0
News
    Home Alissa Wahid Berita Campak Featured Spesial

    Cegah Penyakit Campak, Alissa Wahid Jabarkan 5 Prinsip Pengasuhan Anak - NU Online

    5 min read

     

    Cegah Penyakit Campak, Alissa Wahid Jabarkan 5 Prinsip Pengasuhan Anak



    Jakarta, NU Online

    Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Alissa Qotrunnada Munawaroh Wahid menjabarkan lima prinsip pengasuhan anak yang dapat diterapkan orang tua untuk mencegah penyakit menular, termasuk campak.


    Ia menjelaskan bahwa dalam perspektif nilai-nilai Nahdlatul Ulama, pengasuhan anak tidak hanya berkaitan dengan pendidikan dan pembentukan karakter, tetapi juga tanggung jawab menjaga kesehatan anak serta lingkungan sekitarnya.


    “Dalam Nahdlatul Ulama, ada lima prinsip pengasuhan anak dalam mencegah penyakit menular, seperti penyakit campak. Penyakit menular membuat kita melanggar kemaslahatan bersama. Maka kewajiban kita untuk menghindarkan keburukan yang muncul dari penyakit menular yang beredar luas itu,” ujarnya dalam Webinar Ibu-Ibu dan Kader Ormas bertema Campak Bisa DicegahAyo Jaga Anak dan Keluarga, pada Rabu (11/3/2026).


    Pertama, prinsip rahmah atau kasih sayang. Menurut Alissa, kepedulian orang tua terhadap kesehatan anak merupakan wujud nyata kasih sayang. Melalui prinsip ini, upaya pencegahan penyakit seperti imunisasi dan vaksinasi menjadi bagian dari tanggung jawab orang tua.


    “Kita tidak ingin mereka menjadi generasi yang lemah, maka kita harus memperkuat kesehatan mereka. Salah satunya dengan vaksinasi imunisasi yang lengkap agar mereka terhindar dari berbagai penyakit yang akan mengganggu nafas mereka atau hak untuk hidup mereka,” jelasnya.


    Kedua, prinsip fitrah yakni pengakuan bahwa setiap anak memiliki keunikan dan kekhasan yang harus dijaga oleh orang tua.


    “Setiap anak memiliki keunikannya, kekhasannya dan karena itu kita punya kewajiban untuk menjaga keunikan anak tersebut,” ujar Alissa.


    Ketiga, prinsip mas’uliyyah atau tanggung jawab orang tua terhadap keselamatan anak. Dalam hal ini, orang tua harus mengambil keputusan yang terbaik demi kesehatan dan perlindungan anak dari penyakit.


    “Dalam mengasuh anak, orang tua yang mengambil tanggung jawab penuh atas keselamatan mereka. Kesehatan mereka menjadi tanggung jawab kita para orang tua. Karena itu imunisasi, vaksinasi, mencegah campak, mencegah penyakit penular lainnya itu adalah bagian dari kita menjalankan prinsip masuliah,” tegasnya.


    Keempat, prinsip uswah atau keteladanan. Alissa menekankan bahwa orang tua perlu memberi contoh dalam menjaga kesehatan serta mencegah penyebaran penyakit menular.


    “Sebagai orang tua, kita tentu ingin meneladankan kepada anak-anak agar mereka menjadi orang yang bertanggung jawab, agar tidak memikirkan diri sendiri, tetapi kontribusi mereka bagi bangsa. Salah satunya adalah dengan kita mencegah diri kita dari penyakit menular,” katanya.


    Kelima, prinsip maslahah yakni memastikan setiap keputusan yang diambil dalam keluarga membawa kebaikan, tidak hanya bagi anggota keluarga, tetapi juga bagi masyarakat di sekitarnya.


    “Dengan prinsip pengasuhan ini, kita memilih untuk menjadikan keluarga yang maslahah, keluarga yang baik dan membawa kebaikan bagi anggota keluarganya maupun bagi lingkungan atau masyarakat yang ada di sekitarnya,” ujarnya.


    Alissa menegaskan, kelima prinsip tersebut sejalan dengan nilai-nilai agama yang mendorong manusia untuk mencegah kerusakan serta melindungi kehidupan.


    “Dalam kerangka inilah sebetulnya agama sudah menuntun kita untuk selalu melindungi diri dari keburukan, dari kerusakan. Salah satunya kerusakan karena penyakit menular,” tegasnya.


    Data kasus campak

    Kementerian Kesehatan mencatat bahwa pada 2025 terdapat sekitar 63.769 kasus campak dengan 116 kejadian luar biasa (KLB). Sementara pada 2026 tercatat 8.810 kasus dengan 12 KLB yang terjadi di enam provinsi.


    Campak merupakan penyakit infeksi saluran pernapasan yang disebabkan oleh virus morbilli. Penyakit ini sangat menular karena satu orang yang terinfeksi dapat menularkan virus tersebut hingga 18 orang lainnya.


    Penularan campak tidak hanya terjadi melalui percikan ludah, tetapi juga dapat menyebar melalui udara ketika penderita batuk atau bersin, serta melalui benda yang terkontaminasi virus.


    Komentar
    Additional JS