BREAKING NEWS: Israel Bersiap Hadapi Serangan Besar-Besaran Iran-Hizbullah - Republika
BREAKING NEWS: Israel Bersiap Hadapi Serangan Besar-Besaran Iran-Hizbullah
REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV – Pihak Israel dilaporkan sedang bersiap dihujani serangan besar-besaran dari Iran dan sekutunya Hizbullah di Lebanon malam ini. Sementara pasukan penjajahan Israel mewanti-wanti Israel akan menghadapi hari-hari yang sulit dalam beberapa waktu mendatang.
Seorang pejabat Israel mengatakan kepada jaringan Amerika CNN bahwa Perdana Menteri Benjamin Netanyahu sedang mengumpulkan pejabat tinggi politik dan keamanan untuk membahas perkembangan tersebut.
Laporan tersebut muncul di tengah rumor yang menyebar di media sosial tentang potensi kebakaran besar-besaran di Israel malam ini.
Kepala Komando Front Dalam Negeri IDF mengatakan “hari-hari sulit” menjelang akan terjadi di tengah tembakan rudal Iran dan serangan Hizbullah dari Lebanon. Sebab itu, pembatasan nasional tetap berlaku setidaknya hingga akhir pekan.
Saat ini, berdasarkan pedoman Komando Front Dalam Negeri Israel, kegiatan pendidikan dilarang, sementara pertemuan hingga 50 orang diperbolehkan, asalkan tempat penampungan dapat dicapai tepat waktu, dan tempat kerja dapat beroperasi dalam kondisi yang sama.

“Hari-hari penuh cobaan yang sulit ada di depan kita,” kata Mayjen Shai Klapper dalam pernyataan pers dari Israel utara. “Kami di Komando Front Dalam Negeri mempertimbangkan kebijakan pertahanan setiap hari, di samping pertimbangan utama untuk menjaga keamanan warga negara Israel, di samping menjaga kelangsungan nasional dan berfungsinya perekonomian Israel dan sistem pendidikan,” katanya.
Baca Juga :
Luhut Cerita Cerdiknya Iran Meladeni AS-Israel dan Sebut Dalang Malapetaka Adalah Negara-Negara Maju“Oleh karena itu, kebijakannya tetap tidak berubah untuk saat ini,” Klapper menambahkan. Pembatasan saat ini tetap berlaku hingga Sabtu pukul 8 malam. Pada saat itu, penilaian lain akan dilakukan oleh Komando Front Dalam Negeri.
Halaman 2 / 2
Almayadeen melaporkan, Gelombang 39 dari Operasi Janji Sejati 4, yang diluncurkan oleh Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) Iran sebagai tanggapan atas agresi AS-Israel terhadap rakyat dan kedaulatannya, dilakukan untuk menghormati dan mengenang para martir Iran yang gugur, termasuk Martir Amir Mousavi, dan menyerang sasaran AS di seluruh wilayah, menurut pernyataan IRGC.
IRGC mengatakan operasi tersebut melibatkan serangan terhadap posisi militer AS di Teluk dengan menggunakan berbagai jenis rudal balistik, termasuk rudal multi-hulu ledak Qadr, Khorramshahr, dan Emad.
Menurut pernyataan itu, pangkalan AS di Teluk dihancurkan selama operasi tersebut. IRGC juga memuji “serangan pasukan perlawanan yang efektif, heroik, dan berani,” dengan mengatakan bahwa serangan tersebut melengkapi operasi rudal dan drone skala besar yang dilakukan oleh pasukan Iran.
Hasilnya, selain kehancuran sasaran yang dituju, juga menimbulkan ketakutan di kalangan pemukim Israel, yang telah hidup di bawah bunyi sirene selama 11 hari sejak True Promise 4 diluncurkan.
Sementara itu, Selat Hormuz yang strategis masih berada di bawah kendali angkatan laut Iran. IRGC telah memperingatkan bahwa “agresor AS dan mitra mereka tidak punya hak untuk melewatinya.”