0
News
    Home Amerika Serikat Berita Dunia Internasional Featured Iran Konflik Timur Tengah Spesial

    Demi Perang Iran, AS Utang Rp16,9 Kuadriliun dalam 5 Bulan - SindoNews

    4 min read

      

    Demi Perang Iran, AS Utang Rp16,9 Kuadriliun dalam 5 Bulan


    Makin mudah baca berita nasional dan internasional.


    Kamis, 12 Maret 2026 - 15:55 WIB

    Ilustrasi militer AS melancarkan perang terhadap Iran. Foto/arab center dc

    WASHINGTON - Pemerintah Amerika Serikat (AS) telah meminjam sekitar USD1 triliun (Rp16,9 kuadriliun) dalam lima bulan sejak Oktober, menambah defisit federal yang membengkak. Data itu diungkap dalam laporan Kantor Anggaran Kongres (CBO).

    Perkiraan ini muncul di tengah laporan media yang mengklaim militer AS menghabiskan amunisi senilai USD5,6 miliar selama dua hari pertama serangannya terhadap Iran.

    Pada hari Senin, CBO merilis tinjauan anggaran bulanannya, yang menurutnya utang pemerintah AS meningkat sebesar USD308 miliar hanya dalam bulan Februari.

    Di antara faktor-faktor yang berkontribusi pada tren ini adalah pembayaran bunga yang lebih tinggi untuk melayani utang publik, serta peningkatan pengeluaran pemerintah, termasuk oleh Departemen Perang AS.

    Hanya dalam lima bulan, Departemen Keuangan telah mengeluarkan total USD433 miliar untuk melayani utang publik, yang sekarang mendekati USD38,9 triliun.

    Maya MacGuineas, presiden Komite untuk Anggaran Federal yang Bertanggung Jawab (CRFB), lembaga pengawas fiskal bipartisan, telah memperingatkan, "ini tidak dapat berkelanjutan."

    Ia menyerukan para pembuat kebijakan untuk mengurangi defisit, dengan mengusulkan rasio defisit terhadap PDB sebesar 3% sebagai target awal.

    Dalam laporan terbarunya, lembaga think-tank tersebut mengklaim, “AS hampir pasti akan memasuki guncangan berikutnya dengan utang yang lebih besar daripada sebelumnya.”

    Sementara itu, pada hari Selasa, Washington Post, mengutip pejabat anonim, melaporkan militer AS menembakkan amunisi senilai USD5,6 miliar selama dua hari pertama serangannya terhadap Iran saja.

    Menurut surat kabar tersebut, pemerintahan Presiden Donald Trump diperkirakan akan mengirimkan permintaan anggaran pertahanan tambahan kepada Kongres dalam beberapa hari mendatang, yang dilaporkan dapat mencapai USD50 miliar.

    Para anggota parlemen Demokrat semakin menyuarakan kekhawatiran atas kurangnya tujuan yang jelas dalam kampanye militer Trump melawan Iran karena presiden telah mengirimkan pesan yang beragam mengenai masalah ini.

    Pekan lalu, Politico mengklaim Pentagon memperkirakan konflik tersebut akan berlangsung setidaknya selama 100 hari lagi, atau bahkan hingga September, kontras yang mencolok dengan perkiraan waktu empat pekan awal Trump.

    Baca juga: Bisa Dipenjara 5 Tahun, Pantas Tak Ada yang Posting Video Situs Militer Israel Dirudal Iran

    (sya)

    wa-channel

    Follow WhatsApp Channel SINDOnews untuk Berita Terbaru Setiap Hari

    Follow

    Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!

    Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya

    Infografis

    Profil Ayatollah Ali...

    Profil Ayatollah Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran yang Tewas Diserang AS dan Israel

    Komentar
    Additional JS