0
News
    Home Amerika Serikat Berita Dunia Internasional Featured Iran IRGC Israel Konflik Timur Tengah Spesial

    AS Hancurkan Markas Besar IRGC Iran: 'Kami Memenggal Kepala Ular' - SindoNews

    7 min read

     

    AS Hancurkan Markas Besar IRGC Iran: 'Kami Memenggal Kepala Ular'


    Makin mudah baca berita nasional dan internasional.


    Senin, 02 Maret 2026 - 09:09 WIB

    AS hancurkan markas besar IRGC Iran dalam serangan besar-besaran, yang digambarkan Washington sebagai pemenggalan kepala ular. Foto/NDTV

    WASHINGTON - Militer Amerika Serikat (AS) mengumumkan telah menghancurkan markas besar Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran dalam serangan skala besar pada hari Minggu. Penghancuran tersebut diibaratkan sebagai "pemenggalan kapal ular".

    Komando Pusat (CENTCOM) Amerika menyatakan bahwa IRGC bertanggung jawab atas kematian lebih dari 1.000 warga Amerika selama 47 tahun terakhir.

    Baca Juga: Perang Memanas, Serangan Rudal Iran Tewaskan 3 Tentara AS, 5 Lainnya Luka Parah

    "Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) telah membunuh lebih dari 1.000 warga Amerika selama 47 tahun terakhir. Kemarin, serangan besar-besaran AS telah memenggal kepala ular itu. Amerika memiliki militer terkuat di dunia, dan IRGC tidak lagi memiliki markas besar," kata CENTCOM dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip NDTV, Senin (2/3/2026).

    Militer Israel juga melaporkan telah melakukan serangan terhadap puluhan pusat komando militer Iran, termasuk yang milik IRGC, markas intelijen, pusat komando Angkatan Udara IRGC, dan markas keamanan internal.

    Menurut pernyataan Israel, serangan-serangan ini memberikan pukulan berat terhadap kemampuan komando dan kendali Iran, yang mengakibatkan tewasnya personel di fasilitas-fasilitas penting.

    Operasi gabungan AS-Israel berlanjut hingga Minggu malam, menyusul pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei pada hari Sabtu.

    Ledakan terjadi di Teheran pada Minggu malam, dengan Israel menyatakan bahwa serangannya menargetkan jantung ibu kota. Iran menanggapi dengan meluncurkan rudal dan drone ke Israel, instalasi militer AS di wilayah Teluk, ibu kota Saudi, dan Dubai.

    Sebelumnya pada hari Minggu, Iran menunjuk ulama berusia 66 tahun, Alireza Arafi, ke dewan kepemimpinan beranggotakan tiga orang yang bertugas memerintah negara hingga pemimpin tertinggi baru dipilih.

    Sementara itu, serangan Iran telah menewaskan tiga tentara Amerika dan menyebabkan lima lainnya terluka parah.

    CENTCOM telah mengonfirmasi kematian pertama di pihak militer AS tersebut. "Beberapa pasukan lainnya mengalami luka ringan akibat pecahan peluru dan gegar otak,” kata komando tersebut, tanpa menyebutkan lokasinya.

    Rudal-rudal Iran telah menargetkan beberapa pangkalan Amerika di Bahrain, Irak, dan Kuwait sebagai bagian dari konflik tersebut, yang oleh Pentagon disebut Operation Epic Fury.

    Ini adalah korban jiwa AS pertama yang dikonfirmasi sejak Presiden Donald Trump mengumumkan pada hari Sabtu bahwa AS telah memulai operasi tempur besar-besaran terhadap Iran.

    Korban jiwa di pihak militer Amerika tersebut kemungkinan akan meningkatkan tekanan pada Gedung Putih dan Pentagon untuk merespons dengan tegas, berpotensi memperluas konflik di luar serangan terbatas menjadi kampanye militer yang lebih berkelanjutan.

    Kematian para tentara Amerika yang dikonfirmasi juga merupakan perubahan signifikan dari pola eskalasi yang terukur dan terkendali baru-baru ini.

    Namun Trump mengatakan kepada NBC News dalam sebuah wawancara pada hari Minggu, “Kami memperkirakan akan ada korban jiwa dalam situasi seperti ini.”

    “Kami memiliki tiga korban, tetapi kami memperkirakan akan ada korban jiwa,” katanya. “Tetapi pada akhirnya ini akan menjadi hal yang hebat bagi dunia.”

    Operasi tersebut—yang digambarkan oleh Trump sebagai pukulan yang diperlukan terhadap infrastruktur militer dan nuklir Iran—telah mendorong kedua musuh bebuyutan itu ke konfrontasi paling langsung dalam beberapa tahun terakhir.

    Iran telah meluncurkan ratusan rudal balistik dan drone ke pasukan Amerika di wilayah Timur Tengah sejak serangan Amerika dan Israel dimulai, menurut seorang pejabat AS, sebagian besar di antaranya dicegat oleh pertahanan udara. Pejabat tersebut berbicara dalam kondisi anonim untuk membahas topik yang sensitif.

    Iran mengatakan telah membalas terhadap fasilitas militer AS di beberapa negara di Teluk Persia, serta meluncurkan rentetan rudal ke arah Israel. Ini termasuk Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar, Pangkalan Udara Ali Al Salem di Kuwait, Pangkalan Udara Al Dhafra di Uni Emirat Arab, dan pangkalan Angkatan Laut AS di Bahrain.

    Pangkalan Udara Muwaffaq Salti di Yordania juga menjadi sasaran, menurut media pemerintah Iran, serta pangkalan AS di Irak utara.

    Partai Demokrat AS dengan cepat menempatkan tanggung jawab pada Presiden Trump.

    “Dia mencoba mengelak seolah-olah ‘oh, kita sedang berperang, dan sungguh mengerikan jika anggota militer terbunuh,’” kata Senator Andy Kim dari Partai Demokrat. “Dia memilih ini. Dia menempatkan [pasukan AS] dalam bahaya. Mereka tidak harus mati.”

    (mas)

    wa-channel

    Follow WhatsApp Channel SINDOnews untuk Berita Terbaru Setiap Hari

    Follow

    Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!

    Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya

    Infografis

    Kehebatan Rudal Sijjil,...

    Kehebatan Rudal Sijjil, Senjata Andalan Iran Hancurkan Israel

    Komentar
    Additional JS