0
News
    Home Andrie Yunus Berita Featured Kasus KontraS Spesial TNI

    Beda Inisial Penyerang Andrie Yunus Versi Polisi dan TNI - Tempo

    6 min read

     

    Beda Inisial Penyerang Andrie Yunus Versi Polisi dan TNI

    Aktivis hak asasi manusia (HAM) ketika menggelar doa bersama dan solidaritas untuk Wakil Koordinator Kontras Andrie Yunus di depan Kantor Komnas HAM, Jakarta, 17 Maret 2026. Tempo/Amston Probel
    Perbesar
    Aktivis hak asasi manusia (HAM) ketika menggelar doa bersama dan solidaritas untuk Wakil Koordinator Kontras Andrie Yunus di depan Kantor Komnas HAM, Jakarta, 17 Maret 2026. Tempo/Amston Probel
    Logo

    KEPOLISIAN Daerah Metropolitan Jakarta Raya atau Polda Metro Jaya mengungkapkan inisial dua terduga pelaku penyiraman air keras kepada Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus. Menurut polisi, dua orang berinisial BHC dan MAK, menjadi eksekutor atau yang menyiram air keras ke tubuh Andrie.

    “Kami menduga bahwa dua orang yang kami tunjukkan dari satu data Polri, inisial BHC, MAK,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Iman Imanuddin dalam konferensi pers di Markas Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu, 18 Maret 2026. 

    Inisial tersebut berbeda dengan empat inisial terduga pelaku yang ditahan Tentara Nasional Indonesia atau TNI. Namun, Iman tak menjawab secara gamblang ketika ditanya apakah dua orang tersebut sudah ditangkap. Begitu pula ketika ditanya apakah terduga pelaku yang disebut polisi itu berbeda dengan yang ditahan TNI, Iman tak menjawab. 

    Pada Rabu siang, TNI menyebut empat inisial prajurit yang diduga terlibat sebagai pelaku penyerangan itu. Empat prajurit itu telah ditahan di Polisi Militer Komando Daerah Militer atau Pomdam Jaya sejak Rabu pagi. 

    "Tadi pagi saya telah menerima orang yang diduga tersangka melakukan kegiatan penganiayaan terhadap saudara Andrie Yunus," kata Komandan Puspom TNI Mayor Jenderal TNI Yusri Nuryanto dalam jumpa pers di Mabes TNI, Jakarta, pada Rabu siang. 

    Keempat prajurit yang ditahan itu berinisial NDP, SL, BWH, dan ES. Mereka merupakan anggota Badan Intelijen Strategis atau BAIS TNI dari matra udara dan laut. 

    TNI, kata Yusri, masih harus melakukan pendalaman mengenai barang bukti, motif penyiraman air keras, dan berbagai hal yang menguatkan bahwa keempat orang tersebut memang pelaku yang menyerang Andrie Yunus. “Jadi masih kami dalami ya,” ucapnya. 

    Andrie Yunus disiram air keras oleh orang tak dikenal di kawasan Jalan Talang, Salemba, Jakarta Pusat, pada Kamis malam, 12 Maret 2026. Koordinator KontraS Dimas Bagus Arya mengatakan, Andrie mengalami luka bakar hingga 24 persen akibat kejadian itu. Andrie ditangani oleh enam orang dokter dengan spesialisasi berbeda-beda yakni mata; telinga, hidung, tenggorokan atau THT; syaraf, tulang; thorax; organ dalam; dan kulit. 

    Dede Leni Mardianti berkontribusi dalam penulisan artikel ini.



    Komentar
    Additional JS