0
News
    Home Berita Featured Jawa Barat Lebaran Mudik Spesial

    Dapat Uang Pengganti, Ojol dan Sopir Angkot di Jabar Diminta Tak Beroperasi Saat Mudik Lebaran - Merdeka

    6 min read

     

    Dapat Uang Pengganti, Ojol dan Sopir Angkot di Jabar Diminta Tak Beroperasi Saat Mudik Lebaran

    Untuk mencegah terjadinya kemacetan, para tukang ojek dan sopir angkot di Jawa Barat tidak diperbolehkan beroperasi selama periode mudik Lebaran.



    Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan kebijakan Larangan Siswa Bawa Motor ke sekolah tidak berlaku seragam, memberikan pengecualian bagi daerah terpencil. Dinas Pendidikan Jawa Barat akan memberlakukan aturan ini pada tahun ajaran baru 2026/2027.
    Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan kebijakan Larangan Siswa Bawa Motor ke sekolah tidak berlaku seragam, memberikan pengecualian bagi daerah terpencil. Dinas Pendidikan Jawa Barat akan memberlakukan aturan ini pada tahun ajaran baru 2026/2027. (AntaraNews)

    Selama masa mudik Lebaran, tukang ojek, sopir angkot, dan tukang becak di Jawa Barat tidak diperbolehkan untuk beroperasi. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya untuk mengatur arus lalu lintas.

    Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyatakan bahwa mereka yang diliburkan adalah yang berada di jalur mudik, dan diharapkan tidak bekerja selama satu minggu.

    "Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengambil kebijakan untuk meliburkan tukang ojek, sopir angkot, andong, becak yang berada di jalur lintasan mudik libur selama seminggu, ya," ungkapnya dalam keterangan media pada Kamis (5/3).

    Selain itu, pengemudi yang biasanya beroperasi di jalur wisata seperti Lembang atau Puncak Bogor juga diminta untuk tidak bekerja hingga seminggu setelah Lebaran.

    "Karena biasanya pariwisata meningkat dan berpotensi menimbulkan kemacetan, termasuk di jalur puncak," tambahnya.

    Pemerintah Provinsi Jawa Barat berencana menyediakan uang pengganti bagi mereka yang tidak dapat bekerja selama periode ini. Namun, Dedi belum merinci jumlah uang pengganti yang akan diberikan.

    "Pada saat mudik bisa tinggal di rumah bersama keluarganya dan mendapat uang pengganti selama seminggu tidak bekerja," jelasnya.

    Di sisi lain, Dedi Mulyadi menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jabar tidak akan membebani kepolisian dalam menjaga keamanan arus mudik. Sebaliknya, mereka akan berupaya mendukung kelancaran arus mudik dengan memberikan kompensasi kepada pengemudi angkutan kota, becak, dan andong yang tidak beroperasi sementara.

    "Pemprov Jabar tidak akan membebani Polri terlalu berat saya sudah lapor ke Pak Kapolda seluruh jalur mudik yang ada angkot, becak, andong dan berbagai hal lainnya akan diliburkan menjelang dan setelah idul fitri," ujarnya pada Rabu (4/3).

    Dengan langkah ini, diharapkan arus mudik di wilayah Jabar dapat berjalan lancar, sehingga masyarakat yang menuju Jawa Tengah dan Jawa Timur dapat melintasi Jabar dengan nyaman.

    Strategi untuk mengelola lalu lintas

    Polda Jawa Barat tengah mematangkan rencana strategis untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas. Kapolda Jabar, Irjen Rudi Setiawan, menegaskan bahwa koordinasi lintas sektoral akan segera difinalisasi melalui Rapat Koordinasi yang dijadwalkan sejak awal Maret ini. Dalam rangka pengamanan tahun ini, beberapa langkah pengamanan untuk masa mudik termasuk menjadikan masjid-masjid strategis di sepanjang jalur arteri sebagai Pos Pelayanan. Kerja sama dengan TNI juga akan dilakukan, sehingga posko ini dirancang agar para pemudik dapat beristirahat dengan lebih nyaman dan khidmat.

    "Kami akan membangun pos di masjid-masjid tertentu yang layak. Masyarakat dapat singgah untuk beristirahat. Insya Allah, kami siapkan sedikit minuman dan makanan ringan ala kadarnya, seperti singkong rebus, untuk membantu memulihkan tenaga teman-teman pemudik," ujar Irjen Rudi Setiawan, Minggu lalu (1/3).

    Langkah ini diambil guna menekan angka kecelakaan yang sering terjadi akibat kelelahan pengemudi, terutama bagi mereka yang melintasi jalur non-tol. Di sektor jalan bebas hambatan, Tol Cipali diprediksi akan tetap menjadi titik paling krusial, dengan konsentrasi kendaraan dari arah Jakarta menuju Jawa Tengah yang dipastikan mengalami peningkatan signifikan.

    Untuk mengantisipasi situasi tersebut, Polda Jabar akan menerapkan rekayasa lalu lintas berskala nasional di bawah kendali Korlantas Polri. "Sama seperti tahun lalu, konsentrasi utama adalah jalan tol. Nanti akan diberlakukan one way nasional, one way sepenggal, hingga rekayasa lokal sesuai kebutuhan di lapangan," jelas Kapolda. Selain badan jalan, area istirahat (rest area) juga akan mendapat perhatian khusus untuk mencegah terjadinya penumpukan kendaraan yang dapat menghambat arus lalu lintas. Bagi pemudik yang melalui jalur Selatan, titik-titik klasik seperti Nagreg, Naringgul, hingga Gentong masih dipetakan sebagai zona rawan kepadatan.

    Polda Jabar telah menyiagakan personel di simpul-simpul tersebut untuk memastikan volume kendaraan yang melonjak tetap dapat mengalir. Kapolda menambahkan bahwa fokus kepolisian tidak hanya tertuju pada jalan raya. Pengamanan juga mencakup:

    1. Lingkungan Permukiman: Patroli intensif untuk menjaga rumah-rumah yang ditinggal mudik oleh pemiliknya.
    2. Tempat Ibadah: Menjamin keamanan pelaksanaan sholat Idul Fitri di seluruh wilayah Jawa Barat.
    3. Destinasi Wisata: Pengawasan pada arus balik dan lokasi hiburan pasca-Lebaran.

    "Kami ingin ibadah Idul Fitri ini berlangsung aman, termasuk kediaman masyarakat yang ditinggal mudik. Semua menjadi fokus pengamanan kami," katanya. 


    Komentar
    Additional JS