Bahlil Klaim Stok Energi Indonesia Aman meski Seluruh Dunia Terdampak - Media Indonesia

MENTERI Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengeklaim bahwa stok energi di Indonesia aman meskipun saat ini hampir negara di seluruh dunia terdampak perang antara Amerika Serikat dan Iran.
Ia mengatakan cadangan minyak Indonesia masih dalam standar minimal nasional yakni 21-28 hari. Tapi ia menegaskan bukan berarti bahan bakar minyak atau BBM di Indonesia akan habis dalam 28 hari.
"Sekalipun dalam kondisi yang memang hampir semua dunia kena, tetapi kita bersyukur kepada Allah, BBM di negara kita tercinta, baik bensin, solar, maupun LPG, terpenuhi," ujar Bahlil di Jawa Tengah, Kamis (26/3).
Ia yakin cadangan minyak akan terdistribusi kembali karena pemerintah mengoptimalkan kilang-kilang minyak milik negara.
Lebih jauh, Bahlil mengatakan pasokan minyak mentah yang diimpor Indonesia diolah di kilang minyak tersebut. Selain itu, ia mengatakan sudah mencari alternatif solusi untuk impor minyak.
"Kita tahu bahwa 20 persen dari crude (minyak mentah) kita itu diambil dari Selat Hormuz. Sekarang, kami sudah ganti ke tempat lain dan pasokannya," ucap dia.
Sementara itu, pemerintah Filipina mengumumkans secara resmi darurat nasional nasional energi karena ada gangguan rantai pasok global imbas dari konflik di kawasan Timur Tengah. Pengumuman itu disampaikan Selasa (25/3).
Presiden Ferdinand Marcos Jr. telah menandatangani perintah yakni memberlakukan keadaan darurat dan mengaktifkan respons nasional untuk memulihkan kestabilan pasokan energi dan mencegah dampak ekonomi dari kenaikan harga bahan bakar. Filipina mengimpor minyak dari timur tengah hampir 26% dari konsumsi minyak negara. (Ant/H-4)