0
News
    Home Berita Dunia Internasional Featured Iran Konflik Timur Tengah Spesial

    Dampak Perang Iran Lebih Mengerikan dari Gabungan 3 Krisis Minyak dalam Sejarah - Kompas

    5 min read

     

    Dampak Perang Iran Lebih Mengerikan dari Gabungan 3 Krisis Minyak dalam Sejarah

    TEHERAN, KOMPAS.com - Dunia saat ini disebut tengah menghadapi krisis energi yang skalanya melampaui gabungan guncangan minyak pada dekade 1970-an, ditambah dampak konflik modern seperti perang Rusia-Ukraina.

    Kabar buruk itu disampaikan oleh Direktur Eksekutif International Energy Agency (IEA), Fatih Birol, dalam sebuah forum media di Canberra, Australia, pada Senin kemarin.

    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

    Menurutnya, krisis energi yang dipicu konflik AS-Israel versus Iran telah melampaui dampak 3 krisis minyak yang pernah terjadi dalam sejarah, yakni pada 1973 dan 1979 serta gangguan gas akibat invasi Rusia ke Ukraina pada 2022.

    Baca juga: Trump Sesumbar Akan Sita Nuklir Iran jika Tercapai Kesepakatan, Klaim Sedang Negosiasi

    “Krisis ini, jika dilihat dari situasinya saat ini, adalah gabungan dari dua krisis minyak dan satu krisis gas,” kata Birol saat berbicara di National Press Club of Australia, dikutip dari Al Jazeera pada Senin (23/3/2026).

    Detik-detik Iran Sambut Kapal Perang Rusia, Siap Latihan Militer Meski "Digertak" AS

    Ekonomi global dalam ancaman serius

    Ia menjelaskan, pemicu utama gangguan pasokan energi ini tak lain karena penutupan efektif Selat Hormuz serta serangan terhadap berbagai fasilitas energi. 

    Baca juga: Tak Hanya Selat Hormuz, Laut Merah Jadi Titik Rawan Baru Dampak Perang AS-Israel dan Iran

    Kondisi ini akhirnya telah mengurangi pasokan minyak global sekitar 11 juta barrel per hari, atau lebih dari dua kali lipat dibanding total kekurangan pada krisis energi era 1970-an.

    Selain itu, pasokan gas alam cair atau LNG juga mengalami penurunan signifikan, yakni sekitar 140 miliar meter kubik.

    Angka ini jauh lebih besar dibanding kekurangan sekitar 75 miliar meter kubik setelah konflik Rusia-Ukraina pecah.

    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

    Baca juga: Sri Lanka Terapkan 4 Hari Kerja untuk Hemat BBM, Rabu Libur

    Birol menambahkan, sedikitnya 40 fasilitas energi di sembilan negara dilaporkan mengalami kerusakan berat akibat eskalasi konflik tersebut.

    “Ekonomi global saat ini menghadapi ancaman yang sangat besar, dan saya sangat berharap masalah ini dapat diselesaikan sesegera mungkin,” kata Birol.

    Ia juga mengungkapkan bahwa besarnya skala krisis ini sebelumnya belum sepenuhnya dipahami. Hal itu mendorongnya untuk mulai berbicara terbuka mengenai situasi tersebut sejak pekan lalu.

    Baca juga: Iran Bantah Nego dengan AS, Sebut Trump Akal-akalan Tekan Harga Energi

    Pelepasan cadangan minyak

    Sebagai langkah darurat, IEA yang berbasis di Paris telah mengumumkan rencana koordinasi pelepasan 400 juta barel minyak dari cadangan strategis.

    Selain itu, lembaga tersebut juga mengusulkan sejumlah kebijakan untuk menekan konsumsi energi.

    Langkah-langkah tersebut antara lain mendorong penerapan kerja jarak jauh, penggunaan kendaraan bersama, serta penurunan batas kecepatan di jalan tol.

    Baca juga: Bukan Cuma Minyak, Harga Aluminium Juga Naik Akibat Perang Iran


    Komentar
    Additional JS