0
News
    Home Berita Dunia Internasional Featured Fosfor Putih Israel Konflik Timur Tengah Lebanon Spesial

    Bahaya Fosfor Putih yang Ditembakkan Israel ke Pemukiman Warga Lebanon - Tribunnews

    9 min read

     

    Bahaya Fosfor Putih yang Ditembakkan Israel ke Pemukiman Warga Lebanon

    Badan hak asasi manusia menyebut Israel secara ilegal menembakkan fosfor putih ke atas rumah-rumah warga di Lebanon.


    Ringkasan Berita:
    • Human Rights Watch (HRW) menemukan fakta Israel menggunakan amunisi fosfor putih dalam perang melawan sekutu Iran di Lebanon.
    • Fosfor putih ditembakkan Israel dari artileri ke rumah-rumah penduduk pada 3 Maret 2026 di kota YohmorLebanon selatan.
    • Efek pembakaran dari fosfor putih dapat menyebabkan kematian atau cedera parah yang mengakibatkan penderitaan seumur hidup.

    TRIBUNNEWS.COM, LEBANON - Badan hak asasi manusia menyebut Israel secara ilegal menembakkan fosfor putih ke atas rumah-rumah warga di Lebanon.

    Menurut Human Rights Watch (HRW) Israel menggunakan amunisi fosfor putih yang ditembakkan dari artileri ke rumah-rumah penduduk pada 3 Maret 2026 di kota Yohmor, Lebanon selatan.

    HRW, Senin (9/3/2026),  memverifikasi dan melakukan geolokasi terhadap tujuh gambar yang menunjukkan amunisi fosfor putih yang meledak di udara  di atas bagian permukiman kota.

    Ramzi Kaiss, peneliti Lebanon di Human Rights Watch, mengatakan penggunaan fosfor putih secara ilegal oleh militer Israel di atas wilayah pemukiman sangat mengkhawatirkan dan akan memiliki konsekuensi buruk bagi warga sipil.

    Ia menjelaskan lebih lanjut, “Efek pembakaran dari fosfor putih dapat menyebabkan kematian atau cedera parah yang mengakibatkan penderitaan seumur hidup.”

    Apa itu fosfor putih?

    Menurut Human Rights Watch fosfor putih adalah zat kimia yang tersebar dalam peluru artileri, bom, dan roket, yang mudah terbakar saat terkena oksigen.

    Reaksi kimia tersebut menghasilkan panas yang sangat tinggi hingga 815 derajat Celcius.

    Ini menghasilkan cahaya dan asap tebal yang digunakan untuk keperluan militer, tetapi juga menimbulkan luka mengerikan ketika fosfor bersentuhan dengan manusia.

    Fosfor ini tidak dianggap sebagai senjata kimia karena cara kerja utamanya menggunakan panas dan api, bukan karena toksisitasnya.

    Bagaimana fosfor putih ini digunakan?

    Fosfor putih digunakan terutama untuk mengaburkan operasi militer di lapangan.

    Zat ini bisa menciptakan tabir asap pada malam atau siang hari untuk menutupi pergerakan visual pasukan.

    Fosfor putih ini juga mengganggu optik inframerah dan sistem pelacakan senjata sehingga melindungi pasukan militer dari senjata berpemandu seperti rudal anti-tank.

    Saat terjadi ledakan di udara, fosfor putih menutupi area yang lebih luas dibandingkan saat ledakan di darat dan berguna untuk menutupi pergerakan pasukan dalam jumlah besar.

    Namun, dengan melakukan hal ini, senjata ini menyebarkan efek pembakar ke area yang lebih luas.

    Dan di wilayah padat penduduk seperti Gaza, senjata ini akan meningkatkan risiko bagi warga sipil.

    Saat senjata diledakkan di darat, zona bahaya lebih terkonsentrasi, dan tabir asapnya bertahan lebih lama.

    Awan dari fosfor putih bergantung pada kondisi atmosfer, sehingga tidak mungkin untuk menggeneralisasi berapa lama ia akan bertahan di udara.

    Fosfor putih juga bisa digunakan sebagai senjata pembakar. Pasukan Amerika Serikat menggunakan fosfor putih selama pertempuran kedua di Fallujah di Irak pada tahun 2004 untuk “memaksa keluar” para pejuang yang bersembunyi dengan asap, dan lalu menyerang mereka.

    Apa bahaya yang ditimbulkan oleh fosfor putih?

    Fosfor putih menyebabkan luka bakar parah, seringkali sampai ke tulang, yang penyembuhannya lambat dan kemungkinan besar menimbulkan infeksi.

    Jika masih ada fragmen fosfor putih yang tertinggal, dapat memperparah luka setelah perawatan dan kembali terbakar saat terpapar oksigen.

    Luka bakar fosfor putih yang hanya terjadi pada 10 persen bagian tubuh manusia sering berakibat fatal. Hal ini juga dapat menyebabkan kerusakan pernapasan dan kegagalan organ.

    Mereka yang selamat dari cedera awal sering kali mengalami penderitaan seumur hidup.

    Kontraktur—pengencangan otot dan jaringan lain secara permanen—menghambat mobilitas, sedangkan trauma akibat serangan awal, perawatan yang menyakitkan, dan bekas luka yang mengubah penampilan menyebabkan gangguan psikologis dan pengucilan sosial.

    Kebakaran yang disebabkan oleh fosfor putih juga dapat menghancurkan bangunan dan properti sipil, merusak tanaman, dan membunuh ternak.

    Selain itu, tidak memadainya sumber daya bagi penyedia layanan kesehatan di situasi konflik bersenjata memperburuk proses pengobatan luka bakar serius yang memang sudah sulit untuk dilakukan.

    Sumber: Al Jazeera/HRW

     


    Komentar
    Additional JS