Buka Lebar Selat Hormuz, Iran: Hanya Musuh yang Dilarang Lewat! - Inilah
Buka Lebar Selat Hormuz, Iran: Hanya Musuh yang Dilarang Lewat!
Menlu Iran Abbas Araghchi. (Foto: Xinhua)
Teheran akhirnya angkat bicara soal simpang siur penutupan Selat Hormuz yang bikin pasar energi dunia senam jantung. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan bahwa jalur urat nadi minyak dunia tersebut tetap terbuka, namun dengan catatan tebal: bukan untuk Amerika Serikat (AS), Israel, dan para sekutunya.
Dalam wawancara eksklusif dengan penyiar MS Now pada Sabtu (14/3/2026), Araghchi mengirimkan pesan yang sangat terang benderang. Ia menyatakan bahwa pembatasan pelayaran bersifat diskriminatif secara politis dan militer. Jalur ini menjadi zona terlarang hanya bagi pihak-pihak yang terlibat dalam agresi terhadap Iran.
Target Spesifik: Kapal Tanker Musuh
"Selat Hormuz terbuka. Namun, selat itu ditutup rapat bagi kapal tanker dan kapal milik musuh-musuh kami, bagi mereka yang menyerang kami serta sekutu mereka. Selain itu? Silakan, yang lain bebas melintas," tegas Araghchi dengan nada dingin.
Diplomat senior Iran ini juga menepis kekhawatiran global terkait keselamatan pelayaran di kawasan Teluk. Menurutnya, kegaduhan soal keamanan navigasi yang muncul belakangan ini sama sekali tidak ada kaitannya dengan kebijakan pertahanan Iran, melainkan dampak logis dari agresi asing.
Dampak Serangan 28 Februari
Kondisi Selat Hormuz yang nyaris lumpuh ini merupakan imbas langsung dari serangan udara masif yang diluncurkan duet AS-Israel ke wilayah Iran pada 28 Februari lalu. Serangan tersebut tidak hanya merusak infrastruktur, tetapi juga menelan banyak korban sipil.
Teheran pun tak tinggal diam. Sebagai balasan, Iran menghujani wilayah Israel dan pangkalan militer AS di seluruh Timur Tengah dengan serangan balik. Eskalasi inilah yang memicu macetnya lalu lintas di jalur yang menguasai sekitar 20 persen perdagangan minyak, produk minyak bumi, dan gas alam cair (LNG) dunia tersebut.
Ancaman Krisis Energi Global
Posisi Iran yang mulai memilah-milah siapa yang boleh lewat di Hormuz menjadi ancaman nyata bagi stabilitas ekonomi global. Mengingat Selat Hormuz adalah jalur utama pasokan energi dari negara-negara Teluk Persia, pemblokiran spesifik terhadap AS dan sekutunya bisa memicu lonjakan harga minyak mentah secara drastis dalam waktu singkat.
Dunia kini menanti, apakah Washington dan Tel Aviv akan melunak, atau justru ketegangan di perairan strategis ini akan meledak menjadi konflik terbuka yang lebih besar.