbagai negara serta membuka front konflik baru di kawasan.

    Sementara itu, pemerintah Israel menilai tekanan militer yang berkelanjutan diperlukan untuk memastikan Iran tidak lagi memiliki kemampuan yang dapat mengancam keamanan nasionalnya.

    Bagi Tel Aviv, penghentian operasi terlalu cepat dikhawatirkan justru memberi ruang bagi Iran untuk kembali memperkuat kapasitas militernya.

    Perbedaan strategi antara Washington dan Tel Aviv ini kini menjadi sorotan diplomatik internasional.

    Meski hubungan kedua negara tetap erat, dinamika yang muncul menunjukkan adanya perdebatan serius mengenai bagaimana konflik dengan Iran seharusnya diakhiri.

    Hingga kini, baik pemerintah Amerika Serikat maupun Israel belum memberikan pernyataan resmi yang secara terbuka mengonfirmasi adanya perbedaan sikap tersebut.

    Namun laporan sejumlah media internasional menunjukkan bahwa diskusi mengenai langkah selanjutnya masih berlangsung intens di tingkat pimpinan kedua negara.

    Di tengah ketidakpastian tersebut, komunitas internasional terus menyerukan deeskalasi agar konflik tidak berkembang menjadi krisis regional yang lebih luas.

     

     

     


    Komentar
    Additional JS